Menu

Bos Tambang Dikeroyok Sampai Mati

  Dibaca : 1461 kali
Bos Tambang Dikeroyok Sampai Mati
Direktur Registrasi dan Identifikasi Korlantas Polri Brigjen Yusuf.
Pembunuhan - dibunuh

ilustrasi

SIJUNJUNG, METRO–Bos penambangan pasir bernama Arisman (43), tewas dikeroyok belasan warga di dalam Kantor Jorong Tanjung Beringin, Kenagarian Tanjung, Kecamatan Koto VII, Sijunjung, Rabu (2/9). Ironisnya, kedatangan Arisman ke Kantor Jorong Tanjung Beringin sebenarnya ingin menolong dua anak buahnya yang ditawan warga karena dituduh menggoda istri orang.

Petaka berawal saat dua anak buah Arisman, Alva (21) dan Nofialdi (27) berkunjung ke rumah salah seorang kenalannya yang bernama Eva di Jorong Tanjung Beringin. Tujuannya, agar Eva mau mempertemukan keduanya dengan seorang wanita di Jorong Beringin bernama Ayu. Namun, keduanya tak bisa bertemu dengan Ayu, karena dilarang oleh orang tuanya. Meski demikian, kedatangan keduanya membuat cemburu suami Eva.

Diam-diam, suami Eva mengikuti keduanya saat pulang sekitar pukul 03.00 WIB. Di jalan, Alva dan Nofialdi dicegat oleh suami Eva. Bahkan, ia sempat memukul Alva. Keduanya lalu digiring ke Kantor Jorong Tanjung Beringin untuk menyelesaikan masalah.

Pada pertemuan itu, keduanya didenda Rp7 juta atau denda 100 zak semen karena dianggap sudah melakukan perbuatan di luar norma.

Karena uang tidak cukup, keduanya menelepon Arisman yang tak lain adalah atasan mereka. Niatnya untuk meminta bantuan. Mendengar anak buahnya dalam masalah, Arisman datang ke sana. Sampai di Kantor Jorong Tanjuang Baringin, rupanya kondisi tak kondusif.

Beberapa oknum warga Jorong Tanjung Beringin datang dan memancing emosi si korban dengan cara mematikan lampu di Kantor Jorong. Emosi, korban lalu berdiri dan berkata dengan nada keras. ”Ang ndak tau sia den,” ungkap Arisman. Bukannya takut, warga malah memukuli Arisman sampai mati.

Kapolres Sijunjung AKBP Dwi Sulistyawan membenarkan kasus ini. Saat ini, pihak langsung melakukan penyelidikan, serta melakukan visum luar terhadap tubuh korban di Puskesmas Tanjung Ampalu. ”Benar, korban tewas dipukuli. Saat ini, kita sedang melakukan penyelidikan mendalam,” kata Dwi.

Dijelaskan Kasatreskrim Iptu Andriansyah, kepolisian telah melakukan pengembangan serta penyidikan dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang diduga kuat mengetahui kejadian tersebut. (cr23)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional