Close

Bidang Usaha Makanan dan Minuman, Berikan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat di Kota Pariaman

Berikan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Bidang Usaha Makanan dan Minuman

PARIAMAN, METRO–Wali Kota Pariaman Genius Umar, kemarin, membuka pelatihan pemberdayaan masyarakat bidang usaha makanan dan minuman khas Kota Pariaman. Kegiatan tersebut diselenggarakan Balai Besar Pendidikan dan Pe­latihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang be­kerjasama dengan Dinas Sosial Kota Pariaman.

“Hari ini kita melakukan pelatihan  terhadap 30 orang Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) se Kecamatan Pariaman U­tara di bidang usaha makanan dan minuman khas Pariaman ,” ujar Genius Umar, kemarin.

Dengan bekal kewi­ra­usahaan ini diharapkan anggota PKH di Kota Pa­riaman bisa membuat usaha sendiri sehingga bisa menambah pendapatan keluarga serta membawa mereka keluar dari kemiskinan.

Dikatakannya, Pemko Pariaman banyak memiliki program untuk penanggulangan kemiskinan.  Hampir semua warga Kota Pa­riaman itu menerima bantuan secara merata baik dari pemerintah pusat mau­pun daerah.

Namun, lanjut Genius, kita tidak harus menunggu bantuan itu untuk menanggulangi kemiskinan. Oleh sebab itu, Pemko Pariaman membuat program pendi­dikan gratis Program Wajib Belajar 12 tahun dan Program Saga Saja bagi warga Kota Pariaman kurang mampu. Terkait angka kemiskinan di Kota Pariaman, menurut data, warga de­ngan status kemiskinan ekstrim di Kota Pariaman itu berjumlah 250 orang. Kita ingin tahun ini kita tuntaskan semuanya. “Sekarang kita sedang mendata by name by adress, siapa dan dimana alamat warga yang masuk kategori kemiskinan ekstrim ini,” ulasnya.

Genius Umar menyampaikan ucapan terima kasih kepada BBPPKS Padang yang telah menggelar pe­latihan ini. Genius berha­rap peserta dapat mengi­kuti pelatihan ini dengan serius sampai selesai,  mu­dah-mudahan setelah pe­latihan ini para peserta bisa membuka usaha sen­diri sehingga dapat menambah eko­nomi keluar­ganya.

Kepala Bagian Tata Usaha BBPPKS Padang, Arif Rohman mengatakan, sa­sa­ran dari pelatihan ini ialah  KPM PKH yang berusia dibawah 40 tahun. Pe­latihan diadakan selama lima hari dari tanggal 16 s/d 20 November 2022. Arif menyebutkan, kegiatan ini bertujuan untuk mening­katkan pengetahuan dan keterampilan dalam berusaha bagi penerima manfaat agar lebih mandiri dan berkelanjutan serta dapat meningkatkan pendapatan keluarga secara bertahap, memiliki tabungan, dan akhirnya bisa lepas dari program bantuan sosial. Diharapkan setelah me­ngi­kuti pelatihan ini, mereka mampu bangkit dan bisa menggerakkan masya­ra­kat lainnya agar bangkit dari ketidakberdayaan. (efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top