Menu

Bisnis Bunga Hias Menggeliat di Pasaman

  Dibaca : 152 kali
Bisnis Bunga Hias Menggeliat di Pasaman
USAHA KREATIF— Anggota DPRD Pasaman Fraksi PPP Yulius Erita saat memperlihatkan salah satu bunga kaktus hasil usaha kreatif ibu rumah tangga di Kecamatan Bonjol Pasaman.

PASAMAN, METRO
Di masa pandemi Covid-19 ini, warga Kecamatan Bonjol di Kabupaten Pasaman mulai mencoba sebuah usaha ekonomi kreatif. Salah satunya yakni menanam bunga hias di setiap pekarangan rumahnya.

Para ibu rumah tangga tampak menanam berbagai jenis bunga hias salah satunya bunga kaktus. Selain menanami bunga hias, para ibu-ibu rumah tangga memanfaatkan halaman rumah sebagai lokasi berjualan.

Di Pasaman, salah satu usaha ekonomi kreatif bunga terlihat tumbuh subur di Nagari Ganggo Mudiak dan Ganggo Hilir, Kecamatan Bonjol. Bonjol daerah yang penuh dengan sejarah dengan memiliki iklim tropik yang dapat menunjang tumbuh kembangnya aneka bunga kaktus.

Salah seorang ibu rumah tangga, Yenti (32) mengungkapkan, jika dirinya senang mengoleksi berbagai jenis bunga dengan memanfaatkan halaman rumahnya khususnya kaktus. “Ya, selain hobi, saya juga suka melihat warna berbagai jenis bunga, apalagi harga bunga kini mulai naik tentu kita sebagai ibu rumah tangga tambah semangat,” jelas Yenti.

Dijelaskan Yenti, harga bunga bervariasi mulai dari harga Rp15 ribu hingga Rp 300 ribu, tergantung jenis bunganya. Peminatnya warga lokal, ada juga dari luar daerah seperti Bukitinggi, Payakumbuh dan Padangpanjang,” tukasnya.

Ia berharap kepada Pemkab Pasaman agar memperhatikan usaha kreatif yang dilakukan para ibu-ibu di Pasaman. Sementara satu anggota DPRD Pasaman dari Fraksi PPP Yulius Erita mengungkapkan cukup bangga dan senang dengan upaya dan hasil usaha kreatif yang dikembangkan di Pasaman.

“Apalagi, saat ini merupakan masa-masa pandemi yang mempengaruhi ekonomi kerakyatan tentunya kita cukup senang mendengar usaha yang dimiliki para ibu-ibu rumah tangga di Pasaman,” jelas Erita.

Salah satunya para ibu-ibu di Kecamatan Bonjol Pasaman, seakan tahu dan paham dengan kondisi alam, warga Bonjol mulai mengkoleksi bunga kaktus dengan berbagai varian, hanya menggunakan rak sederhana.

Kemudian, lanjut Erita dengan bermunculan pedagang bunga tentunya membuka peluang kerja baru seperti membutuhkan jasa penyedia tanah hitam, sekam, kohe, penjual pupuk bunga, sampai kurir, kang antar bunga keliling, tukang kayu dan tukang pandai besi pembuat rak bunga. Belum lagi, penjual pot bunga yang menjamur di setiap sudut jalan.

“Usaha ini tidak lagi sekedar hobi untuk menghilangkan jenuh di masa pandemi, tetapi beralih menjadi bisnis yang mengasyikan, bisnis kecil, yang bersifat sambilan, tetapi berkat ketekunan dan kepiawaian menata bunga, bisnis ini mampu mendatangkan pundi pundi rupiah bagi pelaku usaha. Dari kegiatan positif dapat meningkatkan ekonomi keluarga,” ungkapnya. (cr6)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional