Close

BINDA Sumbar Gelar Vaksin Bagi 12 Ribu Warga di Enam Kabupaten,Kejar Target 2 Juta Peserta Vaksin

SAKSIKAN—Kepala Badan Intelejen Negara Daerah (Binda), Sumatra Barat Hendra, menyaksikan proses vaksinasi dan menyerahkan bantuan sembako bagi warga yang terdampak Covid-19 di Pasar Kubang, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota, Sabtu (4/12)

LIMAPULUH KOTA, METRO–Badan Intelejen Negara Daerah (BINDA) Su­matra Barat, Sabtu (4/12) kem­bali menggelar program vaksinasi dengan target peserta sebanyak 12 ribu yang ter­sebar di Enam Kabupaten yakni Tanah Datar, Agam, Kabupaten Solok, Kepulauan Mentawai, Padang Pariaman dan Kabupaten Limapuluh Kota. Menurut Kepala BINDA Sumatra Barat Hendra, pihaknya kini sedang berupaya keras untuk meningkatkan partisipasi peserta vaksinasi. Pasalnya, Perintah Presiden RI Joko Widodo kepada Kepala BIN, Jenderal Polisi (P). Budi Gu­na­wan, target peserta vaksinasi di seluruh pro­vinsi di Indonesia harus mam­pu mencapai angka 2 Juta peserta hingga akhir tahun ini.

“Hari ini, kita laksanakan program vaksinasi mas­­sal di enam Kabupaten. Total target peserta sebanyak 12 ribu. Angka capaian vaksinasi 70 persen untuk Sumatra Barat harus mampu kita capai. Ini program pemerintah sebagai bagian dari upaya untuk mengakhiri pandemik Covid-19,”kata Hendra.

Lebih lanjut Hendra, BINDA Sumatra Barat akan terus meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan seluruh Jajaran Pemda, Polda, TNI, serta stakeholder terkait lainnya agar target peserta vaksinasi yang dite­tapkan oleh Presiden Joko Widodo sebesar 70 persen hingga akhir tahun 2021 ini, dapat tercapai, sehingga Herd Immunity atau kekebalan kelompok dapat terwujud. “Untuk mencapai target itu, tak akan bisa tercapai jika hanya BINDA saja yang bekerja. Maka dari itu, kita perkuat koordinasi an­tar Lembaga. Target capaian persentase vaksinasi 70 persen itu tidak gampang, butuh sinergi yang kuat termasuk dengan ma­sya­­ra­kat,”ujar Hendra.

Masih masifnya disinformasi tentang vaksin, Hendra mengimbau kepada seluruh lapisan masya­rakat untuk tidak terpengaruh. Vaksin, sudah terbukti aman. Jika ada mas­ya­rakat yang membutuhkan informasi valid soal vaksin, bisa ditanyakan langsung kepada otoritas terkait dalam hal ini, Dinas Kesehatan. “Kita imbau, masyarakat tidak terpengaruh dengan berita hoax terkait vaksin yang disebar oleh orang-orang maupun kelompok yang tidak bertan ggung jawab. Secara kajian ilmiah medis, vaksin dinyatakan aman,”kata Hendra.

Mengingat potensi le­da­kan kasus gelombang ke­tiga masih bisa terjadi, BINDA Sumbar kata Hendra mengimbau masya­ra­kat untuk tidak atau minimal membatasi perjalanan keluar kota disaat perayaan Natal 2021 dan ta­hun baru nanti.  “Kita imbau untuk tidak atau minimal batasi mobilitas saat perayaan natal dan tahun baru nanti. Kita waspadai munculnya klaster-klaster baru yang berpotensi menjadi ledakan gelombang ketiga,”ujar Hendra lagi.

Masih banyaknya warga yang terdampak pandemi, Hendra menyebutkan jika pihaknya tak hanya melakukan sosialisasi dan pelaksanaan program vaksinasi saja. Namun, juga turut serta memberikan bantuan sembako untuk meringankan beban warga menengah terba­wah yang terdampak pandemi. “Kita juga memberikan bantuan sembako. Ini, bukan agar masyarakat rame datang ke gerai vak­sin kita. Tapi, bentuk ke­pedulian pemerintah ter­ha­dap ma­sya­rakat yang ter­dam­pak pandemi ini,”­ujar Hendra.

Diketahui, berdasarkan data rilis Kementrian Ke­seha­tan RI saat ini capaian ang­ka vaksinasi di Sumatra Ba­rat untuk dosis pertama sudah menyentuh angka 55.25 persen dan untuk dosis ke­dua baru 29.25 per­sen.­”Datangi Rumah Pro­duk­si Te­nun, Vaksinasi Door­ to Door”

Khusus di Kabupaten Limapuluh Kota, selain melaksanakan vaksinasi di pasar Kubang, Kecamatan Guguak, BINDA Sumatra Barat juga mendatangi rumah produksi tenun Ku­bang H. Ridwan BY milik Rahmi. Sejumlah pekerja tenun Kubang, diberikan suntikan vaksin baik yang baru menerima dosis pertama maupun dosis kedua.

Hendra menegaskan, selain mendirikan gerai vaksin di sejumlah titik, konsep door to door yang digagas kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Polisi (P). Budi Gunawan, tetap dilaksanakan. Sehingga, target yang ditetapkan Presiden Joko Widodo sebanyak 2 juta hingga akhir tahun ini, dapat tercapai.

Sebagai bentuk kepe­du­lian terhadap masyara­kat yang terdampak pandemi, Badan Intelijen Ne­gara kata Hendra juga mem­berikan bantuan sembako. Hadiah berupa dor prize juga di­berikan kepada peserta vaksin sebagai bentuk apresiasi karena sudah ikut serta mensukseskan program vaksinasi massal ini. “Kita juga berikan sembako untuk warga yang terdampak pandemic. Mudah-mudahan meski sedikit, namun bisa membantu keringanan warga yang terdampak. Pun dengan dor prize juga kita berikan. Ini, semata wujud apresiasi kita untuk warga yang ikut mensukseskan program vaksinasi,”tutup Hendra. (rom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top