Menu

Berkat Dukungan Pembanguan Mushalla Terwujud

  Dibaca : 332 kali
Berkat Dukungan Pembanguan Mushalla Terwujud
BANGUN MUSHLLA—SDN 18 VII Koto Padangpariaman yang memiliki murid sekitar 70 orang wujudkan pembangunan sarana ibadah musala.

PDG.PARIAMAN, METRO
Keterbatasan tentunya tidak harus menjadi penghalang untuk bisa berbuat sesuatu. Seperti ditunjukkan SDN 18 VII Koto Padangpariaman. Meski hanya memiliki murid sekitar 70 orang, namun berkat kebersamaan dan dukungan dari jajaran komite dan orangtua murid, akhirnya sekolah yang terletak di Korong Aia Karuah tersebut berhasil membangun satu unit mushalla berukuran 4×6 meter persegi, hasil dari swadaya warga sekolah, terdiri dari sumbangan orangtua bersama komite dan hasil bantuan infaq dari majelis guru yang ada di sekolah tersebut.

Kepala SDN 18 VII Koto, Hj. Nurbaiti, sekolah yang dipimpinnya itu baru-baru ini telah berhasil meraih prediket sekolah Adiwiyata dalam program pelestarian lingkungan hidup. Jadi keadaan memungkinkan, pihaknya bakal bisa melaju ke penilaian lebih tinggi di tingkat provinsi.

Sebelumnya, atas dukungan warga sekolah, terdiri dari komite, orangtua murid bersama jajaran majelis guru di sekolah itu, pihaknya selaku kepada  sekolah mencoba menggagas pembangunan satu unit mushalla di sekolah tersebut.

Tujuannya tak lain keberadaan sarana ibadah tersebut diharapkan bisa menunjang aktivitas ibadah dan keagamaan siswa yang tengah menimba ilmu di sekolah itu.

“Alhamdulillah, berkat dukungtan dari semua pihak, terutama komite dan orangtua murid, serta dukungan penuh dari guru-guru yang ada di sekolah ini, akhirnya berhasil mendirikan satu unit mushalla yang terbilang sederhana, berukuran 4×6 meter persegi, dan alhamdulillah meski bisa dikatakan belum rampung sepenuhnya, namun sekarang mushalla tersebut sudah bisa mulai dimanfaatkan murid untuk keperluan kegiatan ibadah sehari-hari. Seperti shalat berjamaah dan sebagainya,” terang Hj. Nurbaiti.

Disebutkan, hingga saat ini pembangunan mushalla tersebut setidaknya telah menghabiskan anggaran sekitar Rp35 juta. Termasuk diantaranya untuk pembelian pintu yang terbuat dari besi baja.

“Sebenarnya hingga  saat ini proses pembangunannya masih belum  rampung sepenuhnya. Salah satunya bagian dindingnya masih belum diplester. Begitu pula bagian atapnya juga belum dipasang paltfon,” terang Hj. Nurbaiti.

Hal itu sebutnya sangat beralasan, terutama mengingat keterbatasan dana yang tersedia. “Makanya kita mengajak dan mengimbau para dermawan atau donatur lainnya, semoga saja ke depannya ada yang berniat luhur untuk merampungkan pembangunan mushalla ini, sehingga para siswa bisa beribadah dengan lebih nyaman lagi,” ujarnya.

Dambakan   Ruangan Kepsek
Di sisi lain,  Hj. Nurbaiti menyebutkan jika sekolah yang dipimpinnya itu saat ini juga sangat membutuhkan penambahan ruangan untuk kepala sekolah.dan UKS,  Pasalnya saat ini ruangan kepala sekolah praktis masih disatukan dengan ruangan majelis guru.

“Makanya ke depan kita tentu sangat berharap kiranya sekolah ini bisa memiliki ruang kepala sekolah sendiri, sehingga dengan begitu proses pengolahan administrasi antara guru dan kepala sekolah tidak campur baur seperti yang ada saat ini.

“Lagi pula kehadiran ruang kepala sekolah juga sangat menentukan untuk penilaian akreditasi. Karena ke depan kita tentunya berharap sekolah ini bisa menyandang predikat akreditasi A, atau meningkat dari akreditasi B yang telah disandang saat ini,” harapnya.(efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional