Close

BNN Kota Payakumbuh Bentuk Relawan Anti Narkoba

DIALOG—Kepala BNNK Payakumbuh AKBP Sarminal SH MHum saat dialog dengan calon relawan anti narkoba saat sosialisasi kemarin.

SUDIRMAN, METRO
Antisipasi peredaran gelap narkoba di Kota Payakumbuh, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Payakumbuh, membentuk relawan anti Narkoba di tengah-tengah masyarakat. Setiap relawan diharapkan mampu menyampaikan Sosialisasi bahaya narkoba kepada kelurga dan lingkungan masyarakat.

Kepala BNN Kota Payakumbuh, AKBP Sarminal, SH MHum, dalam acara kegiatan asistensi penguatan pembangunan berwawasan anti Narkoba disalah satu hotel di Kota Payakumbuh, mengatakan jika Narkoba tidak hanya menyasar masyarakat perkotaan, namun sudah masuk sampai dikampung-kampung.

Mirisnya, disampaikan Sarminal, sasaran peredaran gelap narkoba tidak hanya kepada orang dewasa, kalangan tertentu, Pemuda, Remaja, namun sudah sampai pada anak-anak. Sehingga, kondisi darurat Narkoba saat ini, memerlukan peran serta semua elemen masyarakat dalam mengantisipasi dan mempersempit peredaran gelap narkoba.

“Bahaya narkoba ini tidak saat dipakai saja, tetapi dalam jangka panjang. Bahkan pemakai Narkoba bisa Kehilangan malu,” sebut AKBP Sarminal, dihadapan 30 orang relawan anti Narkoba yang terdiri dari unsur Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Sumbar, LKAAM Kota Payakumbuh, TP-PKK Payakumbuh, P2TP2A, DWP, Bundo Kandung, Karang Taruna, LPM Dan KNPI Kota Payakumbuh, menyebut bahwa Narkoba sudah masuk hingga kekampung-kampung, Kamis (27/2) dalam materi “Narkoba dalam prespektif hukum”.

Kasi pecegahan BNNK Payakumbuh Indra Julita, pada kesempatan itu memberikan pemahaman kepada relawan anti Narkoba termasuk terkait tugas dan Sosialisasi yang harus dilakukan para relawan nantinya.

“Nanti relawan anti Narkoba dapat melakukan penyuluh masyarakat yang memberikan pengetahuan dan pemahamam melalui Sosialisasi bahaya Narkoba. Sebagai inisiator yang merancang dan mengimplementasikan program Pencegahan secara mandiri. Sebagai motivator yang menggerakkan masyarakat,” sebutnya.

Salah seorang relawan anti Narkoba dari KNPI, menyebut dalam simulasinya akan melakukan upaya Pencegahan dengan merangkul sekolah dan juga membentuk media centre. Sehingga, masing-masing siswa akan dapat membentengi minimal diri sendiri terkait bahaya narkoba.

Kabid P2TP2A Kota Payakumbuh, Budi Kurniawan, dalam simulasinya sebagai relawan kedepan akan memberikan Sosialisasi kepada keluarganya sehingga memastikan bahwa keluarganya benar-banar terhindar dari peredaran gelap narkoba.

“Kami selaku relawan akan melakukan rencana aksi, akan sosialisasi dilingkungan sekitar tempat tinggal dan keluarga, harus dipastikan bebas Narkoba. Kami juga akan menyampaikan kepada warga sekitar, bekerjasama dengan pihak kelurahan. Dan Sosialisasi kepada komunitas yang rawan terhadap penyelah gunaan Narkoba,” sebutnya. (us)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top