Menu

Bersama Lawan Covid-19, Andre Rosiade Minta BUMN Farmasi Dapat Modal Tambahan

  Dibaca : 140 kali
Bersama Lawan Covid-19, Andre Rosiade Minta BUMN Farmasi Dapat Modal Tambahan
Andre Rosiade Kapoksi Gerindra di Komisi VI DPR RI

ADINEGORO, METRO–Fraksi Partai Gera­kan Indonesia Raya (Ge­rin­dra) menyetujui pe­nambahan penyer­taan modal negara (PMN) 2021 terhadap tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Na­mun, persetujuan itu diberi­kan dengan dua syarat.

Kapoksi Gerindra di Komisi VI DPR RI Andre Rosiade me­ngatakan, dukungan terha­dap penambahan PMN tahun 2021 diberikan untuk menjaga laju perekonomian bangsa. “Kami dapat menyetujui usulan ini agar roda eko­nomi bangsa bisa bergerak di tengah wabah pandemi Covid-19,” kata Andre da­lam rapat kerja Komisi VI dengan Menteri BUMN Erick Thohir, Rabu (14/7) lalu.

Meski demikian, Andre mengatakan pihaknya mem­­berikan dua catatan terhadap Menteri BUMN. Pertama, penggunaan PMN tambahan untuk tiga BUMN harus dilakukan dengan transparan, akuntabel dan dilaporkan secara berkala ke Komisi VI.

Kedua, lanjut Andre, Fraksi Gerindra ingin PMN tambahan ini juga dia­loka­sikan untuk IHC Pertame­dika selaku BUMN rumah sakit, dalam rangka me­nambah kapasitas rumah sakit dan ICU untuk rakyat yang tengah berjuang meng­hadapi gelombang kedua Covid-18.

“Begitu banyak rakyat Indonesia meninggal du­nia, hampir setiap hari orang meregang nyawa Pak Menteri, karena tidak men­dapatkan rumah sakit, tidak mendapatkan ICU, tidak mendapatkan oksi­gen, tidak mendapatkan obat yang layak,” kata Andre.

Menurutnya, hal ini akan menjadi legacy kita Pak Menteri. Gerindra me­minta agar PMN tambahan ini juga dialokasikan kepa­da IHC Pertamedika untuk membangun rumah sakit modular tiga yang ka­pasi­tasnya tidak lagi 500 kamar tetapi 2.000 kamar dengan 1.000 ICU.

Selanjutnya, Fraksi Ge­rindra juga meminta agar BUMN Farmasi men­da­patkan alokasi anggaran dari PMN tambahan agar persediaan multivitamin dan obat-obatan untuk rak­yat terus tersedia dan da­pat diakses dengan harga murah. “Inilah permintaan Fraksi Gerindra yang terus menyerap aspirasi rakyat. Itu syarat yang kami aju­kan untuk PMN tambahan tahun 2021,” terang Andre.

Terkait PMN 2022, An­dre mengatakan pihaknya menyetujui agar menjadi usulan dalam RAPBN 2022 yang Pembahasan dan pen­dalamannya akan dila­kukan pada masa sidang berikutnya.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pihak­nya akan memperhatikan seluruh catatan yang dibe­rikan oleh Komisi VI. Teru­tama terkait alokasi ang­garan kepada Pertamedika IHC untuk penambahan 2.000 kamar dan 1.000 ICU serta kepada BUMN Far­masi yang ditugaskan me­nyediakan multivitamin dan obat-obatan untuk rakyat.

Selain itu, lanjut Erick, Kementerian BUMN siap melaporkan penggunaan PMN tambahan tahun 2021 secara berkala kepada Komisi VI DPR RI.

“Prinsip transparan dan akuntabel sangat kami junjung di Kementerian BUMN. Untuk mengawasi banyaknya jumlah BUMN tentunya dibutuhkan ker­jasama yang baik dengan tupoksi Komisi VI agar kinerja BUMN ke depan semakin baik,” kata Erick. (*/rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional