Close

Bocah 5 Tahun Penderita Tumor Mata, Guru TK se-Limapuluh Kota Bantu Hazel

SERAHKAN BANTUAN— Ketua Pengurus Daerah IGTKI-PGRI Kabupaten Limapuluh Kota, Hj. Nur Isnawati, menyerahkan bantuan kepada orang tua Hazel.

LIMAPULUH KOTA,  METRO–Bantuan untuk Hazel (5), bocah penderita kanker mata terus mengalir. Kali ini datang dari murid dan orangtua serta guru TK se-Kabupaten Lima Puluh Kota. Bantuan senilai Rp 13.100.000 itu diserahkan Ketua Pengurus Derah IGTKI-PGRI Kabupaten Lima Puluh Kota, Hj.Nur Isnawati, S.Pd.AUD ke­pada orangtua Hanzel, Gustiawarman, di RS M.­Djmail Padang, Minggu (24/10). Gustiawarman, yang merupakan warga Jorong Sikabu-kabu, Na­gari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padangpanjang, Ke­camatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota, yang sehari-hari bekerja se­bagai petani dan buruh bangunan, usai menerima bantuan terlihat matanya berkaca-kaca karena bu­liran rasa haru menerima bantuan. Rasa syukurpun tak henti-henti diucap­kan­nya.

Ketua Pengurus Dae­rah IGTKI-PGRI Kabupaten Limapuluh Kota, Hj. Nur Isnawati, S.Pd. AUD me­nyebutkan bahwa, donasi yang diserahkan untuk ananda Hazel berjumlah Rp13.100.000. “Kita ber­harap sekaligus berdoa, agar donasi yang diberikan mudah-mudahan dapat membantu dan me­ringan­kan beban keluarga yang membutuhkan biaya cukup besar untuk membiayai pengobatan ananda Hazel,” ujar Hj. Nur Isnawati.  Seperti disampaikan oleh Gustiawarman melalui Ketua Pengurus Daerah IGTKI-PGRI Kabupaten Limapuluh Kota, Hj. Nur Isnawati, atas nama Hazel dan keluarga dia mengu­capkan terima kasih tidak terhingga kepada orang tua dan murid-murid TK serta guru TK se Kabu­paten Limapuluh Kota yang telah bermurah hati menggalang donasi untuk membantu biaya operasi Hazel. “Semoga pengor­ban yang telah diberikan orang tua dan murid-murid TK serta guru TK se Kabupaten Limapuluh Ko­ta mendapat balasan se­timpal dari Allah SWT,” ujar Gustiawarman ditirukan Hj. Nur Isnawati, saat ber­cerita dengan awak media.

Hj. Nur Isnawati juga menyatakan bahwa, se­perti disampaikan Kabid PAUDNI dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebu­dayaan Kabupaten Lima­puluh Kota, Alfizal, S.Pd. M.Pd bahwa, donasi yang dihimpun dari orang tua dan murid-murid TK serta guru TK se Kabupaten Limapuluh Kota berjumlah sebanyak Rp16.100.000,-. “Bantuan tersebut dise­rahkan untuk Hazel se­banyak Rp13.100.000,- Sedangkan sebanyak Rp3 juta lagi diberikan kepada seorang guru TK sekaligus pengurus -PGRI Keca­matan Mungka, ibu Wir­danita untuk membantu biaya pengobatan anaknya yang mengalami kece­lakaan lalulitas dengan kondisi luka cukup parah pendarahan di bagian ke­palanya,” ungkap Hj. Nur Isnawati sekaligus menje­laskan bahwa ibu Wir­danita adalah seorang guru honor TK tidak mem­punyai BPJS untuk mem­biayai pengobatan ana­k­nya yang menjadi korban kecelakaan lalulintas.

Seperti diketahui, Hazel bocah malang berumur 5 tahun anak petani miskin warga  Jorong Sikabu-kabu, Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang­pan­jang, Kecamatan Luak itu, ke dua orang tuanya nyaris putus asa untuk mem­biayai pengobatan anak­nya yang mengidap kanker mata. Awalnya, bagian tengah bola mata sebelah kanan Hazel terlihat bintik putih. Bagi orang tua Hazel kelainan bola matanya itu tidak menjadi per­hatian. Namun seiring ber­ja­lan­nya waktu, kondisi mata Hazel kian parah dan ada cairan ke luar menetes dari mata kanannya yang mulai membesar dan ke­merahan.

Sesekali Hazel terlihat menahan rasa sakit diba­gian matanya dan lama kelamaan bola matanya mulai menonjol dan ham­pir tak bisa melihat lagi.  Anak pasangan Agus dan Rima ini, sebelumnya su­dah dirujuk ke RSUD M Djamil Padang oleh RSUD Achmad Darwis Suliki, Kabupaten Limapuluh Kot­a. Namun karena keter­batasan biaya bagi kedua orang tuanya, bocah ma­lang ini dibawa kembali ke rumahnya di Talang, Jo­rong Sikabu-kabu, Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Ha­ro Padang Panjang, Ke­camatan Luak. Sebab tak ada lagi biaya untuk pe­ngobatannya.

Agus, yang sehari-hari bekerja serabutan sebagai petani dan buruh ba­ngu­nan tidak sanggup mem­biayai pengobatan anak Hazel. Meski sebelumnya ada bantuan dari Peme­rintah Nagari dan Badan Amil Zakat Nasional (Baz­nas) Kabupaten Lima­puluh Kota namun tidak mencukupi untuk biaya selama pengobatan.  Bo­cah perempuan yang ma­lang itu, akhirnya terpaksa diobati seadanya dengan pengobatan alternatif, hingg­a akhirnya kondisi Hazel kian parah dan mem­prihatinkan. Namun ketika derita Hazel viral di media sosial, para der­mawan mulai tersentuh hatinya untuk memberikan bantuan. Bahkan ketika derita Hazel sampai ke telinga Bupati Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, orang nomor satu di Kabupaten Limapuluh Kota itu lang­sung meminta Dinas Ke­se­hatan setempat me­ngambil tindakan untuk merawat Hazel di RSUD Achmad Darwis Suliki.

Rasa keprihatinan juga muncul dari Ketua DPRD Limapuluh Kota, Deni As­ra. Kepada para derma­wan yang berkelebihan hartanya, Deni Asra me­ngajak agar rela mem­berikan sedikit dari har­tanya untuk membantu biaya pengobatan Hazel.  Pasca dirujuk ke RSUP M. Jamil Padang, Hazel yang pernah menimba ilmu di TK di kampungnya Jorong Sikabu-kabu, namun ka­rena sakit, terpakasa ber­henti, kini sedang men­jalani perawatan medis. Agus dan keluarganya ha­nya bisa pasrah, tidak tahu harus berbuat apalagi ke­cuali menunggu keajaiban dan uluran tangan dari para dermawan untuk pe­ngobatan sang buah  ha­tinya karena butuh biaya cukup besar untuk pengo­batan mata Hazel.  Bagi hamba Allah  yang ter­sentuh hatinya untuk ikut membantu meringankan kesulitan Hazel bisa lang­sung menghubungi  Agus (ayah Hazel) dengan no­mor ponsel  : 0813659­66155. Atau langsung trans­fer ke rekening orang tua Hazel, Bank  BRI a/n  Gustiawarman. Nomor Re­­kening: 55060­1007­126535. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top