Menu

Bocah 9 Tahun Dianiaya Ibu Angkat

  Dibaca : 466 kali
Bocah 9 Tahun Dianiaya Ibu Angkat
Ketua DPC PPP Kota Solok Herdiyulis, perwakilan Audy Joinaldy yang menyerahkan bantuan APD untuk Tagana Kota Solok.
Korban penganiayaan ibu angkat - web

Sekujur tubuh memar akibat dianiaya ibu angkat.

PADANG, METRO–Kasus penganiayaan terhadap anak sepertinya tidak pernah berhenti, meskipun dengan ancaman hukuman yang tinggi. Seperti yang dialami oleh Fahmi, bocah 9 tahun yang tinggal di RT 002 RW 02, Kelurahan Gunung Pangilun, Padang ini. Setiap hari, Fahmi selalu mendapatkan siksaan dari ibu angkatnya, R (32) hingga mengakibatkan tubuhnya memar dan merah-merah.

Sabtu (3/10), bocah yatim piatu tersebut terus-terusan mendapatkan siksaan dari sang ibu. Seluruh tubuh bagian belakang, tangan dan kaki Fahmi babak belur dipukuli dengan hanger (penggantung baju, red) yang terbuat dari besi.

“Saya sebagai tetangga, sangat tidak tega melihat anak kecil yang dianiaya seperti itu, pelaku yang berbuat semena-mena juga membuat kami gamang untuk melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian,” ujar Vera, salah satu tetangga korban.

Lebih tragis lagi, saat ingin dimintai keterangan oleh Ketua RT, pelaku malah mengusir Ketua RT dan siapapun yang menanyakan masalah kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh R. “Yang kita sayangkan, anak ini adalah yatim piatu, kasihan kita kalau anak kecil seperti itu dianiaya seperti itu,” lanjutnya.

Menurut keterangannya, Fahmi akan dijadikan anak angkat oleh seorang warga yang bernama Budi, tetapi berkas-berkas untuk mengambil Fahmi belum lengkap dan saat ini Fahmi masih berada di rumah Budi. “Fahmi sekarang telah berada di rumah pak Budi yang akan menjadikannya anak angkat dan kita juga sudah melaporkan kepada Komisi Perlindungan Anak (KPAI), tetapi hingga saat ini kita masih belum mendapatkan tanggapan,” ucapnya saat dihubungi kemarin.

Selama dua bulan Fahmi berada di rumah R, Fahmi selalu mendapatkan perlakuan yang tidak wajar dan kerap disiksa. Dengan kenyataan seperti itu, seluruh warga yang berada di RT 002 RW 02, Kelurahan Gunung Pangilun siap menjadi saksi atas kekerasan yang menimpa Fahmi.

“Seluruh warga, pihak sekolah dan pihak pejabat setempat siap memberikan kesaksian terhadap hal yang menimpa Fahmi dan kita berharap agar tidak ada lagi Fahmi-Fahmi yang lain akan merasakan hal yang sama,” harapnya.

Menurut informasi yang dirangkum, R dan satu orang anak kandungnya tinggal di rumah tersebut bersama Fahmi. R sering melakukan tindakan kekerasan terhadap Fahmi. Bahkan, dari pengakuan Fahmi sendiri, dia sering dipukuli oleh orang yang mengasuhnya itu bahkan menurut keterangannya dia sering berpuasa.
“Kita bisa tanya kepada pihak sekolah, tetangga dan warga sekitar apa yang telah menimpa Fahmi dan kita sangat kasihan terhadap anak itu,” tuturnya.

Sejumlah warga sudah melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian setempat, namun hingga saat ini masih menunggu jawaban. Selain itu, warga juga ragu karena R mengaku anggota keluarganya polisi. “Kita sudah melapor pak, tapi masih low respons. Kita harap si ibu biadab itu bisa ditangkap pak,” paparnya.

Sementara, Kapolresta Padang, Kombes Pol Wisnu Andayana saat dikonfirmasi via BBM menganjurkan agar masyarakat yang mengetahui kejadian tersebut untuk melapor ke Mapolresta Padang. Sebab, saat ini tidak ada istilah beking-bekingan lagi dan akan ada tindak tegas untuk personel yang kedapatan membeking tersebut.

“Saya ingin semua anggota polisi ini tidak ikut dalam membekingi tindakan yang bertentangan tersebut,” jelasnya.

Selain itu, Kapolres juga menegaskan, jika memang sudah membuat laporan, penyidik akan berhati-hati untuk melakukan pemeriksaan dan setelah itu, sanksi tegas juga sudah menanti sesuai dengan UU Perlindungan Anak. “Secara pribadi saya sangat mengutuk tindakan dari orangtua yang sudah berbuat kurang ajar kepada anaknya,” pungkasnya. (cr10/age)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional