Close

Bicarakan Soal Tarif Batu Bara, Inkop Primer Utus Wakil SDM Chandra ke Pulau Baai

FOTO BERSAMA— Wakil Ketua Inkop Primer Indonesia, Bidang SDM Chandra foto bersama dengan Kasi Lala Didik, Agus Budianto, Mustafa dan perangkatnya usai acara.

BENGKULU, METRO–Menyikapi persoalan  ta­rif atau upah yang dilami oleh Koperasi Bongkar Muat, Pulau Baai, Bengkulu, ­Induk Koperasi Indonesia (Inkop)  Primer mengutus Wakil Ketua Bidang Sum­ber Daya Manusia (SDM) Chandra untuk  mem­­bicarakan dengan pihak terkait.

 Chandra yang juga sebagai Sekretaris Inkop Primer ini dalam pertemuan yang dihadiri oleh Ketua Koperasi TKBM Dumai Agus Budianto, Ketua TKBM Pulau Baai, Bengkulu Mustapa dan KSOP  Pulau Baai yang diwakili oleh Kepala Seksi Lalu Lintas Laut (Kasi Lala) Didik.

Kepada peserta rapat Chandra menjelaskan bahwa mengenai tarif  batu bara, tidak bisa turun begitu saja, karena sudah diatur  dalam Undang Undang Ketenagaankerjaan RI. “Namun untuk  naik, diyakini bisa,” ujar Wakil Inkop Primer Indonesia Chandra di Padang usai kegiatan kemarin.

Disebutkan Chandra yang baru sepekan ini dari Masakar juga membicarakan kelangsungan organisasi TKBM  di situ, mengingatkan kepada pengurus TKBM Pulau Baai, Bengkulu untuk segera menggelar RAT dan melakukan    Kontrak Kerja Bersama (KKB) dengan Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia  (APBMI) dengan segera. “Lakukanlah  langkah langkah ini secepatnya, agar kelangsungan oraganisasi untuk men­ciptakan anggota sejehtera tercapai,”sebut Chandra.

 Seperti diketahui, bahwa nilai ekspor batu bara dari Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu pada Februari 2021 tercatat mencapai 10 juta dolar AS  dan menjadi penyumbang ekspor terbesar dari daerah itu. Nilai ekspor itu mengalami peningkatan dibanding Januari yang tercatat sekitar 8,3 juta dolar AS.

”Batubara ini menjadi komoditas ekspor terbesar dari Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu dan perannya terhadap nilai ekspor mencapai 100 persen,” sebut Chandra, yang juuga menjabat sebagai Ketua Koperbam Telukbayur ini.

 Selain itu, secara keseluruhan nilai ekspor Beng­kulu pada Februari 2021 mencapai 17,11 juta dolar AS, meningkat cukup tinggi yakni 31,82 persen bila dibanding Januari lalu yang mencapai 12,98 juta dolar AS.

Peningkatan itu terjadi seiring dengan perkem­bangan ekonomi global yang saat ini berangsur pulih karena dampak pandemi COVID-19 yang su­dah berlangsung satu ta­hun.

Negara utama tujuan ekspor Provinsi Bengkulu pada Februari 2021 yaitu ke Thailand 3,05 juta dolar AS atau sebesar 17,83 persen, Malaysia 2,90 juta dolar AS atau 16,96 persen, Philipina 2,67 juta dolar AS atau 5,59 persen dan negara lainnya sebesar 8,49 juta dolar AS atau sebesar 49,62 persen.

”Memang didominasi negara ASEAN yaitu 57,62 persen, kemudian Uni Eropa 8,62 persen dan negara-negara lain 33,76 persen,” jelasnya.

Sebesar 67,27 persen dari berbagai komoditas unggulan Provinsi Bengkulu diekspor melalui Pelabuhan Pulau Baai. sisanya di ekspor melalui daerah lain seperti di Pelabuhan Teluk Bayur, Sumatera Barat, pelabuhan Boom Baru, Su­matera Selatan, Pelabuhan Tanjung Priok, dan bandara Soekarno Hatta.

“Untuk itulah  diharapkan semua pihak untuk diminta kebersamaannya dalam menyikapi persoa­lan tersebut,” ajaknya.

Lebihjauh dikatakan Chandra, bahwa hingga saat ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan perubahan tarif royalti untuk komoditas batubara dan emas masih dibahas pada tingkat pemerintah.

Perubahan tarif royalti akan dilakukan melalui Peraturan Pemerintah (PP). Lalu, terlebih dulu mesti ada revisi pada PP Nomor 81 Tahun 2019 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kementerian ESDM.

“Kalau sudah ada kese­pakatan antara semua pihak, lalu akan diteruskan pembahasan untuk revisi PP. Ini kan pungutan kepada masyarakat, harus ada dasar hukum,” tegas Wakil Ketua Inkop Primer Indonesia ini.

Sedangkan pada ting­kat pemerintah, kata Chandra, persetujuan dibahas me­lalui Kementerian ESDM, Kementerian Ke­uangan dan Kementerian Hu­kum dan HAM.   “Jadi inilah patokan kita bersama. Untuk itu sekali lagi saya meinta kebersamaan semua unsur di pelabuhan ini menindaklanjuti  persoalan tarif batu bara,”  sebut Chandra. (ped)  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top