Menu

Biaya Diklat KRK Turun Dratis, Tak Ikut Dipecat, Jumlahnya Diciutkan 

  Dibaca : 71 kali
Biaya Diklat KRK Turun Dratis, Tak Ikut Dipecat, Jumlahnya Diciutkan 
ARAHAN—Ketua Koperbam Telukbayur Chandra berikan arahan saat rapat singkat dengan KRK patuhi prokes Covid-19.

PADANG, METRO–Gigihnya perjuangan Ketua Koperbam Teluk­bayur Bayur, Cahndra saat rapat Induk Koperasi (In­kop) Indonesia  minggu lalu di Makasar salahsatu topik­nya adalah membicarakan rencana program pen­didi­kan dan latihan (Diklat) Port Basic Safety and Security Training atau PBSST, ten­tang uang diklat semula Rp2,5 juta kini sudah men­cair.

Chandra yang juga men­jabat sebagai Wakil Ketua Inkop Indonesia Bi­dang Sumber Daya Ma­nusia (SDM) dan Koor­di­nator SDM Wilayah Suma­tera itu akhirnya melu­luhkan hasil rapat. Alhasil, semula uang diklat dibe­bankan sebanyak Rp2,5 juta kepada masing masing KRK, kini menjadi Rp1.­250.000. Itupun disubsidi sebanyak Rp750 ribu nan­tinya  oleh oraganisasi.

“Artinya  para KRK yang wajib ikut nantinya hanya membayar Rp500 ribu,” ujar Ketua Koperbam Telukbayur Chandra, di­dampingi Sekretaris Nursal Uce, M, SH, Bendahara Usman Z, Ketua BP Paiman dan Samuri saat rapat sing­kat mematuhi prokes Co­vid-19 kemarin.

Dikatakan Chandra, un­tuk tahap pertama ini menurut pantia dari Ja­karta dan Makasar se­banyak 50 orang saja. Dan itu diwajibkan kepada KRK yang sudah memiliki kre­dibilitas. Program  ini meru­pakan program nasional yang sudah dilaksanakan di  lima propinsi. Sesuai de­ngan surat dari Kemen­terian  Perhu-bu-ngan cq Direktorat Jen-deral Per­hubungan Laut No: KP402/10/20/BW/2021 tentang ser­tifikasi profesi bagi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TK­BM) diharuskan mengikuti kegiatan ter-sebut dengan tujuan untuk meningkatkan skill (ke-ahlian) dan kom­petensi para pekerja lepas atau Te-na-ga Kerja Bong­kar Muat (TKBM) yang me­ru­pakan salah satu unsur SDM pe-nun-jang ope­ra­sional pela-buhan.

“Kami berharap kegia-tan ini bisa memberikan dampak positif bagi para pelaku TKBM serta menjadi  Pilot Project untuk daerah lainnya. Semoga ini dapat dilaksanakan secara ber-kelanjutan. Sebagaimana kita ketahui TKBM atau pekerja yang bekerja di lingkungan pelabuhan sa-ngat memerlukan pelati-han dan pemahaman ten-tang pentingnya kesela-matan dan keamanan gu-na mendukung kelancaran kegiatan serta peningkatan keselamatan para pekerja di pelabuhan,” jelasnya.

Dikatakan Chandram, mereka yang nantinya di­nya­takan lulus akan men­dapatkan dua sertifikat, yakni sertifikat  sertifikasi dan sertifikat BNPB berli-sensi Badan Nasional Ser-tifikasi Profesi atau BNSP.

Sedangkan untuk ang-gota Koperbam Teluk-ba-yur program pemerintah ini wajib didukung  dan harus dilalui setiap ang-gota TKBM yang ada di Indonesia. Ini mutlak dan harus dikuti para KRK. “Jika tidak maka KRK akan di­pecat soalnya KRK lah ujung tombak organisasi di lapa-ngan,” tegas Chan­dra.

Diharapkan sebut Chan­dra, setelah mengikuti diklat ini, para peserta dapat me-ning-katkan sikap, penge-tahuan akan pentingnya keamanan dan kesela-ma-tan kerja di pelabuhan ser-ta keterampilan dalam be-ker-ja. “Dan juga me-ning-katkan profesionalisme,” tambah Chandra.

Ada lagi yang krusial yakin sekitar September tahun 2021 ini, jumlah KRK yang dulinya berjumlah 62 dengan masing masing anggota 8 hingga 9 orang ini bakal ditertibkan. De­ngan cara melakukan pe­mangkasan KRK atau di­ciutkan sebanyak 10 orang. KRK yang nantinya terpilih sebanyak 50 orang nan­tinya itu merupakan pe­nerus organisasi.  “”Me­reka ini nantinya menjadi orang pilihan Koperbam Telukbayur yang memiliki skil. Jangan asal ngomong, skil tak punya, sama saja boong,” ujar Chandra.

Selain memiliki KRK yang memiliki SDM tang­guh nantinya, pemang­kasan KRK ini juga akan berdampak banyak ter­hadap organisasi Koper­bam. Kurangnya jumlah KRK akan memperlancar perputaran barang bong­kar muat, meningkatkan kesejahteraan, memiliki rasa tanggungjawab tinggi terhadap pekerjaan dan lebih menghemat waktu.

Jadi untuk itu betapa pentingnya program Diklat ini untuk para KRK. Ma­kanya mereka harus mem­persiapkan diri dengan baik. Kita tak mau dise­butkan abal abal oleh pihak lain. Saya bertang­gung­jawab secara nasional ten­tang SDM para pekerka TKBM di Indonesia ini. Ba­yangkan jumlah TKBM di Indonesia sudah ratusan lebih,” papar Chandra, Wakil Ketua Inkop Bidang SDM ini. (ped)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional