Menu

Bocah Korban Penculikan Dibunuh,  Keluarga Diminta Tebusan Rp250 Juta, Pasangan Misterius Tewas di Jurang

  Dibaca : 3494 kali
Bocah Korban Penculikan Dibunuh,  Keluarga Diminta Tebusan Rp250 Juta, Pasangan Misterius Tewas di Jurang
EVAKUASI— Anggota Polres Pasaman dibantu BPBD Pasaman mengevakuasi mayat dari dalam jurang Rimbo Simpang, Jorong Simpang Tigo, Nagari Simpang, Kecamatan Simpati, Pasaman, kemarin. (Ist)

PASAMAN, METRO – Bocah lelaki berinisial RS (10) yang dilaporkan hilang di Pasaman tepatnya di Jorong Sukadamai II, Nagari Persiapan Panti Utara, Kecamatan Panti, Rabu (15/5) sore pulang tanpa nyawa. Dia ditemukan tewas pada Kamis (16/5) sekitar pukul 13.00 WIB oleh warga.

RS ditemukan di sebuah perkebunan cokelat milik warga di daerah itu sekitar tiga Km dari tempat tinggalnya. Kondisi korban saat ditemukan sangat mengenaskan. Jasad korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di tanah, kepala korban tampak ditutupi baju yang dia kenakan.

Pantauan di lapangan, ratusan warga setempat datang ke lokasi kejadian untuk menyaksikan evakuasi terhadap mayat korban. Warga menduga, korban dihabisi oleh orang tak dikenal yang diketahui menculiknya sehari sebelum ditemukan tewas.

Wali Nagari Panti, Yefrialdi mengatakan, korban yang dilaporkan hilang, Rabu ditemukan meninggal di kebun warga. “Korban disebut hilang Rabu sore. Ditemukan Kamis siang dalam keadaan meninggal dunia. Polisi masih di lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban. Kita tidak dapat memastikan apa dia diculik atau bagaimana,” kata Yefrialdi, kemarin.

Kapolres Pasaman AKBP Hasanuddin mengatakan, jasad RS ditemukan di Sukadamai, tepatnya di jalan ke Batang Sumpu di perkebunan milik warga. Yang pertama kali ditemukan warga adalah sepeda motor milik korban, tidak jauh dari TKP penemuan mayat RS.

Kapolres menyebut, pihaknya belum bisa menyimpulkan apa motif tewasnya korban. Apakah terjadi penculikan sampai nekat menghabisi nyawa si anak yang tak berdosa itu. Pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti di TKP.

”Belum, belum bisa kita simpulkan apa motifnya. Data dan bukti bukti masih dikumpulkan. Petugas masih di lapangan,” kata Kapolres.

Di sisi lain, sebelumnya korban dilaporkan hilang, karena tak kunjung pulang usai memberi makan ikan di kolam keluarganya. RS pergi dari rumah, pada Rabu sekitar pukul 12.00 WIB dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat BA 3880 DR.

Karena tak kunjung pulang hingga sore hari, keluarga korban melapor kejadian itu ke Polsek Panti. Namun di hari yang sama sekitar pukul 20.00 WIB, ada orang tak dikenal menghubungi orang tua anak tersebut melalui handphone bahwa korban diculik.

Kemudian orang yang menelepon orang tua korban ini meminta uang tebusan sebesar Rp 250 juta. Keluarga korban belum memastikan, apakah penculikan itu betul dan bagaimana dengan uang tebusannya. Namun ini belum bisa dipastikan kebenarannya, sebab masih didalami pihak kepolisian.

”Tidak saja korban, sepeda motor Honda Beat yang dikendarainya juga ditemukan. Sepeda motor ini ditemukan terpisah dari jasad korban sekitar 500 meter,” katanya.

Lelaki dan Perempuan Tewas

Selain itu, di hari yang sama sesosok mayat laki-laki dan perempuan tanpa busana dan kartu identitas juga ditemukan warga dalam kondisi tewas pada Kamis (15/5) kemarin sekitar pukul 11.00 WIB. Lokasinya di Rimbo Simpang, Nagari Simpang, Kecamatan Simpati, Pasaman.

Jasad kedua korban ditemukan di dalam jurang dengan kedalaman 10 meter untuk mayat perempuan, dan 50 meter untuk mayat laki-laki. “Itu yang baru bisa kita sampaikan,” kata Kapolres Pasaman AKBP Hasanuddin.

Kedua korban ini, kata dia, sudah dilarikan ke RSUD Lubuk Sikaping untuk dilakukan autopsi dan divisum. Bagi warga yang kehilangan anggota keluarganya bisa datang ke RSUD Lubuksikaping. (cr6)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional