Menu

Berkas Dugaan Korupsi RSUD Rasidin, Segera Dilimpahkan

  Dibaca : 332 kali
Berkas Dugaan Korupsi RSUD Rasidin, Segera Dilimpahkan
RSUD Rasidin

PADANG, METRO
Berkas perkara dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Rasidin Padang tahun 2013, segera dilimpahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang ke Pengadilan Tipikor PN Kelas 1A Padang, pekan depan.

“ Segera mau dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan. Kemungkinan (waktunya) minggu depan. Kepastian harinya saya belum tahu, antara Kamis atau Jumat, tergantung jaksa nantinya,” ungkap Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Padang, Ferri Ritonga, Selasa (3/3).

Dia menambahkan, pasal yang disangkakan kepada tersangka tetap sama dengan yang diajukan penyidik Polresta Padang. “Tersangka dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang (UU) No 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, penyidik Polresta Padang telah melimpahkan tersangka beserta barang bukti (Tahap II) kasus dugaan korupsi pengadaan Alkes RSUD Dr Rasidin Padang tahun 2013 ke Kejari Padang, Selasa (7/1) lalu.

Usai menjalani serangkaian proses dan adminitrasi selama kurang lebih 6 jam, sekitar pukul 15.30 empat tersangka yakni AS, FO, SP, IH digiring ke rumah tahanan (Rutan) Anak Aie Padang.

AS diketahui merupakan Direktur RSUD dr Rasidin Padang, sementara FO, SP, dan IH, merupakan pihak swasta yang berperan sebagai rekanan. Belakangan diketahui IH adalah salah seorang anggota DPRD di Bandung, Jawa Barat.  Untuk menangani kasus ini, Kejari Padang membentuk tim, dengan 7 orang Jaksa Penuntut Umum (JPU) tergabung di dalamnya.

Sebagaimana diketahui, kasus ini adalah kasus dugaan korupsi pengadaan Alkes RSUD dr Rasidin Padang tahun 2013. Anggarannya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) sebesar Rp 9.770. 532.000.

Namun belakangan kepolisian mengendus ada “masalah” dalam proyek tersebut, hingga dilakukan pengusutan dan lima orang ditetapkan sebagai tersangka sejak Senin (26/8) tahun lalu. Namun, satu diantaranya yakni IL hingga kini masih menjadi buronan polisi. Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-undang No 31 tahun 2019 tentang Tindak Pidana Korupsi. Berdasarkan penghitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, diketahui kasus tersebut telah merugikan keuangan negara senilai lebih kurang Rp 5 miliar. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Iklan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional