Menu

Berkas Prostitusi Berkedok Jual Lontong Malam, Berkas Perkara Segera Dilimpahkan

  Dibaca : 229 kali
Berkas Prostitusi Berkedok Jual Lontong Malam, Berkas Perkara Segera Dilimpahkan
Berkas Perkara

PADANG, METRO
Berkas dan tersangka penyerahan beserta barang bukti (BB) berkedok lontong malam yang melibatkan ibu dan anak yang berlokasi di Jalan Adinegoro, Kelurahan Lubukbuaya, Kecamatan Koto Tangah beberapa waktu lalu, akan diserahkan pihak akan dilakukan tahap II ,   mendatang di Kantor Kejaksaan Negeri Padang, Senin (9/3).

Menurut  Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar Fadlul Adzmi melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumbar Lidya  menyebutkan, Penyerahan tersangka beserta barang bukti atau Tahap II ke Kejari Padang dijadwalkan Senin (9/3) mendatang,” Dikarena masa tahanannya akan habis tanggal 13 Maret mendatang, maka kita akan secepatnya menggelar tahap II perkara ini, “ kata Lidya

Dia menambahkan, tersangka “H”, 54, dan anaknya “D”, 30, dijerat dengan Pasal 76 Juncto Pasal 88 Undang-undang No 35 tahun 2014 dan Pasal 17 Undang-undang No 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). “Dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun,” ungkap Lidya. Seperti diberitakan sebelumnya, berkas perkara kasus prostitusi online berkedok kos-kosan ini telah dinyatakan lengkap untuk tahap P-21 oleh JPU Kejati Sumbar, minggu lalu.

Sebagaimana diketahui, kasus prostitusi anak di bawah umur yang berkedok jula lontong malam  yang berlokasi di bilangan Jalan Adinegoro Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang yang dijalankan ibu dan anak terungkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar, Jumat (10/1/2020) lalu.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, petugas mengamankan dua orang sebagai otak pelaku dari bisnis prostitusi itu yakni wanita berinisial H, 54, dan anaknya berinisial D, 30. H berperan sebagai mami yang mengendalikan operasional bisnis prostitusi tersebut. Sementara anaknya D, berperan mencarikan wanita dewasa maupun anak di bawah umur untuk dipekerjakan melayani lelaki hidung belang.

Dalam penggerebekan, petugas menemukan lima orang di dalam rumah tersebut. Dua orang yakni H dan D ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan tiga orang wanita yang salah satunya anak di bawah umur ditetapkan sebagai korban kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Aktivitas prostitusi yang dijalankan ibu dan anak ini sudah berjalan sejak lima bulan yang lalu. Kedua pelaku menjual wanita kepada lelaki dengan bayaran rata-rata Rp 300 ribu. Lelaki yang memakai wanita tersebut menyerahkan uang kepada pelaku D dan kemudian diserahkan kepada pelaku H.Para wanita yang dijual tinggal di rumah itu. Uang dari hasil prostitusi digunakan pelaku H untuk membeli kebutuhan harian mereka dan sebagian diserahkan kepada para korban.

Agar masyarakat setempat tidak curiga dengan aktivitas prostitusi itu, pelaku menggunakan kedok kos-kosan dan menjual makanan. Sementara pelanggan melakukan eksekusi jasa prostitusi di dalam rumah tersebut. Dari penggerebekan itu, kepolisian menyita barang bukti uang tunai Rp 219 ribu, pil KB, pakaian dalam dan tiga KTP elektronik. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Iklan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional