Menu

Bos Narkoba Jaringan Internasional Diringkus

  Dibaca : 339 kali
Bos Narkoba Jaringan Internasional Diringkus
PERLIHATKAN BUKTI— Dirresnarkoba Polda Sumbar Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro didampingi Kabid Humas Kombes Pol Satake Bayu memperlihatkan barang bukti narkoba dan hasil pencucian uang milik bos narkoba.

PADANG, METRO
Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumbar menangkap “bos narkoba” kelas kakap yang memiliki jaringan internasional. Tak tanggung-tanggung, dari pengungkapan kasus itu, dua kilogram sabu dan ribuan butir ekstasi yang disita dari enam orang pelaku.

Tidak hanya menyita narkoba dalam jumlah banyak, petugas juga melakukan penyitaan dari hasil penjualan sabu dan menjerat pelaku dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Alhasil, uang ratusan juta serta dua unit mobil mewah dan dua unit rumah dijadikan sebagai barang bukti pencucian uang hasil narkoba.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro mengatakan, keenam pelaku terdiri dari seorang wanita dan lima pria yang diketahui berinisial OT, SZ, Y, RB, EF, dan AN. Mereka ditangkap di tiga lokasi berbeda di wilayah Sumbar dan Provinsi Riau. Dari hasil pemeriksaan, bisnis haram itu sudah beroperasi sejak setahun belakangan.

“Kita menemukan mulai dari sabu-sabu seberat 2,1 kilogram, 5.708,5 butir eksatasi. Kita juga lakukan penyitaan terhadap hasil peredaran narkoba berupa uang tunai Rp 559 juta yang merupakan hasil penjualan sabu, dua unit rumah dan dua unit mobil yang dibeli menggunakan uang hasil penjualan sabu,” kata Kombes Pol Wahyu didampingi Kabid Humas Kombes Pol Satake Bayu saat jumpa pers di depan Mapolda Sumbar, Senin (21/9).

Dijelaskan Kombes Pol Wahyu, mereka memiliki jaringan internasional, lantaran sabu dan ektasi dalam jumlah banyak itu dipasok oleh seorang Warga Negara Asing (WNA) berinisial T dan bertransaksi di wilayah Dumai, Provinsi Riau. Setelah itu, narkoba tersebut diedarkan ke beberapa wilayah termasuk Sumbar.

“Penangkapan ini berawal dari tertangkapnya seorang pria Syarial pada Senin 10 Agustus 2020 sekitar pukul 16.30 WIB di Jalan Kampung Baru, Kelurahan Sawahan Timur, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang dengan barang bukti seberat 800 gram sabu sabu. Pelaku ini mengaku mendapatkan barang dari seorang pria berinisial Y yang kemudian kita jadikan daftar pencarian orang (DPO),” ungkap Kombes Pol Wahyu.

Kombes Pol Wahyu menuturkan, setelah melakukan pengembangan, pihaknya menangkap dua orang OT dan DAF di Jorong Ketinggian, Nagari Sari Lamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota pada Kamis (3/9) sekitar pukul 03.00 WIB. Setelah digeledah, didapati narkoba berupa satu butir ekstasi dan bongkahan sabu yamg dibungkus uang kertas pecahan Rp 2 ribu di bagian dashbord mobil yang mereka tumpangi.

“Kita lakukan interogasi dan mereka berdua tidak mengakui sebagai barang milik mereka. Atas penjelasan pelaku OT, mobil Fortuner yang mereka kendarai adalah milik orang berinisial Y yang memang sudah kita tetapkan DPO. Selain sabu, dari OT dan DAF ini kita mengamankan barang bukti lain berupa satu unit mobil, uang sebesar Rp 29 juta,” tutur Wahyu.

Ditambahkan Kombes Pol Wahyu, dari keterangan OT dan DAF, pihaknya melakukan pengejaran terhadap pelaku Y yang tinggal di Kota Pekanbaru, Riau. Setiba di kediaman Y, petugas juga menemukan rekannya SZ. Keduanya pun dilakukan penangkapan. Dari pelaku SZ ditemukan tiga atm dan uang tunai diduga hasil perbuatan jahat sebanyak Rp 559.500.000.

“Keduanya dibawa ke Mapolda Sumbar dan dilakukan tes urine terhadap keduanya. Pelaku ini kita interoigasi bersama rekan-rakannya dan didapat keterangan bahwa narkoba dan ekstasi dalam jumlah besar disimpan di dalam rumah Y,” kata dia.

Setelah itu petugas kembali ke Kota Pekanbaru dan melakukan penggeladahan di dalam rumah Y dan ditemukan sabu-sabu seberat 2,093 gram sabu-sabu, ekstasi sebanyak 5.708 butir. Barang haram itu disimpan di sebuah ruang rahasia di rumah pelaku Y dengan pintu ruangan yang disamarkan oleh pelaku. Barang itu kemudian dikirim melalui kurir dan pembayarannya dibayarkan melalui transfer melalui rekening

“Kemudian kita terus melakukan pengembangan dari penangkapan pelaku inisial Y mereka menangkap tiga pelaku lainnya yakni RB, EF dan AN pada Kamis (4/9). Awalnya kita menangkap RB dan EF di Kota Pekanbaru dan tidak ditemukan narkoba di tubuh pelaku lalu rekan mereka AN datang ke rumah tersebut dengan membawa tiga butir ekstasi dan dua butir Happy Five,” ujar Kombes Pol Wahyu.

Dikatakan Kombes Pol Wahyu, pelaku AN mengaku barang ini milik RB dan EF yang akan mereka konsumsi. Mereka dibawa ke Polda Sumbar untuk diperiksa lebih lanjut. Sementara, pelaku Y merupakan bandar besar yang menjalankan bisnis haram ini dibantu lima rekannya

“Terkait uang sebanyak Rp 559 juta didapat hasil penjualan barang haram yang disimpan oleh SV yang di bank swasta. Sedangkan Narkotika berasal dari T warga Malaysia. Keterlibatan perempuan adalah menerima menyediakan buku rekening untuk transaksi jual beli narkoba pelaku Y,” ulas Kombes Pol Wahyu.

Terhadap kasus ini, tersangaka Y disangkakan Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 Jo pasal 127 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan tersangka lain disangkakan Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) jo Pasal 127 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dalam kasus ini kita memang juga kejar TPPU. Sesuai dengan pasal 127 UU 35 tahun 2009 sudah dijelaskan. Jadi, menerima, menyimpan harta benda bergerak hasil tindak pidana narkotika masuk pencucian uang. Kita akan pengembangan kerja sama dengan PPATK untuk tracking aset yang bersangkutan dana itu digunakan untuk apa saja dan disimpan di mana saja,” pungkasnya. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional