Menu

Berkas Kasus Wali Nagari Sikucua Barat Gelapkan Uang Yayasan Dikirim ke Jaksa

  Dibaca : 112 kali
Berkas Kasus Wali Nagari Sikucua Barat Gelapkan Uang Yayasan Dikirim ke Jaksa
Pengki Sumardi Kepala Seksi Pidana Umum.

PARIAMAN, METRO–Berkas kasus du­gaan penggelapan uang milik yayasan Arizal Aziz dengan tersangka Wali Naga­ri Sikucua Barat, Keca­matan V Koto, Kabu­paten Padang Paria­man sudah diterima oleh pihak Kejaksaan Negeri Pariaman.

Kepala Seksi Pi­dana Umum Kejak­saan Pariaman, Peng­ki Sumardi menjelas­kan, pihaknya telah menerima berkas kasus dugaan tersebut dan saat ini masih melakukan penelitian berkas.

 ”Saat ini kami telah menerima berkas penyelidikan kasus tersebut dari pihak Polsek Kampuang Dalam,” kata Pengki Sumardi, Rabu 25 Agustus 2021.

Lebih lanjut dijelaskannya, berkas kasus itu masih dalam penelitian pihaknya. “Penelitian berkas ini paling lama selama 14 hari, dimulai dari tanggal 18 Agustus,” kata Pengki Sumardi.

Ia menyampaikan, jika berkas kasus tersebut telah selesai diteliti dan memenuhi syarat atau telah P21, kata Pengki lagi, maka tersangka akan mejadi kewenangan kejaksaan.

Sebeumnya, diduga menggelapkan uang Yayasan Arisal Aziz sebanyak Rp72 juta, Wali Nagari Sikucur Barat ditangkap Polsek V Koto Kampung Dalam, Selasa (3/8). Saat ini, wali nagari berusia 40 tahun itu sudah ditahan di Mapolres Pariaman untuk menjalani proses hukum.

Kapolsek V Koto Kampung Dalam AKP Kasman mengatakan, penangkapan Wali Nagari Sikucur Barat, bernama Rafi’i atas laporan Dewan Pimpinan Arisal Aziz pada tanggal 30 Maret 2021 berdasarkan pasal 372 dengan ancaman 4 tahun penjara .

“Penangkapan terhadap wali nagari itu sesuai setelah pihak yayasan melapor dan selanjutnya ditindaklanjuti hingga yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka. Setelah dilakukan penangkapan, tersangka kemudian dilakukan penahanan badan di Mapolres Pariaman,” ujarnya, Selasa (3/8).

Ia menyampaikan, dalam kasus ini, terlapor yang juga merupakan sekretaris Yayasan Arizal Aziz ditugaskan membeli tanah untuk yayasan di Korong Alahan Tabek dan Korong Durian Angik. Namun sudah tiga tahun lamanya tidak ada kejelasan terkait tanah yang dibeli itu begitupun dengan laporan keuangannya.

Untuk diketahui juga, total uang yang diberikan yayasan senilai Rp500 juta, namun sebanyak Rp72 juta tidak jelas ke mana arahnya.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan. Terlapor sudah ditahan untuk proses penyelidikan,” kata dia.

Kuasa Hukum Tepis Tuduhan

Sementara itu, Kuasa Hukum dari terlapor Suspida Lastri menepis dugaan kalau kliennya bernama Rafi’i melakukan penggelapan. “Kami telah memasukan gugatan atau pembelaan atas klien kami yang diduga melakukan penggelapan pembelian tanah seluas 18 hektare itu,” sebut Kuasa Hukum Rafi’i.

Dikatakannya juga, kliennya tidak terbukti bersalah atas kasus ini karena mereka mempunyai bukti atas pembelian tanah dan hal lainnya. “Uang dan hal lainnya telah dibayarkan oleh klien kami. Kami ada kwitansi dan bukti lainnya. Kita buktikan saja di pengadilan nanti,” pungkasnya. (ozi)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional