Menu

Birokrasi Kacau, Mahasiswa UPI Padang Demo Kampus

  Dibaca : 2179 kali
Birokrasi Kacau, Mahasiswa UPI Padang Demo Kampus
WAMENAG— Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi menilai edukasi masyarakat terkait vaksinasi dan pencegahan penularan Covid-19 sangat penting.
Demo UPI -- web

Puluhan mahasiswa Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK Padang menggelar aksi demo tepat di depan rektorat, Selasa (24/11/2015) pagi. Para mahasiswa kecewa karena tidak dapat menemui langsung pimpinan rektor. Mereka menolak birokrasi di kampus yang kacau.

LUBEG, METRO–Puluhan mahasiswa Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK Padang menggelar aksi demo tepat di depan Rektorat Kampus tersebut, Selasa (24/11) pukul 09.30 WIB. Aksi demo tersebut berjalan damai, tetapi mahasiswa tidak dapat menemui langsung pimpinan rektor. Terlihat, mahasiswa dengan menggunakan almamater berwarna kuning dari berbagai fakultas menyampaikan orasi.

Sebagai ungkapan belasungkawa mereka, mahasiswa ini juga ada yang membawa keranda mayat yang sengaja dibuat dan diberi aroma bau melati. ”Jemput Pulang Rektor”, itulah yang selalu disampaikan oleh para mahasiswa. Ini adalah sebuah gerakan sosial yang digagas oleh mahasiswa dan merupakan kegelisahan mahasiswa atas seluruh persoalan kampus yang tak kunjung selesai.

Demo yang berjalan damai tersebut juga menjadi tontonan bagi mahasiswa lain yang tidak ikut dalam aksi menuntut persoalan kampus yang selama ini dialami. Sementara itu, tidak terlihat satu pun dosen yang berada disekitaran kampus saat demo berlangsung. Mahasiswa juga menuntut transparansi dari kampus, seperti status UPI Convention Center dan UPI Sport Exhibition.

”Mengapa mahasiswa harus bayar, sedangkan itu termasuk fasilitas dari kampus, bukan fasilitas umum,” terang Aris Setiabudi, Presiden Mahasiswa UPI sekaligus koordinator demo.

Dia juga menyayangkan pimpinan kampus karena apa yang ditawarkan kepada mahasiswa saat masuk ke kampus tidak sesuai, seperti fasilitas olahraga. ”Tempat itu sendiri tidak digunakan sesuai dengan fungsinya, apalagi gedung olahraga memakai AC. Jelas tidak layak dan tidak sesuai aturan serta birokrasi peminjaman,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, saat ini kualitas dosen yang dimiliki kampus tidak sesuai yang diharapkan. ”Kita kecewa sekali dengan kualitas dosen yang dimiliki kampus, sebab perbandingan dosen dan mahasiswa tidak sesuai dengan aturan. Tidak hanya itu, kampus UPI sendiri tidak memiliki guru besar yang sangat diharapkan sekali oleh mahasiswa,” terangnya.

Mahasiswa juga kecewa, sebab kampus besar dan terkenal dengan kampus IT di Sumbar ini sama sekali tidak memiliki klinik kesehatan. Tidak hanya itu, wifi kampus pun untuk mengakses internet tidak layak dan tak sesuai dengan aturan yang ingin digunakan mahasiswa.

Puas berorasi, sekitar pukul 11.00 WIB, aksi para mahasiswa ini pun bubar dengan sendirinya dan damai. Tapi, para mahasiswa ini tetap kecewa karena tidak dapat menemui pihak pimpinan kampus secara langsung. Untuk itu, mahasiswa akan terus melakukan aksi demo lagi dan menyampaikan orasinya sampai bertemu dengan pimpinan kampus.

”Apabila pimpinan kampus tidak dapat menemui kami secara langsung, kami akan melakukan aksi ini terus-menerus bahkan melakukan aksi yang lebih besar,” terang Aris Setiabudi.

Sementara, saat dikonfirmasikan kepada jajaran petinggi kampus, tidak seorang pun memberikan tanggapan. Beberapa wartawan juga mencoba mengonfirmasi dan tidak bisa menemui pihak kampus. Bahkan, saat menghubungi WR III UPI, nomor handphonenya 081266247** pada pukul 17.55 WIB, tidak aktif.

Sedangkan, saat sejumlah wartawan mengontak Rektor UPI YPTK, Sarjon Defit, juga tidak ada tanggapan atau respon sama sekali. (cr13)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional