Menu

Bisnis Ikan Hias Meroket di Tengah Pandemi Covid-19

  Dibaca : 139 kali
Bisnis Ikan Hias Meroket di Tengah Pandemi Covid-19
PELATIHAN— KKP menyelenggarakan Pelatihan Membenihkan dan Membesarkan Ikan Rainbow, Selasa (14/7).

JAKARTA, METRO
Pandemi Covid-19 tak terelakkan berdampak pada perlambatan ekonomi global termasuk Indonesia. Kendati demikian, bisnis ikan hias tengah mengalami peningkatan. Tak hanya menjadi primadona di dalam negeri, permintaan eskpor terhadap ikan hias pun cukup tinggi.

Menangkap peluang ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) menyelenggarakan “Pelatihan Membenihkan dan Membesarkan Ikan Rainbow” pada Selasa (14/7).

Hadir dalam kesempatan ini Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) Lilly Aprilya Pregiwati dan Plt. Kepala Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Medan Simparta Br Sitepu selaku penyelenggara pelatihan.

Turut hadir pengurus Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) Mina Mulya Didi Supendi selaku fasilitator dalam pelatihan ini. Kepala BRSDM Sjarief Widjaja mengungkapkan, pelatihan ini dilaksanakan sejalan dengan program pemerintah yang tengah mendorong tumbuhnya UMKM-UMKM baru. Pasalnya, pembatasan gerak dan aktivitas sosial dalam masa pandemi mengakibatkan banyak perusahaan harus merumahkan pekerjanya.

“Tumbuhnya usaha mikro kecil menengah (UMKM) dinilai dapat berkontribusi besar memulihkan perekonomian Indonesia,” tuturnya.

Ikan rainbow (Glossolepis incisus) merupakan endemik perairan tawar tanah Papua. Ikan ini banyak ditemui di Danau Ayamaru dan Danau Sentani serta rawa-rawa berair jernih. Total terdapat 20 jenis ikan rainbow di Indonesia. Berukuran paling panjang sekitar 15 cm, ikan rainbow berbentuk pipih dan memiliki mulut unik menyerupai tabung. Ikan ini tidak agresif sehingga dapat disandingkan dengan ikan hias lainnya seperti botia, molly, dan guffy.

“Ikan rainbow cukup diminati di kalangan hobiis. Sesuai namanya, ikan ini memiliki warna tubuh yang indah seperti pelangi dan tubuh yang mungil. Dengan warna-warni yang mencolok, ikan ini banyak diminati sebagai ikan hias,” jelas pengurus P2MKP Mina Mulya Didi Supendi selaku instruktur pelatihan.

Bahkan, pria yang aktif sebagai supplier bagi para eksportir dalam beberapa tahun terakhir ini mengungkapkan bahwa hingga saat ini dirinya belum mampu memenuhi permintaan pasar. Amerika Serikat, Eropa, Australia, Jepang, dan Korea menjadi beberapa negara peminat ikan rainbow dari Indonesia. Hal ini menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk membuka usaha budidaya.

“Ikan rainbow merupakan ikan asli dari negara kita. Peluangnya masih sangat besar untuk kita budidayakan dan pasarkan. Kalau bukan kita, siapa lagi?,” ucapnya.(*/uki)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional