Menu

Blok Rokan Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi, PLN Jaga Pasokan Listrik demi  Ketahanan Energi NKRI

  Dibaca : 85 kali
Blok Rokan Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi, PLN Jaga Pasokan Listrik demi  Ketahanan Energi NKRI
Blok Rokan.

JAKARTA, METRO–PT PLN (Persero) me­mastikan keandalan pa­sokan listrik untuk Wilayah Kerja (WK) Rokan, sebagai bukti nyata mendukung keberlanjutan blok migas yang menyumbang 25 per­sen dari total produksi minyak nasional. Langkah ini merupakan upaya PLN demi menjaga ketahanan energi di Tanah Air.

PLN resmi mulai me­ngalirkan listrik dan uap ke WK Rokan mulai 9 Agustus 2021 Pukul 00.00 WIB. Hal ini sejalan dengan alih ke­lola Blok Rokan dari peru­sahaan migas asal A­me­rika Serikat, PT Chevron Pacific Indonesia ke PT Pertamina Hulu Rokan (P­HR).  Ini menjadi tonggak sejarah penting bagi Indonesia. Sebab sejak 1951 dikelola Chevron, akhirnya blok migas terbesar di Indonesia tersebut kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

“Bagi PLN, ini meru­pakan pembuktian bahwa kita mampu mengelola pembangkit untuk me­me­nuhi kebutuhan listrik di wilayah kerja migas skala besar, seperti Blok Rokan.” kata Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini.

Guna menjamin pa­so­kan listrik dan uap dalam operasional WK Rokan, PLN dan PHR telah me­nyepakati dan menan­da­tangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dan Uap (PJBTLU) pada 1 Februari 2021 lalu. Dalam melayani kebutuhan listrik dan uap WK Rokan, PLN meren­canakan 2 tahap yaitu ma­sa transisi dan masa per­manen.

Pada masa transisi, PL­N memanfaatkan pem­bangkit listrik eksisting yang akan berlangsung selama 3 tahun. PLN sen­diri telah mengakuisisi saham perusahaan pem­bangkit eksisting yang se­lama ini melistriki WK Ro­kan, yaitu PLTG North Duri Cogen 300 MW dan did­u­kung PLTG Minas dan Central Duri sebesar 130 MW.

“Jangka pendek kami gunakan listrik dari pem­bangkit yang selama ini sudah pasok listrik ke Ro­kan sambil tiga tahun ini kami menyiapkan jaringan listrik untuk meng­hu­bung­kan WK Rokan dengan sistem kelistrikan Su­ma­tera,” ujar Zulkifli.

Pada tahap kedua, ma­sa layanan permanen akan mengandalkan pem­bang­kit dan jaringan PLN yang dimulai pada 2024. PLN akan melakukan inter­ko­neksi sistem Blok Rokan dengan sistem kelistrikan Sumatera, dengan kapa­sitas 400 megawatt (MW).

“PLN juga akan me­ngam­bil dari Sistem Su­matera yang sudah cukup besar kesediaan dayanya dan sistemnya, baik di su­plai dari sistem dari Se­latan maupun Utara mela­lui sis­tem 275 KV dan akan men­jadi 500 KV,” jelas Zul­kifli.

Selain itu, PLN me­mas­tikan penyediaan pasokan listrik yang andal dari Sis­tem Sumatera ke Blok Ro­kan dilakukan dari tiga sumber.

PLN juga menyam­pai­kan rasa terima kasih atas kepercayaan Pertamina Hulu Rokan untuk me­me­nuhi kebutuhan listrik WK Rokan.

“Dengan sinergitas ini menunjukkan bahwa anak bangsa bisa mengelola blok penghasil minyak ter­besar di Indonesia,” pung­kas Zulkifli. (*)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional