Menu

Berlomba Hajar Corona

  Dibaca : 486 kali
Berlomba Hajar Corona
Berlomba Hajar Corona

Oleh : Reviandi
AKHIRNYA Sumbar mengonfirmasi penderita pertama virus corona atau covid-19 di Bukittinggi, Kamis (26/3) pagi. Artinya, virus mematikan itu sudah benar-benar sampai dan harus diwaspadai. Social distancing atau isolasi mandiri adalah langkah yang paling tepat untuk mencegah jatuhnya korban-korban berikutnya. Para calon kepala daerah juga diminta partisipasinya.

Bisa saja saat ini, semua bakal calon Gubernur Sumbar tak lagi saling sindir untuk sementara waktu. Lebih baik bersatu dengan memanfaatkan skill masing-masing. Yang menjadi kepala daerah Kabupaten/Kota fokus memastikan warganya patuh dengan aturan pemerintah, yang memimpin Sumbar juga fokus melakukan langkah-langkah kongkret dengan kebijakan yang tepat.

Selain itu, yang sekarang menjadi wakil rakyat di Senayan, juga harus banyak berbuat untuk masyarakat yang telah memilihnya. Apalagi yang sudah berkali-kali terpilih setiap Pileg tiba. Jangan berdiam diri, tunjukkanlah peran sebagai wakil rakyat, mengawal bantuan dari pusat untuk daerah.

Karena, saat ini masyarakat sudah ketakutan dengan situasi yang terjadi. Bahkan, untuk mendapatkan sehelai masker bedah saja susahnya minta ampun. Kalaupun ada yang menjual, harganya sampai Rp25 ribu per lembar. Sungguh suatu hal yang di luar nalar, harga barang yang biasanya Rp1.000 dijual sedemikian tingginya. Karena butuh, warga tetap antre membeli.

Belum lagi hand sanitizer atau cairan pencuci tangan yang keberadaannya juga entah kemana saat ini. Apapun mereknya – bahkan tanpa merek sangat laku dijual. Kalaupun ada yang membagi-bagikan secara gratis, jumlahnya tak seberapa. Hanya gembar-gembornya yang luar biasa di media-media. Padahal, saat ini masyarakat membutuhkan ketenangan.

Namun, kebijakan social distancing atau lockdown yang diambil nantinya, akan membawa konsekwensi yang tinggi. Karena, sepanjang Kamis (26/3) saja, Pasar Raya Padang sudah sepi dari pembeli. Bahkan, jalan-jalan utama di Kota Padang tak lagi terasa padat dan bising. Tak ada aktivitas jual beli yang mencolok, dan hanya ada para pedagang yang bermenung menunggu “galeh” mereka yang tak disentuh orang lalu. Karena begitu sepinya.

Tak berapa lama lagi, dampak ekonomi akan muncul dari kebijakan social distancing atau lockdown. Mereka yang mendapatkan penghasilan harian seperti PKL, ojek online, buruh lepas dan lainnya akan kesulitan memenuhi kebutuhan mereka. Apalagi, sampai hari ini, belum ada kebijakan pemerintah terkait penyelamatan kebutuhan pokok masyarakat selama wabah ini menyerang.

Di sini pulalah sebenarnya peran dari para calon Gubernur atau Bupati dan Wali Kota yang sudah menggembar-gemborkan akan maju. Sebaiknya turun – minimal melalui tim daerah untuk membantu masyarakat yang akan berkurung diri ini. Kalau tidak, maka kebijakan mengosongkan daerah sementara ini hanya akan menjadi cerita basi saja. Mereka akan tetap turun ke jalan mencari hidupnya masing-masing.

Bagi yang punya alokasi dana untuk kampanye sampai seratus miliar, sebaiknya menyumbangkan sebagiannya untuk membantu memberantas corona ini. Minimal, membantu membagi-bagikan bantuan untuk masyarakat yang membutuhkan. Jangan sampai, derita kelaparan membuat rakyat malah terkena corona ini. Maka, dana yang akan ditebar untuk kampanye itu, sebaiknya digunakan untuk bantuan kepada masyarakat.

Bagi para calon yang masih menjabat, baik mau naik kelas atau perpanjang masa tugas, sebaiknya juga tak menjadikan corona sebagai ladang kampanye. Fokuslah berbuat untuk menampilkan kebijakan yang baik dan pro kepada masyarakat. Jangan sampai terlamat, demi pencitraan malah wabah sudah sampai di lingkungan kita semua.

Setidaknya, mereka yang tengah menjabat segeralah memutuskan yang terbaik untuk masyarakat banyak. Jangan sampai terlambat dan kita semua menjadi korban dari kebijakan yang salah. Soal Pilkada atau pencitraan, sebaiknya ditunda dulu. Karena kalau wabah ini semakin mengganas, jangankan kampanye, pencoblosan saja tak akan jadi. Bahkan, menggelar pencitraan saja tak juga bisa.

Akhirnya, sekadar imbauan untuk kita semua, sejenak marilah kita lupakan persaingan Pilkada serentak. Sebaiknya bersama-sama memberantas penyebaran covid-19 ini. Jangan lagi aksi-aksi kemanusiaan yang digelar malah digunakan untuk menyerang lawan-lawan politik. Berkoordinasi lebih baik, agar apa yang dikerjakan bisa lebih baik, lebih luas dan lebih banyak. (Wartawan Utama)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

IKLAN

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional