Menu

Bocah Tewas Mengapung Dalam Septic Tank

  Dibaca : 206 kali
Bocah Tewas Mengapung Dalam Septic Tank
TEWAS MENGAPUNG— Pihak keluarga terisak tangis memandangi jasad Ihsan Alfirta (3) yang ditemukan tewas mengapung di dalam septic tank. (romi rahmat/posmetro)

PADANG, METRO – Seorang bocah berusia 3 tahun di Lolo Kasik, RT 003, RW 001, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, ditemukan tewas mengambang di dalam lubang pembuangan tinja atau septic tank, Sabtu (16/11) sekitar pukul 23.45 WIB.

Ihsan Alfitra adalah nama bocah yang ditemukan tewas mengambang di lubang septic tank tersebut. Dia anak bungsu dari pasangan Aripin (54) dan Ermizah (44), yang juga merupakan warga Lolo Kasik, RT 003, RW 001, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji.

Korban pertama kali ditemukan kakaknya sendiri, Edro Fardian Harifin (20). Saat itu, Edro memang sengaja mencari adiknya sejak pukul 15.30 WIB karena hilang dari rumah. Dia baru menemukan adiknya sekitar pukul 23.45 WIB.

Edro betapa kaget saat melihat adiknya mengapung di dalam lubang septic tank yang terbuat dari beton dengan kedalaman sekitar 140 Cm dan diameter 20×20 yang ada di samping salah satu rumah warga.

Menurut keterangan, nenek korban, Jaramis (75). Sebelum korban dinyatakan hilang pada pukul 17.30 WIB, dia masih sempat memanggil –manggil korban pada pukul 16.30 WIB. Dan masih ada jawaban dari korban saat itu.

“Karena hari sudah sore, rencananya saya mau memandikan cucu caya. Sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu saya kembali memanggil namanya untuk mengajak, namun tidak ada lagi jawaban,”ujar Jaramis.

Karena tidak ada jawaban, nenek korban pun mulai cemas dan akhirnya melapor kepada orang tua serta kakak korban, meminta mereka untuk mencari korban.

Mereka pun akhirnya memberitahukan kejadian tersebut kepada warga lainnya. Warga pun ikut membantu mencari. Tidak hanya itu, pihak keluarga juga melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Beberapa personel kepolisian yang datang ke lokasi, juga ikut membantu pencarian korban.

“Kami cukup lama mencari. Bahkan sudah menyisiri gang-gang rumah warga. Namun cucu saya belum juga ditemukan. Saya pun akhirnya semakin khawatir dengan kondisi cucu saya,” ungkapnya

Tanpa putus asa pencarian terus dilakukan dengan cara berpencar. Kakak korban Edro Fardian Harifin kembali menyisiri di samping-samping rumah warga dengan bantuan alat penerangan seadanya. Seperti senter.

Setelah 5 jam kemudian, sekitar pukul 23.45 WIB , mata Edrotertuju pada sebuah septic tank di samping salah satu rumah warga. Bagian atas septic tank itu tertutup dengan semen coran, tapi di tengah-tengah penutupnya berlobang.

Endro pun akhirnya mengarahkan senternya ke dalam lobang septic tank tersebut. Betapa terkejutnya Endro saat melihat adiknya terapung di dalamnya. Dia langsung meraih dan mengangkat korban dari dalam.

“Kondisi cucu saya saat ditemukan terapung, kepalanya ke atas. Dia langsung diangkat kakaknya. Tapi ternyata dia sudah meninggal dunia,” terang Jaramis.

Sementara itu, Kapolsek Kuranji, AKP Armijon saat di konfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya juga masih melakukan penyelidikan terhadap kejadian ini.

“Ya memang benar telah di temukannya seorang balita dalam keadaan meninggal dunia terapung di dalam septic tank milik warga, dan saat ini kami masih melakukan penyelidikan,” pungkasnya Armijon. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional