Menu

BI Catat Utang Luar Negeri Indonesia Mei 2021 Menurun

  Dibaca : 127 kali
BI Catat Utang Luar Negeri Indonesia Mei 2021 Menurun
KLUARKAN KEPUTUSAN— Menteri PANRB Tjahjo Kumolo mengeluarkan keputusan tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Pengadaan Pegawai Negeri Sipil Tahun Anggaran 2021.

JAKARTA, METRO–Kepala Departemen Komunikasi Erwin Haryono menyatakan posisi ULN Indonesia pada akhir Mei 2021 sebesar USD 415,0 miliar.

“Angka ini turun 0,6 persen (mtm) dibandingkan dengan posisi ULN April 2021 sebesar USD 417,6 miliar,” ujar Erwin dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (16/7).

 Menurutnya, secara tahunan ULN Mei 2021 tumbuh 3,1 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertum­buhan bulan sebelumnya sebesar 4,9 persen (yoy).

“Perkembangan tersebut terutama didorong oleh penurunan posisi ULN pemerintah,” bebernya. Erwin menje­laskan ULN pemerintah pada Mei 2021 tercatat sebesar USD 203,4 miliar atau menurun 1,3 persen (mtm) dibandingkan dengan posisi ULN April 2021,” katanya.

Hal ini mendorong perlambatan pertumbuhan tahunan ULN pemerintah menjadi sebesar 5,9 persen (yoy) diban­dingkan dengan 8,6 persen (yoy) pada April 2021.

Erwin menilai penurunan posisi ULN pemerintah tersebut terjadi seiring dengan pembayaran Surat Berharga Negara (SBN) dan pinjaman dalam valuta asing yang jatuh tempo pada Mei 2021.

“Pemerintah berkomitmen tetap menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara hati-hati, kredibel, dan akuntabel,” ucap Erwin.

Adapun penarikan ULN dalam perio­de Mei 2021 tetap diutamakan untuk mendukung belanja prioritas peme­rintah.

Erwin menyebutkan di dalamnya termasuk upaya penanganan Covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Na­sional (PEN), yang antara lain mencakup sektor administrasi pemerintah, per­tahanan, dan jaminan sosial wajib sebanyak 17,8 persen dari total ULN pemerintah.

 Kemudian sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 17,2 persen, sektor jasa pendidikan 16,3 persen, sektor konstruksi sebesar 15,4 persen, dan sektor jasa keuangan dan asuransi sebesar 12,6 persen.

 “Posisi ULN pemerintah tersebut relatif aman dan terkendali mengingat hampir seluruhnya merupakan ULN dalam jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9 persen dari total ULN pemerintah,” ungkap Erwin.

Di sisi lain, ULN swasta mencatat pertumbuhan yang melambat. Pertum­buhan ULN swasta Mei 2021 tercatat 0,5 persen (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebe­lumnya sebesar 1,4 persen (yoy).

 Hal ini disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan menjadi 2,3 persen (yoy) dari 4,5 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.

 “Kontraksi pertumbuhan ULN lem­baga keuangan berkurang menjadi sebesar 6,0 persen (yoy), dari bulan sebelumnya sebesar 9,0 persen (yoy),” katanya.

Erwin juga mengatakan dengan perkembangan tersebut, posisi ULN swasta pada Mei 2021 tercatat sebesar USD 208,7 miliar, relatif stabil diban­dingkan dengan posisi bulan sebe­lumnya.

Berdasarkan sektornya, ULN swasta terbesar bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor penga­daan listrik, gas, uap/air panas, dan udara dingin, sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor industri pengo­lahan, dengan pangsa mencapai 76,7 persen dari total ULN swasta.

“ULN tersebut masih didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pang­sa mencapai 77,1 persen terhadap total ULN swasta,” tegas Erwin. (jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional