Close

BPBD Padangpariaman Sosialisasi Mitigasi Bencana, Kurangi Risiko di Sekolah

ARAHAN—Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Wirman memberikan arahan kepada peserta sosialisasi dan mitigasi bencana sekolah di SMPN 2 Batang Gasan.

PDG.PARIAMAN, METRO–Badan Penanggula­ng­an Bencana Daerah (BPBD) Padangpariaman, kemarin, melaksanakan sosialisasi dan mitigasi bencana alam di sekolah. Mitigasi tersebut berguna untuk sekolah aman adalah komunitas pembelajar yang berkomitmen akan budaya aman dan sehat, sadar akan risiko, memiliki rencana yang matang dan mapan sebelum, saat, dan sesudah bencana, dan selalu siap untuk merespons pada saat darurat dan bencana.

“Karena itu BPBD me­lak­sanakan Sosialisasi dan Mitigasi Bencana Se­kolah dilaksanakan di SMPN 2 Batang Gasan, “ kata Kepala Bi­dang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Wirman, kemarin.

Turut hadir bersama da­lam kegiatan tersebut Kepala Sekolah SMPN 4 Batang Gasan, Bapak Asrul, S.Pd, MM beserta jajarannya, disamping para pelajar pilihan sebanyak 30 orang. Bertindak sebagai narasumber adalah, dari Kogami Sumatera Barat, Tommy Susanto dan dari Tagana Kabupaten Padangpariaman, Donal Debra.

Sebagaimana dikatakan Kepala Pelaksana BP­BD Padangpariaman Budi Mulya dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wirman saat membuka kegiatan itu secara resmi sosialisasi mitigasi bencana ini, merupakan upaya pendidikan pencegahan dan pengurangan resiko bencana di sekolah sesuai dengan Pi­lar ke 3 dari Satuan Pendi­dikan Aman Bencana (SPAB)­ yg diatur da­lam Per­mendikbud Nomor 33 ten­tang Satuan Pendidikan Aman Bencana. Pilar lainnya adalah Fasilitas Seko­lah Aman dan Manajemen Bencana Sekolah.

“Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dari pelaksanaan sosialisasi dan mitigasi di 5 SMP yang akan dilaksanakan. Disamping SMP 2 Batang Gasan, juga dilaksanakan di SMPN 3 Batang Gasan, SMPN 1 Sungai Limau, SMPN 1 Ulakan Tapakis dan SMPN 3 Ulakan Tapakis,” ungkapnya.

Wirman menyebutkan, disamping sosialisasi juga dilaksanakan Simulasi Bencana yg dipandu TIM TRC Kabupaten Padangpariaman, saudara Dicky dan Ilyas. “Kedepannya kita berharap kegiatan ini merupakan kebutuhan dari se­kolah dan dapat menjadi kurikulum atau kegiatan ekskul bagi sekolah,” ujarnya.

Sebagaimana diketa­hui, bahwa Pendidikan Ramah Anak yang dikem­bangkan dalam membentuk nilai-nilai dan prinsip-prinsip penerapan Sekolah/Ma­dra­­sah Aman dari Bencana adalah panduan bagi para pemangku kepenti­ngan di sekolah/madrasah termasuk anak. Nilai-nilai, Prinsip-Prinsip, Strategi dan Kerangka kerja Se­kolah/Madrasah Aman. Pedoman umum pelaksa­naan pengembangan Se­kolah Aman, didasarkan pada Peraturan Kepala BNPB Nomor 4 Tahun 2012 tentang Pedoman Penerapan Sekolah/Madrasah A­man dari Bencana. (efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top