Mantan Cawako Ditangkap Nyabu. ”Untuk Riset Novel Terbaru”

JAKARTA, METRO – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya di Jakarta menangkap politisi Partai Golkar, Indra J Piliang (45). Indra yang akrab disapa IJP ini ditangkap usai mengonsumsi narkoba jenis sabu. Dia ditangkap bersama dua rekan sejawatnya, Romi Firnando (32) dan M Ismail Jamani (35), Rabu (13/9) malam.
Mereka ditangkap usai menggunakan sabu di Diamond Karaoke Taman Sari, Jakarta Barat. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kobes Pol Argo Yuwono mengatakan, IJP diringkus sekitar pukul 19.30 WIB. ”Ya betul politisi Partai Golkar,” kata Argo, Kamis (14/9) kepada wartawan.
Saat ini pihak kepolisian masih memeriksa IJP yang pernah menjadi calon wali kota (Cawako) Pariaman 2013 dari jalur perseorangan itu untuk mendapat hasil lanjutan. Saat diringkus polisi telah menyita satu buah bong bekas dan korek gas. ”Sementara kasusnya masih kami kembangkan,” tandasnya.
Argo menjelaskan pihaknya melakukan penangkapan berdasarkan informasi dari masyarakat. Polisi kemudian menyelidiki informasi tersebut hingga akhirnya menciduk Indra dan kedua rekannya di sebuah tempat karaoke di kawasan Taman Sari. ”Ya itu lah gunanya kepolisian mendapatkan informasi dari masyarakat kita olah, informasi itu baru kita lakukan penindakan,” jelasnya.
Polisi tidak menemukan barang bukti sabu saat menangkap ketiganya. Diduga sudah habis dikonsumsi. Meski demikian, hasil tes urine terhadap Indra menunjukkan dirinya positif mengonsumsi narkoba. Ketiganya diduga telah menghabiskan sabu seberat satu gram.
Polisi menyita barang bukti berupa satu set bong (alat hisap sabu) dan cangkong bekas pakai, satu plastik bekas pakai, satu korek gas. Kini mereka masih menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya.
Menurut Argo, IJP rupanya sudah cukup lama mengonsumsi narkoba jenis sabu. Bahkan sudah sekitar satu tahun. IJP diduga membeli sabu ini dari seseorang. Saat ini, polisi tengah mencari siapa penjual atau pemasok narkoba jenis sabu yang dikonsumsi IJP. “Polisi masih mendalami dan mencari inti yang berhubungan dengan barang diduga sabu ini,” ujarnya.
Gagal Pilkada
Di ranah perpolitikan nama IJP bukanlah orang asing. Dia sosok muda yang dibesarkan di Partai Golkar. Bahkan pada Pilkada 2013 dia pernah mengadu peruntungan di kampung halamannya, Kota Pariaman sebagai cawako. Namun upayanya itu kandas setelah maju tidak dari kendaraan Partai Golkar.
IJP maju di Pilkada Kota Pariaman dari jalur independen dan berpasangan dengan Jose Rizal. Kala itu pasangan ini harus kalah dan mendapatkan suara tidak siginifikan. Majunya IJP cukup menjadi tanda tanya, karena dia termasuk barisan elite di DPP Partai Golkar, tapi malah memilih jalur perseorangan.
Setelah gagal, IJP kembali ke rantau dengan hidupnya. Di jagad dunia, dia termasuk orang yang kritis. Bahkan ketika Menteri ESDM Arcandra Tahar dicopot oleh Jokowi karena bukanlah berstatuskan sebagai WNI, Indra cukup banyak bersuara memberikan pembelaan kepada Archandra. Semua itu diungkapkannya dalam akun twitter IndraJPiliang.
Untuk Riset Novel
Kepada Ola Dhifla, salah satu karib dekatnya yang membesuk, IJP mengaku baru mengonsumsi sabu dalam setahun terakhir. Dilakukan untuk riset untuk menyelesaikan novel kedua dari tetralogi yang sedang dia siapkan. ”Dia pakai ini (sabu) baru setahun dalam rangka riset untuk menyelesaikan novel kedua dari novel tetralogi yang sedang dia bikin. Karena pada novel pertama, tentang sebagai pemakai itu dikritik banyak orang karena dianggap tidak greget,” kata Ola kepada wartawan.
Namun menurut Ola, saat ini Indra sudah jarang pakai sabu. “Dan memang hanya buat merasakan bagaimana rasanya jadi pemakai. Dia memakai dalam jumlah sedikit. Dan IJP bukan pecandu,” tegasnya.
Tak Aktif lagi di Golkar
Ketua DPP Partai Golkar, Meutya Hafid mengatakan IJP begitu aktif lagi di partai berlambang pohon beringin itu. Namun faktanya pria kelahiran Pariaman, Sumatera Barat itu cukup memiliki peran besar di partai yang pernah berkuasa di Orde Baru tersebut.
Dikutip dari wikipedia.org, Indra J Piliang bukan hanya sekadar kader biasa di Golkar. Dia memiliki jabatan sentral yang cukup berpengaruh. Mantan peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) tersebut di DPP Partai Golkar menjabat sebagai Ketua Departemen Kajian Kebijakan sekaligus Ketua Dewan Pelaksana Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang).
Namun Meutya Hafid mengklaim IJP hanya sebagai kader biasa dan bukan pengurus. “Mas Indra sudah lama tidak terlalu aktif di Golkar. Dia salah satu kader, tetapi sudah lama tidak aktif dalam rapat-rapat, dan memang bukan pengurus,” Meutya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (14/9).
Selain selama ini aktif di Golkar, sebelum Indra J Piliang dikenal sebagai pengamat dan peneliti bidang politik, pemerintahan daerah, konflik, pertahanan, keamanan dan otonomi daerah. Bahkan dia aktif berbagai organisasi masyarakat sipil, seperti Koalisi Konstitusi Baru, Koalisi Media, sampai Pokja Papua.
Hingga kini mantan Cawako Pariaman itu masih menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya atas penangkapannya di Karaoke Diamond pada Rabu malam (13/9). Belum jelas perlakuan terhadap Indra nantinya. Apakah direhab atau dijebloskan ke penjara sekalian.
Sementara Karaoke Diamond, tempat Indra mengkonsumsi sabu-sabu akan dicabut izinnya oleh Pemprov DKI Jakarta. Pasalnya tempat hiburan malam itu sudah dua kali digerebek menjadi lokasi transaksi ataupun tempat konsumsi narkoba. (jpg)

Exit mobile version