Menu

Bertahun-tahun tak Bayar Retribusi, Ahli Waris Disurati

  Dibaca : 132 kali
Bertahun-tahun tak Bayar Retribusi, Ahli Waris Disurati
Sudah Penuh— TPU Tunggul Hitam saat ini kondisinya sudah penuh. DLH mencatat sudah ada sekitar 22.705 makam di lokasi tersebut. Untuk meminimalisir jumlah makan yang makin padat, DLH pun melakukan sistem tumpang sari, atas izin ahli waris.

TUNGGUL HITAM, METRO
Over kapasitas Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tunggul Hitam saat ini tak bisa dielakkan lagi. Maka dari itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang memberikan solusi alternatif  dengan sistem tumpang sari.

Hal itu diungkapkan Kepala DLH Kota Padang Mairizon, Senin (5/4). Saat ini jumlah makam di TPU Tunggul Hitam sudah berjumah 22.705, dan sudah hampir penuh. “ Arti tumpang sari itu, makam yang telah diisi bisa diisi lagi pihak ahli waris atau anaknya,” kata Mairizon.

Ia menambahkan, makam yang umurnya 2  tahun sudah bisa dilakukan tumpang sari. “Mungkin saja ada sanak familinya yang mau dikuburkan berdekatan dengan jasad sebelumnya. Tujuannya juga untuk meminimalisir lahan yang sudah hampir penuh,” ungkapnya.

Selain itu, Mairizon juga menjelaskan akan ada program pemutihan untuk makam yang sudah terlalu lama dan datanya tidak bisa dicari. “Kita  akan mendatangi dan menyurati ahli waris dan memberikan tenggang waktu. Jika dalam tenggang waktu diberikan masih tidak diurus artinya sudah bisa diputihkan,” ulas Mairizon.

Lebih lanjut dikatakannya, karena ini menyangkut makam perlu kehati-hatian dalam mendata. Namun, aturan tersebut sedang dalam rancangan.

“Kami akan mendatangi ahli warisnya. Kemudian, juga akan membuat pengumuman yang akan ditujukan bagi ahli waris tersebut. Akan tetapi rata-rata bila mana surat tagihan retribusi jatuh ke tangan ahli waris lazimnya dibayar oleh pihak ahli waris,” bebernya.

Di sisi lain, kata Mairizon untuk solusi makam Tunggal Hitam yang telah hampir penuh, pihaknya telah menyediakan lahan makam di kawasan Bungus.

“Untuk di Bungus ada 3 hektare lebih untuk pemakaman umum. Saat ini sudah mulai diisi pekuburan. Untuk di TPU Tunggul Hitam bisa dikatakan tidak layak lagi, contohnya saat mayat dikuburkan ada air tergenang. Karena itu, solusinya di kawasan Bungus,” terangnya.

Ia menerangkan, sedangkan pemakaman kawasan Air Dingin, Kecamatan Kototangah juga banyak ditemukan batu keras yang juga bermasalah hampir sama dengan TPU Tunggul Hitam.

“Jadi yang  amannya di pemakaman Bungus. Namun kawasan ini terlalu jauh sehingga itulah yang menjadi kendala,” tukasnya. (hen)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional