Menu

Bocah Tewas Ditimpa Pohon

  Dibaca : 196 kali
Bocah Tewas Ditimpa Pohon
DISEMAYAMKAN— Azura (11) yang meninggal dunia akibat tertimpa pohon kelapa tumbang disemayamkan di rumah duka.

PDG. PARIAMAN, METRO
Tragis. Lagi asyik bermain bersama teman-teman sebayanya, seorang anak perempuan berusia 11 tahun tertimpa pohon kelapa yang tumbang akibat angin kencang. Peristiwa itu terjadi di Korong Malai Tuo, Nagari Malai V Suku, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padangpariaman, Sabtu (24/10) sekitar 15.30 WIB.

Korban bernama Azura yang masih berstatus pelajar SD ini sempat dilarikan ke Puskesmas Sungai Garinggiang untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, lantaran mengalami luka parah pada bagian kepalanya, korban pun tak dapat diselamatkan hingga dinyatakan meninggal dunia.

Kapolsek Sungai Limau  Iptu Nasirwan mengatakan, kejadian itu berawal ketika korban bersama empat orang temannya bermain-main di ladang yang jaraknya sekitar 100 meter dari rumah korban. Sembari bermain, mereka juga sekalian mencari kelapa muda.

“Di lokasi korban bermain, ada pohon kelapa yang sudah tua. Tiba-tiba saja pohon kelapa itu tumbang mengarah ke korban. Ketika itu, teman-teman korban spontan berlari menjauh dari pohon kelapa. Namun nahas bagi korban tak sempat menghindar dan pohon kelapa tumbang dan menimpa kepala korban,” kata Iptu Nasirwan.

Dijelaskan Iptu Nasirwan, menurut keterangan saksi Kahar (67) yang juga berada di lokasi saat kejadian mengaku kalau peristiwa berlangsung cepat membuat ia kaget dan berusaha menolong korban. Namun pohon kelapa yang besar hingga tak sanggup mengangkat sendiri dan langsung mencari ayah korban (Usman (51).

“Kahar bersama ayah korban mengangkat pohon kelapa tersebut dan mengevakuasi korban yang kondisinya tidak sadarkan diri. Koban dibawa ke Puskesmas Sungai Geringgiang Padangpariaman. Sekitar pukul 18.30 WIB, pihak Puskesmas menyatakan kalau korban sudah meninggal dunia. Korban dibawa kembali ke rumah duka sekitar pukul 19.00 WIB,” ujarnya.

Iptu Nasirwan menuturkan, karena korban dibawa pulang sudah malam hari, korban pun dimakamkan ke esokan harinya, Minggu (25/10) tak jauh dari rumahnya. Keluarga sudah ikhlas dengan kepergian korban dan meminta tidak dilakukan proses karena kejadian tersebut murni kecelakaan atau musibah.

“Meninggalnya Azura murni karena bencana. Tidak ada unsur sengaja atau kesengajaan. Orang tua korban pun telah mengikhlaskan kepergian Azura. Jadi tidak perlu dilakukan penyelidikan. Dugaan sementara, pohon itu tumbang akibat diterjang angin kencang,” tutup Iptu Nasirwan. (z)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional