Close

BHL tak Pernah Nunggak Bayar Iuran BPJS Kesehatan

Wasfi, Buruh Harian Lepas Tak Pernah Nunggak Bayar Iuran BPJS Kesehatan.

LIMAPULUH KITA, METRO–Buruh Harian Lepas (BHL)  bernama Wasfi (56), warga Padang Jopang, Nagari VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, sejak mendaftar pada ta­hun 2014 silam sebagai peserta BPJS Kesehatan  segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) mandiri kelas III tidak pernah menunggak membayar iuran setiap bulan.

Meski dirinya bersama sang istri Tati Murni (50) dan Empat orang anak­nya, hidup sederhana. Bahkan, Wasfi hanya bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan pas-pasan. Bermodal komitmen ingin memberikan perlindungan kesehatan bagi keluarga kecilnya, Wasfi, sanggup memba­yar iuran tiap bulan sebelum tanggal 10.

“Sejak BPJS Kesehatan ada pada tahun 2014 lalu, saya dan keluarga dengan total 6 orang sudah terdaftar sebagai peserta mandiri kelas III. Tiap bulan saya membayar lebih 200 ribu. Sebelum tanggal 10 sudah saya bayar. Alhamdulillah tidak pernah menunggak,” demikian cerita Wasfi, kepada wartawan disela-sela bekerja sebagai buruh harian le­pas di Payakumbuh, Jumat (12/11) akhir pekan kemarin.

Dia sempat bercerita, awal mula dirinya ikut program BPJS Kesehatan karna anjuran dari Dokter tempat dia dan keluarga biasa berobat. Maklum, Wasfi, sebelum memiliki kartu JKN-KIS acap kali didera sakit maag. Akibatnya, setiap maagnya kambuh membuat Wasfi, selalu datang kedokter.

Setiap kali datang berobat kedokter, dia harus merogoh kocek 50-100 ri­bu. Sehingga, dirinya bersama istri memutuskan untuk mendaftar sebagai peserta program JKN-KIS. Dan sejak saat itu dirinya tidak lagi membayar ketika berobat kedokter alias gratis.

“Sebelum punya kartu BPJS Kesehatan saya ha­rus mengelaurkan biaya 50-100 ribu rupiah setiap kali berobat. Setelah memiliki kartu JKN-KIS, semuanya gratis. Termasuk untuk buka gigi di praktek dokter juga gratis. Begitu juga saat berobat gula di RS Suliki juga gratis,” sebutnya bersyukur bisa menjadi bagian dari program JKN-KIS.

Dirinya saat ini me­rasakan bahwa dengan memiliki kartu JKN-KIS lebih percaya diri dan tidak khawatir bila terjadi sakit. Meski di tengah pendemi, uang tidak banyak, tetapi bila terjadi sakit Wasfi, tidak berpikir panjang lagi untuk datang keklinik kesehatan.

“Dengan kartu JKN mu­rah untuk berobat. Kemudia kami ndak pelu cemas ada atau tidak ada uang, tetap bisa menda­patkan layanan kesehatan. Kalau pelayanan di klinik kesehatan yang sa­ya dan istri rasakan bagus, lancar dan memuaskan,” akunya mengakhiri cerita. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top