Menu

Bos Air Mineral SMS Dibidik Polda, Pabrik dan Gudang tak Boleh Beroperasi

  Dibaca : 282 kali
Bos Air Mineral SMS Dibidik Polda, Pabrik dan Gudang tak Boleh Beroperasi
DISEGEL POLISI— Tim Subdit I Ditreskrimsus Polda Sumbar menyegel pipa PDAM yang masuk ke pabrik air mineral SMS milik PT Agrimitra Utama Persada di Padang Pariaman dengan memasang garis polisi. (banua siregar/posmetro)

PADANG, METRO – Usai melakukan penyegelan pabrik dan gudang milik PT Agrimitra Utama Persada yang memproduksi air mineral kemasan SMS lantaran label yang dipakai tidak sesuai dengan isinya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar akan segera melakukan gelar perkara untuk nenetapkan tersangka.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimus) Polda Sumbar, Kombes Pol Juda Nusa Putra mengatakan, terkait kasus tersebut, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi, termasuk Direktur Utama PT Agrimitra Utama Persada, Sehinto Sadikin.

Dari hasil penyidikan, kasus pembohongan publik dan penipuan konsumen itu, telah mengerucut satu nama, yaitu Sehinto Sadikin yang merupakan pemilik perusahaan rangkap sebagai Direktur Utama dan juga merupakan sebagai penanggungjawab. Selain itu, pascapenyegelan, pabrik dan gudang tidak diperbolehkan lagi beroperasi.

Polda Sumbar juga melibatkan saksi ahli bahasa hingga geologi dan dipastikan adanya pembohongan publik dengan menerakan label yang tidak sesuai dengan isisinya pada produk SMS.

“Pemeriksaan terhadap saksi-saksi jelas banyak yang kami periksa, baik saksi di pabrik maupun di gudang. Termasuk kami melakukan pemeriksaan beberapa saksi ahli untuk menyakinkan memang bahwa perkara yang kami tangani tidak lepas. Rencananya, gelar perkara akan dilakukan minggu depan” ujar Juda kepada wartawan ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (7/11).

Kombes Pol Juda menjelaskan dilibatkannya saksi ahli dalam kasus ini agar semua penyidikan perkara dinyatakan terpenuhi, bahwa label dalam kemasan produk milik PT Agrimitra Utama Persada merek SMS memang tidak sesuai. Pasalnya pada label diterakan sumber air berasal dari Pegunungan Singgalang, tetapi faktanya air berasal dari air PDAM.

“Sudah kami periksa ahli geologi, BPOM, Disperindag termasuk dari PDAM. Kita juga sudah sita semua mulai dari gudang dan pabrik, setelah ini kami akan kumpulkan semua bukti-bukti dan petunjuk lainnya. Akan gelar perkara untuk menentukan penetapan tersangka,” jelas Kombes Pol Juda.

Terkait siapa tersangka dalam kasus ini, Kombes Pol Juda tidak menampik arah tersangka akan dituju kepada pemilik perusahaan yang merupakan sebagai penanggungjawab, yaitu bernama Soehinto Sadikin. Namun, pihaknya masih mencari fakta-fakta yang kuat untuk penetapan tersangka dalam gelar perkara nanti.

“Kemungkinan besar yang tersangka ya penanggungjawab, nanti kita lihat sejauh mana fakta-fakta dan alat bukti yang mengarah ke dia. Apabila fakta mengarah ke dia tentu tersangka dia. Nanti setelah gelar perkara akan muncul fakta lain, tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain,” tegasnya.

Terkait kasus yang ditanganinya, Juda mengakui sangat menyayangkan sebuah perusahaan terbesar di Sumbar dengan produk yang sangat terkenal melakukan pelanggaran hukum yang dapat merugikan masyarakat tersebut dan juga menipu masyarakat selama belasan tahun.

“Kami permasalahkan adalah labelnya, di undang-undang konsumen pasal 8 jelas. Label tidak sesuai, jadi itulah yang kami kejar. Kalau mereka mengelak label akan mau diubah tidak sesimpel itu. Karena ini pembohong publik, ditulis air dari Gunung Singgalang. Kalau dari sana tentu ada penampungnya dan tangki besar, ini tidak ada. Makanya kami masalahkan label dan itu melanggar hukum,” tegasnya.

Selain itu. Kombes Pol Juda Nusa Putra menegaskan selama masa penyegalan gudang dan pabrik PT Agrimitra Utama Persada tidak boleh beroperasi. Pasalnya, telah dijadikan barang bukti. Terkait air PDAM yang masuk ke pabrik, pihaknya juga telah menyegel pipanya.

“Proses penyegalan sampai perkara selesai, sampai dilimpahkan ke kejaksaan. Kita sudah melakukan penyitaan dan penyegalan terhadap pabrik maupun gudangnya termasuk sumber air sudah ditutup,” sambungnya,” ujar Juda.
Seperti diketahui sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sumbar melakukan penyegalan di dua lokasi. Di antaranya gudang yang berlokasi di kawasan Pondok, Kota Padang dan pabrik PT Agrimitra Utama Persada di Kabupaten Padang Pariaman.

Total produk yang disegel di gudang air mineral dalam kemasan merek SMS ini di antaranya kemasan galon sebanyak 1.720 unit. Kemudian kemasan isi 1.500 mililiter 480 dus, sedangkan untuk isi 600 mililiter 1.372 dus serta isi 330 mililiter 545 dus.

Penyegelan dilakukan karena diduga label yang dipakai perusahaan ini tidak sesuai dengan isinya. Di label menuliskan air bersumber dari Gunung Singgalang namun nyatanya merupakan bersumber dari PDAM. Penyelidikan dalam kasus ini pun telah dilakukan Polisi selama satu bulan.

Izin Edar Mati

Balai Balai Besar Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) Padang ternyata pernah melakukan penindakan terhadap air kemasan mineral dengan merek dagang Sumber Minuman Sehat (SMS) yang diproduksi oleh PT Agrimitra Utama Persada terkait temuan izin edar pada label kemasan yang sudah lama mati. Bahkan, BBPOM sudah memusnahkan label yang melanggar pada bulan September lalu.

Kepala BBPOM Kota Padang, Martin Suhendri mengatakan, terkait air mineral SMS, pihaknya pada bulan April 2019 ketika melakukan pengawasan rutin menemukan adanya label pada kemasan yang izin edanya telah habis. Namun, karena pihaknya ada unsur pembinaan, kemudian memberikan teguran kepada pihak perusahaan untuk melakukan perpanjangan izin edar.

“Tetapi, pada bulan Agustus, kita lakukan pengawasan kembali, ternyata label itu masih saja digunakan. Sehingga kita lakukan penyegelan dan kemudian mereka menyurati ke pusat untuk perpanjangan label. Tetapi pada bulan September dari pusat turun perintah untuk memusnahkan label kemasan yang lama. Pemusnahan itu sudah kita lakukan,” kata Martin Suhendri.

Martin Suhendri menjelaskan, saat ini SMS sudah mendapatkan izin edar yang baru dari BBPOM dengan dasar produk tersebut juga sudah Standar Nasional Indonesia (SNI). Selain itu, label yang didaftarkan ke BBPOM, pihak SMS tidak ada mencantumkan sumber air dari Pegunungan Singgalang.

“Secara kualitas air yang dihasilkan tidak ada masalah kepada masyarakat dan layak untuk dikonsumsi. Kita rutin mengambil sampling air yang sudah diproduksi dari pabrik. Terkait sumber airnya, bukan kewenangan kita untuk perizinannya. Itu ada dari Kementrian lain yang menerbitkan SIPA,” jelas Martin.

Martin menambahkan, terkait penyegelan terhadap pabrik dan gudang SMS yang dilakukan Polda Sumbar, pihaknya juga sudah koordinasi. Sebelum penyegelan itu, pihaknya juga dilibatkan untuk dimintai keterangan sebagai saksi ahli. Namun jika menyangkut ranah pemalsuan merupakan kewenangan pihak kepolisian. Dari sisi aturan konsumsi label sudah dipenuhi tapi untuk sumber air yang diganti dan penipuan sesuai dengan kewenangan penyidik.

“Kalau koordinasi tentu ada. BBPOM juga ada bagian khusus untuk pemantauan label. Kalau ada temuan tidak sesuai atau melanggar aturan pasti akan kita musnahkan,” tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Merry Yuliesday saat dihubungi Posmetro tak pernah menjawab sambungan telepon. Bahkan pesan WhatsApp yang dilayangkan tak ada dibaca.

Sebelumnya diberitakan, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sumbar melakukan penyegelan terhadap pabrik dan gudang air kemasan mineral dengan merek dagang Sumber Minuman Sehat (SMS) yang diproduksi oleh PT Agrimitra Utama Persada pada Rabu (6/11) sore.

Penyegelan dilakukan di dua lokasi, yaitu di gudangnya yang berada di Padang dan pabrik di jalan raya Padang-Bukittinggi, kilometer 51, Korong Tarok Kepala Ilalang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Total produk yang disegel di gudang SMS yang berada di kawasan Pondok, Padang Barat, kemasan galon sebanyak 1.720, kemasan isi 1.500 mililiter sebanyak 480 dus, untuk isi 600 mililiter 1.372 dus dan isi 330 mililiter sebanyak 545 dus. (rgr/mil)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional