Menu

Bikin Resah, Harimau Sumatra Akhirnya Masuk Perangkap, Seekor lagi Masih Berkeliaran

  Dibaca : 398 kali
Bikin Resah, Harimau Sumatra Akhirnya Masuk Perangkap, Seekor lagi Masih Berkeliaran
Ilustrasi

SOLOK, METRO
Seekor Harimau Sumatra masuk dalam perangkap yang sengaja dipasang petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar di Jorong Rawang Gadang, Nagari Simpang Tanjuang Nan Ampek, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok, Minggu (6/12).

Sebelumnya, masyarakat dibuat resah dengan berkeliarannya dua ekor harimau di Nagari Simpang Tanjung Nan Ampek, persisnya di Jorong Rawang Gadang dan Jorong Ingu. Khawatir hewan ternak menjadi sasaran, warga pun sempat melakukan ronda.

Menindaklanjuti keresehan masyarakat itulah dan menjamin keselamatan masyarakat sekitar dari serangan harimau itu, petugas BKSDA Sumbar memang sengaja memasang sejumlah perangkap. Pihak BKSDA Sumbar memasang sekitar 4 sampai 5 box traps untuk memancing Harimau dengan beragam umpan.

Badan Konservasi Sumberdaya Alam Sumatra Barat (BKSDA) Sumbar melalui Kepala BKSDA Resort Solok, Afrilius mengatakan, harimau tersebut memang dijebak menggunakan box traps atau perangkap yang dipasang di beberapa titik. Hasilnya, baru satu ekor harimau yang berhasil ditangkap di Jorong Rawang Gadang.

“Sementara yang muncul di jorong Lurah Ingu masih belum tertangkap. Kemarin itu ada empat box traps, kita kasih umpan ayam dan anjing, karena belum juga, kita tambah satu lagi dan umpan dengan anjing, dan pagi tadi akhirnya satu ekor Harimau masuk perangkap. Proses selanjutnya, harimau yang masuk perangkap itu akan dibawa ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRHSD),” kata Afrilius.

Dijelaskan Afrilius, sampai kini di daerah Jorong Lurah Ingu masih tetap dilakukan pengawasan, karena sebelumnya sejak Jumat (4/12) malam warga Jorong Lurah Ingu dihebohkan dengan harimau yang menerkam seekor anjing. Setelah menerkam seekor anjing, harimau tersebut sudah tidak menampakkan diri lagi dan jejaknya pun sulit ditemukan.

“Khusus di Jorong Lurah Ingu, pihaknya masih melakukan mengamanan kepada masyarakat yang hendak beraktivitas ke kebun. Kemudian di lokasi masih dipasang perangkap. Saat ini masih tersisa tiga perangkap lagi dengan umpan berupa ayam, anjing, dan kambing,” jelasnya.

Sementara itu, Manajer Operasional PRHSD Arsari Kartika Amarilis memastikan individu harimau yang sedang dievakuasi ke PRHSD adalah Putri Singgulung. Hal itu diketahui setelah dilakukan pemeriksaan dan identifikasi yang ternyata harimau tersebut merupakan harimau yang pernah dilepasliarkan pihak BKSDA Sumbar bersama tim gabungan lainnya beberapa waktu lalu.

“Tim BKSDA dan PRHSD sudah mencocokkan belang dari harimau yang masuk kandang perangkap dengan dokumen yang kami miliki. Kondisi Putri Singgulung secara umum baik, hanya ada luka kecil di beberapa bagian tubuh. Setelah tiba di PRHSD Arsari, sesuai dengan prosedur standar operasi kami, harimau Putri akan kami karantina kembali untuk observasi kesehatan dan perilaku sehingga nanti hasilnya dapat menjadi acuan untuk rencana selanjutnya,” ujar Kartika.

Terpisah, Camat Danau Kembar, Eka Putra mengatakan, kemunculan harimau itu muncul di dua tempat sebanyak empat kali. Awal kemunculan harimau diketahui malam dinihari, muncul di Kawasan lurah Ingo Nagari Simpang Tanjuang Nan Ampek.

“Diduga usai menyantap anjing warga, harimau yang ukurannya besar itu terlihat tidur di tepi jalan, dekat dengan rumah warga. Warga bersama petugas sempat berusaha menghalau harimau itu ke dalam hutan,” kata Eka Putra.

Ditambahkan Eka Putra, berselang setengah jam usai supaya pengusiran, masyarakat di kawasan Rawang Gadang juga dikejutkan dengan kemunculan harimau. Bahkan, harimau dilaporkan tidur dekat kawasan parkir kendaraan masyarakat yang berladang.

“Pada sore harinya, harimau yang sempat muncul di Rawang Gadang kembali keluar ke kawasan pemukiman warga. Dan kembali menghilang dalam semak. Untuk mengantisipasi agar masyarakat tidak menjadi korban, petugas BKSDA Sumbar melakukan pemasangan perangkap untuk menangkap harimau,” tutupnya. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional