Close

Beri Pelatihan Rendo Bangku, Dekranasda Dorong IKM Kerajinan Berdaya Saing

KERAJINAN— Peserta pelatihan kerajinan rendo bangku memperlihatkan hasil kerajinan.

SUDIRMAN, METRO–Pelatihan Rendo Bang­ku yang digelar Dinas Tena­ga Kerja Dan Perindustrian Kota Payakumbuh melalui workshop dan diversifikasi bagi pelaku IKM kerajinan se Kota Payakumbuh selama 5 hari telah selesai digelar dari 13 September sampai Jumat 17 September, bertempat di aula kantor Disnakerin.

Telah banyak ilmu ke­te­rampilan berkaitan de­ng­­an rendo bangku yang di­berikan oleh Rita Anggraini selaku instruktur kepa­da ke sepuluh peserta yang ikut dalam kegiatan ini.

Henny Riza Falepi sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Payakumbuh, Rabu (22/9), me­nga­takan pihaknya akan terus berupaya melakukan pembinaan, pendam­pingan, serta pengem­bang­an kepada IKM yang ada di Kota Payakumbuh.

Henny juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Rita Ang­­graini selaku instruktur rajutan rendo bangku dan semua peserta yang telah mengikuti workshop ini. Dia berharap melalui industri kerajinan, rajutan rendo bangku ini bisa men­­jadi jalan untuk pe­ningkatan penghasilan secara ekonomi bagi pelaku IKM, disamping menjaga kelestarian tradisi sampai anak cucu nanti.

”Marilah kita kem­bang­kan produk hasil industri kerajinan rajutan ini di Kota Payakumbuh yang berdaya saing dan berbasis sumber daya lokal, serta pertahankan ciri khas kota kita, tonjolkan muatan lokalnya,” ajak Henny.

Sementara itu, Kepala Disnakerin Kota Payakumbuh Yunida Fatwa juga selaku Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional Dae­rah (Dekranasda) Kota Payakumbuh yang menutup kegiatan tersebut me­nyampaikan sudah terlihat progres yang luar biasa peningkatannya dari para peserta yang merupakan perwakilan pengrajin dari 10 IKM se Kota Payakumbuh.

”Disnakerin dan Dekranasda Kota Payakumbuh siap memberikan sup­port dan dukungan penuh kepada seluruh IKM kerajinan agar bisa terus produktif dan berdaya saing. Apalagi salahsatunya rajutan rendo bangku ini termasuk satu kerajinan yang termasuk unik dan langka kebe­ra­daannya,” kata Yunida.

Yunida berharap, semoga ilmu dan keahlian yang telah terserap oleh peserta bisa bermanfaat dan berkembang di kemudian harinya.

”Kita sudah melihat dari hasil workshop beberapa hari ini sudah luma­yan bagus, sekarang tinggal bagaimana caranya agar hasil dari rajutan itu bernilai dan berdaya saing tinggi,” harapnya.

Sementara itu, instruktur Rita Anggraini mengatakan waktu yang singkat 5 hari itu sangat dimaksimalkan oleh peserta, yang awalnya peserta ini tidak tahu bagaimana cara membuat rajutan rendo bangku ini, sekarang su­dah bisa membuatnya, bahkan sudah ada yang hampir sempurna hasil rajutannya.

”Insyaallah nantinya mereka sudah berproduksi. Rajutan rendo bangku di era berkembangnya budaya dan seni sekarang, sudah mulai dilestarikan oleh pemerintah daerah, termasuk di Kota Payakumbuh, untuk itu mari manfaatkan peluang ter­sebut,” ungkap Rita. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top