Close

BIN dan Polisi Buru Peretas Situs Sekretariat Kabinet

DIRETAS—Tangkapan layar situs Sekretariat Kabinet yang diretas.

JAKARTA, METRO–Situs resmi Sekretariat Kabinet (Setkab) yakni setkab.go.id diretas oleh oknum yang tidak ber­tanggung jawab yang menamakan dirinya Pa­dang Blackhat.

Menanggapi hal ter­sebut, Juru Bicara Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Purwanto me­nga­takan pihaknya te­lah melakukan penye­lidi­kan dengan ber­koor­dinasi dengan pihak ke­polisian untuk menang­kap pelaku peretasan tersebut.

“Menyikapi pere­ta­san situs Sekretariat Ka­binet, BIN me­ngam­bil langkah upaya pe­nyelidikan untuk meng­ung­kap pelakunya,” ujar Wawan saat dikon­firmasi, Sabtu (31/7). “Langkah tersebut juga dikoordinasikan dengan pihak kepolisian untuk bersama-sama mela­kukan pengusutan lebih lanjut guna mem­bong­kar dan memproses hu­kum pelaku peretasan,” tambahnya.

Wawan menu­tur­kan, peretasan situs ada­lah perbuatan yang dilarang oleh hukum. Bahkan pelaku bisa di­jerat Undang-Undang (UU) Nomor 11/2008 ten­tang Informasi dan Tran­saksi Elektonik (ITE). “Peretasan adalah sua­tu pelanggaran hukum. Di Indonesia, aturan soal peretasan telah dimuat dalam UU ITE,” katanya.

Adapun situs set­kab.­go.id menjadi wadah untuk menginformasikan ke­gia­tan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan juga para menteri di Kabinet Indonesia Maju tersebut.

Diketahui, situs set­kab.­go.id diretas sekira pukul 09.00 WIB, Sabtu (31/7). Laman resmi tersebut men­dadak menampilkan foto seorang demonstran yang tengah memegang Bendera Merah Putih.

Foto itu diketahui bera­sal dari aksi demonstrasi di Gedung DPR pada 2019 silam. De­monstran yang terfoto ada­lah seorang siswa Se­ko­lah Menengah Atas yang nampak meme­gang ben­dera Merah Putih di tengah lontaran gas air mata.

Tak ada opsi untuk me­milih laman lain dalam tampilan web Setkab yang diretas. Di ba­wah foto, tertulis bahwa ia diretas oleh Zyy Ft Lutfifake.

Peretas me­nulis­kan narasi bahwa ke­ka­cauan tengah ter­jadi dan Indonesia se­dang tidak baik-baik saja. Ia merujuk pada kebijakan pemerintah yang menerapkan Pem­­berlakuan Pem­ba­tasan Kegiatan Ma­syarakat (PPKM), dan mengharuskan warga tinggal di rumah. Ia menyebut masya­ra­kat stres dan depresi akibat hal ini. “Pengua­sa menikmati dunia­nya sendiri dengan gaji yang mengalir setiap hari. Di mana ke­adilan di negara ini?” tulis peretas itu.

Peretas juga me­nyebut Sila Pertama Ketuhanan yang Ma­ha Esa, namun sila 2 hingga 5 tak ada peru­bahan.

Berikut per­nya­ta­an lengkap peretas dalam situs Sekre­ta­riat Ka­binet di set­kab.­go.id

“Kekacauan Di­mana-mana, Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja. Rakyat Ha­rus Dirumah Tanpa Ada Dispensasi Dan Kompensasi Apapun Yang Membuat Rakyat Indonesia Merasa Stress Dan Depresi. Penguasa menikmati Dunia nya sen­diri Dengan Gaji Yang Me­ngalir Tiap Hari. Di mana Keadilan Di Negara Ini. Pancasila,” tulis peretas tersebut. (jpg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top