Menu

BLT Kanagarian Panti Rp 482 juta untuk 268 KK

  Dibaca : 691 kali
BLT Kanagarian Panti Rp 482 juta untuk 268 KK
Walinagari Panti Yefrialdi.

PASAMAN, METRO
Senin (13/7), Pemerintah Nagari Panti, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa tahap III kepada masyarakat miskin terdampak Covid-19.

Alokasi dana desa untuk BLT di Kanagarian Panti sebesar Rp 482 juta diberikan kepada 268 KK yang berhak menerima. Bantuan BLT dana desa tahap III tetap diberikan dengan besaran sama dengan tahap sebelumnya, yakni Rp 600 ribu per KK.

Walinagari Panti, Yefrialdi berpesan, agar warga penerima manfaat BLT menggunakan dana tersebut dengan baik. Bukan sebaliknya, untuk dihamburkan kepada hal yang tidak penting.

“Masa pandemi masih lama. Gunakan uang ini sehemat mungkin. Belikan sembako dan kebutuhan pokok dulu. Jangan untuk beli pulsa, rokok dan kebutuhan yang tidak penting,” pesannya.

Ia mengingatkan warga untuk tetap waspada dan tanggap karena pandemi masih berlangsung. Warga pun diimbau untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan, terutama saat berkunjung ke pusat keramian.

“Tetap waspada, disiplin dan patuhi protokol kesehatan. Tetap terapkan pola hidup bersih dan sehat, pakai masker, sering cuci tangan dan jaga jarak aman (social dan physical distancing) dimanapun berada,” ucapnya.

Yefrialdi menambahkan, bahwa penyaluran BLT Dana Desa bagi warga terdampak pandemi Covid-19 akan berlanjut tiga bulan ke depan, yaitu Juli hingga September 2020. Namun, dana yang akan diperoleh oleh masing-masing penerima manfaat akan turun dari Rp 600 ribu menjadi Rp300 ribu.

“Meskipun jangka waktu pemberian bansos diperpanjang, pemerintah akan mengurangi nilai nominal bansos dari Rp 600 ribu menjadi Rp 300 ribu per bulan terhitung pada Juli 2020 hingga September 2020,” katanya.

Sementara untuk calon penerima, Yefrialdi menyebut masih tetap yang sebelumnya. Namun jika ada perubahan karena ada warga belum tercover dari berbagai jenis bantuan bisa diakomodir, selama penerima memenuhi syarat.

“Bisa saja, yang terpenting legalitasnya dalam bentuk perwanag dan diputuskan melalui musyawarah nagari,” ujarnya.

Sebelumnya, warga terdampak mendapat bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp 600 ribu setiap bulan selama tiga bulan mulai April hingga Juni 2020. (cr6)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional