Close

BI Sumbar Canangkan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan, Wahyu: Dimulai Gerakan Menanam Cabai dan Pembukaan Pasar Murah

PUKUL GENDANG— Kepala BI Sumbar Wahyu Purnama A bersama Gubernur Mahyeldi dan Forkopimda memukul gendang sebagai tanda reminya pencanangan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

PADANG, METRO–Bank Indonesia (BI) Perwakilan Wilayah Sumbar bersama Pemprov Sumbar dan Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota resmi mencanangkan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), Senin (19/9). Langkah itu diambil untuk pengendalian lantaran tidak stabilnya sejumlah harga komoditas pangan di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Sumbar.

Kepala BI Sumbar Wah­yu Purnama A, menyampaikan di Indonesia, Inflasi nasional bulan Juli mencapai 4,94%, melewati target 3% +- 1%. Di beberapa daerah terjadi tekanan inflasi yang cukup tinggi, yang berasal dari komoditas volatile foods.

“Termasuk pula di Pro­vinsi Sumbar yang puncaknya terjadi pada bulan Juli 2022, dengan inflasi tahunan volatile food mencapai 19,55% (yoy) dan inflasi umum  tahunan mencapai 8,01%,” ungkap Wahyu.

Selanjutnya, dikatakan Wahyu, pada bulan Agustus 2022, dengan terjadinya deflasi sebesar 0,95%, Realisasi inflasi Sumbar, secara tahunan turun menjadi sebesar 7,11% (yoy) dan inflasi volatile food turun menjadi 13,80%.

“Namun angka tersebut masih jauh di atas sasaran target inflasi nasional yang sebesar 3 ± 1%, dan juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata inflasi tahu­nan Sumatera Barat dalam tiga tahun terakhir (2019-2021) yang sebesar 1,96% (yoy. Oleh karena itu, realisasi inflasi tersebut menjadikan Sumatera Barat menjadi provinsi dengan peringkat inflasi ke-2 tertinggi secara Nasional,” imbuhnya.

Wahyu menuturkan, sehubungan dengan semakin tingginya risiko inflasi tersebut, perlu dilakukan upaya pengendalian inflasi yang lebih intensif dan extra effort dari seluruh anggota TPID untuk menjaga inflasi Sumatera Barat agar dapat lebih terkendali.

“Presiden RI, pada Rakornas Pengendalian Inflasi pada tanggal 18 Agustus 2022 lalu telah memberikan arahan agar semua anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah meningkatkan sinergi dan komitmen da­lam menjaga inflasi komoditas pangan dan memperkuat ketahanan pangan dengan mencanangkan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di seluruh wilayah di Indonesia,” ujarnya.

Kemudian kata Wahyu, GNPIP merupakan bentuk aksi nyata yang bersifat nation-wide, untuk  merespon tingginya tekanan inflasi komoditas pangan bergejolak (volatile foods), melalui upaya mendorong peningkatan produksi dan produktivitas komoditas pangan sehingga harga pangan dapat dijaga tetap stabil.

“Pada GNPIP Provinsi Sumbar ini ditandai dengan pencanangan Gerakan Me­­nanam Cabai di pekarangan dan polybag (urban farming) dan Pembukaan Pasar Murah, penandatanganan komitmen bersama untuk mendukung Gerakan GNPIP, pemberian bibit cabai kepada Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani, pencanangan gerakan memproduksi dan menggunakan pupuk organik, pembukaan klaster cabe baru dan program pendampingan digital far­ming serta pemberian bantuan alsintan dan saprodi,” jelas Wahyu.

Selain itu sebut Wahyu, pihaknya juga menggelar pasar murah juga mendukung pelaksanaan GNPIP dan pasar murah juga akan melakukan pelayanan penukaran uang emisi baru serta sosialisasi program cinta, bangga dan paham Rupiah di lokasi pasar murah tersebut, yang dilaksanakan di halaman Kantor Gubernur Sumbar yang dimulai 19 hingga 22 September 2022.

“Kami berharap melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan ini dapat memitigasi kenaikan harga pangan sehingga terjaga stabil, memperkuat ketahanan pangan, mendorong pertumbuhan eko­nomi dan mendukung terwujudnya Sumatera Ba­rat Madani, Unggul dan Berkelanjutan,” ujarnya.

Selain itu, Wahyu juga berharap GNPIP ini dapat dilaksanakan juga di semua Kabupaten/Kota se-Sumbar. “Apresiasi kami sampaikan kepada Kabupaten/Kota yang telah memulai rangkaian kegiatan GNPIP dengan melaksanakan ge­rakan menanam cabe di pe­karangan dan pasar mu­rah seperti di Kota Padang, Kota Bukittinggi, Kabupaten Sijunjung, Pasaman Barat, Kota Solok, Padang Pariaman, dan Kota Payakumbuh,” pungkasnya.

Sementara, Gubernur Sumbar, Mahyeldi, dalam kesempatan itu memberikan apresiasi yang tinggi kepada Bank Indonesia yang terus memberikan perhatian besar untuk pemulihan dan peningkatan ekonomi daerah. Dia menegaskan, upaya pengendalian inflasi dan pemulihan ekonomi pascapandemi harus ditingkatkan agar kondisi kembali pulih dan stabil untuk Indonesia yang lebih baik.

“GNPIP ini merupakan langkah strategis yang digencarkan secara nasional dan kami sangat apresiasi terhadap perhatian Bank Indonesia dalam upaya pengendalian inflasi dan pemulihan ekonomi,” kata Mahyeldi. (rgr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top