Menu

BNN Bakar 53 Kg Ganja Hasil Tangkapan

  Dibaca : 132 kali
BNN Bakar 53 Kg Ganja Hasil Tangkapan
MEMBAKAR GANJA—Kepala BNNP Sumbar Brigjen Pol Khsril Arifin membakar 53 kg ganja hasil tangkapan dari tiga tersangka.

PADANG, METRO
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar musnahkan 53,1 kilogram (kg) ganja yang disita dari tiga tersangka, Kamis (12/11). Hebatnya, salah satu tersangka merupakan narapida yang berada di dalam Lembaga Permayarakatan (Lapas) Pariaman dan berperan sebagai pengendali.

Sementara, dua tersangka berinisial Joni Irawan (28) dan Erick Aditya Korniawan (30) berperan sebagai kurir (pengantar) atas diperintah oleh narapidana Ilham Saputra (28). Tersangka Ilham Saputra ditangkap oleh Polda Sumbar pada tahun 2017 lau dengan barang bukti 11 kg ganja dan divonis sembilan tahun penjara. Tetapi, dari balik jeruji besi, tersangka Ilham Saputra masih tetap bisa mengedarkan ganja.

Dalam pemusnahan barang bukti tersebut juga dipimpin Kepala BNNP Sumbar Brigjen Pol Khasril Arifin dan disaksikan Dirnarkoba Polda Sumbar Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro dan Kejaksaan. Ketiga tersangka juga dihadirkan dengan pengawalan ketat dari petugas bersenjata lengkap. Ganja jumlah banyak itu dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman kantor BNNP Sumbar.

“Barang bukti ganja kering 53,1 kilogram yang kita musnahkan ini merupakan hasil tangkapan atau sitaan pada bulan Agustus 2020 lalu di dua lokasi berbeda yakni daerah Kabupaten Sijunjung dan dilanjutkan pengembangan ke Kabupaten Agam hingga Lapas Kota Pariaman,” ungkap Brigjen Pol Khasril Arifin.

Brigjen Pol Khasril menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat akan adanya penyeludupan narkoba dari Bukittinggi menuju Kabupaten Sijunjung. Saat dilakukan pengintaian, ditemukan pengendara sepeda motor yang membawa karung ternyata isinya ganja.

“Tesangka Joni Irawan ditangkap di Jorong Sumpadang, Nagari Palaluar, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung saat menggunakan sepeda motor Honda BeAt dan membawa sebuah kardus yang diikat di bangku belakang. Setelah digeledah, di dalam kardus ditemukan 22 paket ganja kering yang di balut dengan lakban warna kuning,” ungkap Brigjen Pol Khasril.

Dijelaskan Brigjen Pol Khasril, dari hasil interogasi tersangka Joni, ganja yang dibawanya akan diserahkan kepada tersangka Erick Aditya Korniawan. Tim kemudian bergerak melakukan penangkapan terhadap penerima ganja di Simpang tiga terminal Kiliranjao, jalan lintas Sumatera Nagari Muaro takung, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung.

“Kami lakukan pengembangan terhadap penerima, yaitu tersangka Erick Aditya Korniawan. Dari keterangan tersangka, ganja miliknya disimpan di Simpang Bukit, Nagari Bukik Batabuh, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam. Kita berangkat ke lokasi penyimpanan ganja dan ditemukan lagi 36 paket ganja,” jelas Brigjen Pol Khasril.

Brigjen Pol Khasril menuturkan, setelah penangkapan kedua tersangka kurir dan penerima, pihaknya kemudian melakukan pengembangan menangkap tersangka Ilham Saputra yang berada di Lapas Kota Pariaman. Dari hasil pemeriksaan, tersangka Ilham Saputra inilah menjadi otak pelaku peredaran ganja tersebut.

“Jadi, tersangka Ilham Saputra yang mengendalikan peredaran ganja dengan memanfaatkan peran dari tersangka Joni dan Erick. Dari pengakuaan kedua tersangka itulah, kita lakukan penangkapan terhadap tersangka Ilham Saputra di Lapas Kota Pariaman,” tegas Brigjen Pol Khasril.

Brigjen Pol Khasril mengakui, wilayah Sumbar berada pada jalur merah peredaran maupun perlintasan narkoba lantaran berbatasan dengan beberapa provinsi. Sehingga, pintu masuk ke Sumbar sangat banyak dan kondisi itulah yang dimanfaatkan para pengedar.

“Sudah sering kali saya sampaikan bahwa Sumbar ini merupakan jalur merah peredaran narkotika. Contohnya ganja, berasal dari Aceh dan Medan. Kemudian pintu masuknya adalah Pasaman Timur dan Pasaman Barat,” jelas Brigjen Pol Khasril.

Sementara untuk ganja, dikatakan Brigjen Pol Khasril, tidak menutup kemungkinan juga ada ladangnya yang belum diketahui lokasinya di mana. Namun hal tersebut, aparat yang berwenang di bidangnya bisa menelusuri hal tersebut.

“Sedangkan untuk peredaran sabu, didatangkan dari daerah Pekanbaru, kemudian tersebar di jumlah daerah seperti Bukittinggi, Payakumbuh dan sejumlah daerah lainnya,” ungkapnya disela-sela kegiatan pemmusnahan barang bukti.

Brigjen Pol Khasril juga menyinggung pengendalian ganja atau sabu oleh narapidana di Lembaga Pemasyarakatan, hingga kini belum bisa memutus rantai komunikasi (pengendalian narkotika). Kendala yang ditemukan, salah satunya terkait sulitnya kordinasi.

“Namun hal ini adalah wewenang Kemenkum dan Ham, Kalapas contohnya. Namun kami selalu bersinergi terkait permasalahan ini. Tapi sampai sekarang, pelanggaran narkotika ini, Indonesia pada umumnya dan khususnya Sumbar, hampir 70-80 persen bermuara ke Lapas,” tutupnya. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional