Menu

Berkas Bupati Non Aktif Solsel Dilimpahkan, Kasus Dugaan Suap Segera Disidangkan

  Dibaca : 352 kali
Berkas Bupati Non Aktif Solsel Dilimpahkan, Kasus Dugaan Suap Segera Disidangkan
SERAHKAN-Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rikhi B Maghaz, menyerahkan berkas ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Padang.

PADANG, METRO
Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menyerahkan berkas dugaan penerimaan suap, yang melibatkan Bupati non aktif Solok Selatan Muzni Zakaria, ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri Kelas I A Padang, Selasa (2/6).

Dalam kesmepatan penyerahan berkas tersebut, jaksa KPK membawa beberapa berkas dan masuk ke Pengadilan Negeri (PN) Padang. Jaksa KPK Rikhi B. Maghaz menyebutkan, pelimpahan berkas tersebut atas nama Muzni Zakaria, yang kini menjadi Bupati Non Aktif di Kabupaten Solok Selatan. “Tersangka sudah kita pindahkan dari rumah tahanan (rutan) KPK di Jakarta dan dititipkan di rutan Polda Sumbar, guna menjalani proses persidangan,”kata Jaksa KPK Rikhi B.

Maghaz kepada awak media di PN Padang.
Dijelaskan, karena terkendala peraturan Kemenkum HAM RI, yang tidak lagi  menerima tahanan.”Selain itu juga, terdakwa sebelumnya Yamin Kahar, dalam kasus yang sama namun beda perannya, saat ini telah berada di rutan Anak Air Padang. Dalam aturannya mereka harus dipisah, maka dari itu, kita memisahkannya,” jelas Rikhi.

Diterangkan Rikhi, Muzni Zakaria menerima uang dan jasa,dari bos PT.  Dempo Grub yang bernama Yamin Kahar, (masih menjalani proses sidang). Muzni Zakaria menerima uang sebesar Rp125 juta, lalu ditambah dengan pinjaman pribadi senilai Rp3,2 miliar dan karpet masjid seharga Rp50 juta. “Jadi dalam hal ini,Muzni Zakaria sebagai penerima,dalam proyek Masjid Agung Solok Selatan dan jembatan Ambayan,”ucap pria yang juga pernah bertugas di Kejari Padang itu.

Tak hanya itu, jaksa KPK menyebutkannya, perusahaan milik  Yamin Kahar, ditunjuk sebagai pemenang,dalam pelaksanaan proyek tersebut. “Ternyata dibalik menangnya proyek tersebut ada pemberian,”tukasnya.

Dalam kasus ini,sudah 43 orang saksi yang diperiksa oleh penyidik KPK. KPK menjerat tersangka Muzni Zakaria,dengan dakwaan pertama pasal 12 huruf b undang-undang tindak pidana korupsi. Dakwaan kedua pasal 11, menerima uang atau barang yang berbuat sesuai dengan jabatannya.

Sementara itu, panitera muda (panmud), Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Neger Kelas IA Padang, Rimson Situmorang, menuturkan, berkas tersebut akan diserahkan kepada ketua pengadilan,untuk ditunjuk majelis hakimnya.“Setelah berkas kita terima,lalu ketua pengadilan yang menunjuk majelis hakim yang menangani perkara tersebut.Namun sebum itu,tentu kita proses berkasnya, dan setelah lengkap segera kita sidangkan,” ujarnya. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional