Menu

Bocah 11 Tahun Tenggelam di Pantai Pasir Putih, Penjaga Sempat Meminta Sudahi Mandi, Korban Ditemukan Meninggal

  Dibaca : 245 kali
Bocah 11 Tahun Tenggelam di Pantai Pasir Putih, Penjaga Sempat Meminta Sudahi Mandi, Korban Ditemukan Meninggal
EVAKUASI— Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad korban Lutfi (11) yang tewas tenggelam di Pantai Pasir Putih, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, Padang pada Selasa (22/6)

PADANG, METRO–Sempat dilaporkan hilang tenggelam akibat terseret ombak saat mandi-mandi, seorang bocah berusia 11 tahun ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Muara Pantai Pasir Putih, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, Selasa (22/6) sekitar pukul 08.43 WIB.

Sebelum ditemukan tewas, bocah bernama Lutfi awalnya melakukan aktivitas berenang bersama dua orang temannya yang lain, Senin (21/6) sore. Namun saat dua temannya yang lain pulang, Lutfi malah tidak ditemukan dan diduga hanyut terbawa arus saat mandi tersebut.

Pihak keluarga yang menduga anaknya hanyut terseret arus memberitahukan kepada masyarakat sekitar dan melakukan pencarian di lokasi korban dan teman-temannya mandi. Namun hingga pukul 20.00 WIB tidak membuahkan hasil, hingga memberitahukan kepada SAR kota Padang.

Pihak SAR yang datang dan melakukan penyisiran sekitar lokasi sekitar pukul 21.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB tetap tak membuahkan hasil. Hingga dilanjutkan pagi hari, dan akhirnya jasad korban ditemukan 200 meter dari lokasi korban mandi-mandi bersama temannya.

Salah satu warga sekitar, Kiflan (51) menjelaskan, peristiwa itu bermula dari 3 orang anak-anak yang berenang di kawasan muara Pantai Pasir Putih sekitar pukul 16.00 WIB. Kemudian, oleh penjaga kawasan pantai tersebut, ketiga anak itu diminta untuk menyudahi mandi-mandi.

“Jadi memang warga sekitar sempat menyuruh mereka berhenti berenang dan segera naik ke atas. Ketiga anak itu memang sempat naik ke atas, namun satu orang anak yang merupakan korban, tiba-tiba berenang kembali,” katanya.

Setelah itu sekitar pukul 18.00 WIB, dua orang temannya yang berada di pinggir muara mengaku sempat melihat korban dalam kondisi seperti tenggelam dan terseret arus muara pantai. Namun karena takut, dua orang anak itu pulang ke rumah mereka.

“Jadi kami tidak ada mendengar teriakan atau laporan bahwasanya ada anak yang terseret atau tenggelam, mungkin jika dua orang itu berteriak, kami di sekitar sini mungkin akan tau,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, warga sekitar mulai tahu bahwasanya ada anak yang hilang dan hanyut ketika orangtua korban melaporkan bahwasanya anaknya belum pulang ke rumah sejak sore hari. Lalu, orangtua tersebut menanyakan keberadaan anaknya kepada dua orang teman anaknya itu.

“Dan dari penuturan kedua temannya itu, didapatkan informasi bahwasannya korban hanyut. Maka sekitar pukul 20.00, keluarga korban datang ke muara pantai Pasir Putih dan mencari keberadaan korban,” ungkap Kiflan.

Lebih lanjut Kiflan menyampaikan, di lokasi ditemukan sendal jepit korban. Kemudian warga sekitar dibantu oleh tim SAR gabungan yang datang ke lokasi, langsung melakukan proses pencarian.

“Lalu, sekitar pukul 08.00 WIB pagi korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan dengan kondisi meninggal dunia, dan kalau tidak salah jasad korban dibawa ke rumah duka,” tukasnya.

Terpisah, Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan Basarnas Padang, Asnedi menyebutkan, pihaknya mendapatkan laporan adanya bocah hanyut terseret arus muara pantai Pasir Putih pada pukul 20.00 Senin malam.

Setelah mendapatkan laporan, tim SAR langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan proses pencarian terhadap korban. Namun pada pukul 01.00 dinihari, pencarian dilanjutkan pada Selasa pagi lantaran kondisi visual yang tidak memungkinkan.

Ia menambahkan, pada pukul 08.20, korban ditemukan oleh tim SAR gabungan dengan kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi dilaporkan tenggelam. “Ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi dilaporkan menghilang,” jelas Asnedi.

Setelah dilakukan evakuasi, jasad korban langsung dibawa oleh tim SAR gabungan ke rumah duka. Dalam proses pencarian, pihaknya tidak menemukan kendala berarti, dan proses pencarian terbilang cepat.

Lebih lanjut dikatakannya, proses pencarian korban dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Padang, dari Polairud, dan nelayan sekitar.

“Proses pencarian korban dilakukan dengan menggunakan dua unit perahu karet. Alhamdulillah pencarian korban berlangsung dengan cepat dan tidak menemukan kendala berarti,” tukasnya. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional