Menu

Bocah SD Hilang Ditemukan Terkubur di Kebun Gambir

  Dibaca : 149 kali
Bocah SD Hilang Ditemukan Terkubur di Kebun Gambir
EVAKUASI— Tim pencarian saat mengevakuasi jenazah bocah SD yang sempat hilang dan ditemukan di kebun gambir oleh warga dalam keadaan terkubur,

LIMAPULUH KOTA, METRO
Warga Nagari Simpang Kapuak, Kecamatan Mungka, Kabupaten Lima Puluh Kota, gempar dengan penemuan bocah SD terkubur sedalam setengah meter di kebun gambir. Sadisnya lagi, selain tidak terbalut pakaian, dua tangannya dari pergelangan hilang, Kamis (21/4).

Jasad SR (14) murid Kelas V Sekolah Dasar yang merupakan warga Jorong Koto Tinggi, Nagari Simpang Kapuak, saat dievakuasi oleh Basarnas dibantu TNI/Polri serta masyarakat pukul 17.00 WIB, terpaksa harus di gotong dengan tandu sejauh beberapa meter dengan kondisi sudah membengkak dan menimbulkan bau.

Setelah dievakuasi, jasad bocah SD itu dibawa ke RSUD Suliki untuk dilakukan visum luar. Namun, beberapa jam kemudian jasadnya dibawa ke RS Bhayangkara Padang untuk diautopsi. Dari hasil autopsi nanti dapat disimpulkan apakah korban meninggal karena kekerasan atau tidak.

Kapolres Lima Puluh Kota, AKBP Trisno Eko Santoso melalui Kapolsek Guguak, Iptu Heri Yuliardi, Jumat (23/4) mengatakan, SR merupakan bocah yang dinyatakan hilang sejak Minggu, lalu. Dan sudah dilakukan pencarian oleh Basarnas, TNI/Polri dibantu masyarakat sekitar.

“Beberapa hari melakukan pencarian, tidak ditemukan. Tepat Kamis (21/4) sekitar pukul 14.00 WIB, seorang warga yang berkebun gambir melihat tangan keluar dari kuburan,”ujar Iptu Heri Yuliardi.

Melihat itu, kontan saja sang petani kebun kaget dan terkejut. Sehingga, dirinya yang tidak percaya dengan apa yang barusan dilihat, langsung melaporkan kejadian kepada warga dan masyarakat dikampung yang berjarak sekitar 900 meter dari tempat ditemukan jasad korban.

“Saat penemuan itu, terlihat oleh petani kebun gambir. Dimana Anjing miliknya terus menggonggong dan menuju kelokasi tempat ditemukan jasad SR. Merasa penasaran dengan ulah tidak bisa anjingnya itu, petanini yang bernama Nata, mengikuti anjingnya, dan disitulah dia melihat tangan keluar dari tanah,” ucap Iptu Heri Yuliardi.

Sementara itu usai ditemukannya mayat korban, polisi langsung melakukan olah TKP dan berusaha meminta keterangan kembali kepada ayah tiri korban berinisial SHD (50) dan mencari keberadaannya di kediaman orang tuanya.

“Senin yang lalu pihak kepolisian juga mendatangi SHD untuk dimintai keterangan terkait hilangnya putri tirinya itu. Setelah menjalani pemeriksaan hingga pukul 12 malam, SHD diperbolehkan pulang, apalagi pihak keluarga memberikan garansi SHD tidak akan melarikan diri. Kali ini usai ditemukan mayat korban, polisi berusaha menemui yang bersangkutan namun diketahui berada di kediaman orang tuanya,”tuturnya.

Akhirnya tim reskrim Polsek Guguak menuju kediaman orang tua yang bersangkutan di kawasan Koto Nan Gadang Kecamatan Payakumbuh Utara. Namun sesampai di lokasi yang dicari tidak ditemukan di dalam rumah dan dicurigai telah kabur.

“Butuh beberapa jam bagi anggota kepolisian untuk mengamankan SHD yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan itu, Tim Reskrim Polsek Guguak akhirnya mengamankan SHD saat bersembunyi di pohon pisang,”sebutnya.

Dikatakan oleh Heri, mengatahui polisi datang, SHD terlebih dahulu meloncat dari lantai dua rumah orang tuanya tersebut dan bersembunyi di balik pohon posong.

“Kecurigaan saya setelah ia melarikan diri saat akan diamankan, berawal dari beberapa batang talas dibelakang rumahnya patah-patah, apalagi saya lihat patahnya juga baru. Dari situ saya coba mencari disekitar batang pisang, hingga akhirnya ia ditemukan,”ungkap Heri Yuliardi.

Mantan Kanit Tipikor Polres Limapuluh Kota itu juga menambahkan, sebelum diamankan ia sempat memberikan dua kali tembakan peringatan agar SHD tidak melarikan diri. Dibantu warga, akhirnya SHD berhasil diamankan.

“SHD diamankan setelah diberikan dua kali tembakan peringatan. Hingga kini ia masih diamankan di Mapolsek Guguak. Olah TKP masih terus dilakukan, dan menunggu hasil autopsi dari rumah sakit Bhayangkara Padang untuk penyelidikan selanjutnya,”tutupnya. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional