Menu

Berstatus Zona Kuning, Satgas Covid-19 Kantongi Skor Tertinggi

  Dibaca : 196 kali
Berstatus Zona Kuning, Satgas Covid-19 Kantongi Skor Tertinggi
PENGAWASAN— Petugas penanganan Covid -19 Padangpanjang usai menjalankan tugas foto sejenak.

PDG.PANJANG, METRO
Pemko Padangpanjang mengantongi skor tertinggi penanganan kasus Covid-19. Hal tersebut diungkapkan Kadis Kesehatan Kota (DKK) Nuryanuwar, Senin (8/3). Mengantongi nilai tertinggi, Padangpanjang menjadi yang terbaik dalam menangani kasus covid untuk Minggu ke 51. Hal itu ungkapkan Nuryanuwar setelah Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi menyatakan skor Kota Padang Panjang sebagai daerah zona kuning 2,69. “Skor 2,69 ini, merupakan nilai tertinggi dari 9 kabupaten dan kota berstatus zona kuning di Sumbar,” sebut Nur.

Padangpanjang memiliki skor terbaik di zona kuning (resiko terendah), sebut Nuryanuwar lebih lanjut, berdasarkan update zonasi kabupaten dan kota di Sumatera Barat dari hasil penghitungan 15 indikator data onset oleh Satgas Penanganan Covid-19 Sumbar. “Mulai 7 Maret sampai 13 Maret 2021, Padang Panjang ditetapkan sebagai zona terbaik,”sebutnya.

Adapun 15 indikator itu, jelas Nur, dibagi menjadi 11 indikator epidemiologi, dua indikator surveilans kesehatan masyarakat dan dua pelayanan kesehatan menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19 yang sudah ditetapkan pemerintah.

Sementara indikator penurunan jumlah kasus positif selama dua minggu terakhir, jumlah kasus aktif pada pekan terakhir kecil atau tidak ada, penurunan jumlah meninggal dari kasus positif selama dua minggu terakhir, penurunan jumlah meninggal dari kasus ODP dan PDP selama 2 minggu terakhir, penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS selama dua minggu terakhir.

“Indikator penurunan jumlah kasus ODP dan PDP yang dirawat di RS selama dua minggu terakhir, kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif, insiden kumulatif kasus positif per 100.000 penduduk, penurunan laju insidensi kasus positif per 100.000 penduduk, penurunan angka kematian per 100.000 penduduk, jumlah pemeriksaan sampel diagnosis,”paparnya.

Indikator penilaian jumlah pemeriksaan spesimen, jelas Nuryanuwar, mengalami peningkatan selama dua minggu, positivity rate kurang dari 5 persen. Dari seluruh sampel diagnosis yang diperiksa, proporsi positif hanya 5 persen. Untuk jumlah tempat tidur di ruang isolasi RS rujukan mampu menampung lebih dari 20 persen.

Sementara dari jumlah pasien positif COVID-19, jumlah tempat tidur di RS rujukan mampu menampung lebih dari 20 persen jumlah ODP, PDP, dan pasien positif COVID-19.

Nuryanuwar menambahkan, meski ditengah kesibukan pelaksanaan vaksinasi, Pemko tetap mengendalikan pemutusan mata rantai penyebaran covid-19. “Insya Allah, hingga saat ini kami dari tim tidak lengah untuk memutuskan rantai Covid-19. Karena Covid-19 ini masih ada dan masih tetap diwaspadai,” tuturnya. (rmd)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional