Close

Beri  Nafkah Anak dan Mantan Istri Alakadar, ASN Diskominfo Dilaporkan ke KASN, Pj Sekda Padang Pinta Masalah Clear Minggu ini

Arfian, Pj Sekda Kota Padang.

PADANG, METRO–Gara-gara tidak memberikan nafkah kepada mantan istri dan anak sesuai aturan yang berlaku, seorang wanita berinsial MA (33) melaporkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Padang berinsial AS ke Komite Aparatur Sipil Negara (KASN). Surat tersebut dilayangkan pada 2 Oktober 2021 lalu.

Diduga kuat, mantan suami MA yang juga ber­tugas di Dinas Kominfo Pa­dang ini melakukan tin­dakan mal administrasi dengan melanggar aturan terkait pembagian gaji ke­pada mantan istri dan anak.

Kuasa Hukum MA, Mu­hammad Tito kepada media mengatakan, sejak klien­nya MA bercerai dengan AS hingga turun SK Walikota Padang pada 7 Mei 2019 terkait pembagian gaji, AS hanya memberikan gaji alakadar saja kepada klien­nya beserta dua anaknya yang masih berusia 5 tahun dan 4 tahun. Akibatnya, wanita asal Pesisir Selatan ini harus banting tulang untuk mencukupi kebu­tuhan keluarga kecil me­reka selama dua tahun belakangan.

Disebutkan Tito, AS hanya memberikan MA pembagian gaji sebesar Rp 350.000 untuk status man­tan istri dan Rp 350.000 untuk anak-anaknya. Pa­dahal da­lam surat edaran Kepala BAKN nomor 8/SE/1983 me­nyebutkan bahwa pemba­gian gaji terdiri dari 1/3 hak mantan istri dan 1/3 hak anak dan hak mantan suami 1/3 dari seluruh total gaji yang diterima suami.

Satu lagi yang jadi hak kliennya tegas Tito, AS yang juga menjadi pejabat eselon 4 di Dinas Kominfo Padang ini tidak juga mem­berikan pembagian gaji 13 dan gaji 14 serta TPP tidak dicantumkan untuk MA dan anak- anak.

“Total gaji yang dimak­sud dalam SE Kepala BAKN terdiri dari gaji pokok, tun­jangan keluarga, tunjangan jabatan, tunjangan per­baikan penghasilan dan tunjangan lain yang berhak diterima. Jadi dalam atu­rannya total gaji dibagi masing-masing 1/3. Nah, gaji yang diberikan AS tidak sesuai dengan SE BAKN. Belum lagi gaji ke 13 dan 14 serta TPP AS, tidak ada dibagi kepada MA dan anak anak,” papar Tito.

Ia menerangkan, tidak sesuainya gaji yang dibe­rikan oleh AS kepada MA, karena mereka beralibi bahwa gaji AS sudah dipo­tong akibat dari adanya hutang di bank. Padahal sudah jelas dalam SE BAKN tidak ada menyatakan, pembagian gaji diberikan setelah dipotong hutang.

“Setelah saya tanya kepada bendahara Dinas Kominfo Padang, dimana AS berhutang dan minta diperlihatkan rincian gaji AS, bendahara menolak memberitahukan hal terse­but, karena aya tidak yakin AS punya hutang di bank. Toh walaupun dia berhu­tang, juga tidak masuk dalam surat edaran Kepala BAKN,” katanya.

Tito menyayangkan OPD terkait mempersulit langkah kliennya untuk mendapatkan hak. Perma­salahan ini terus bergulir sejak Juni 2019 hingga saat ini, sehingga kliennya me­rasa sangat sulit untuk mencari keadilan.

“Untuk pemberkasan dan administrasi serta ke­ten­tuan lainnya berda­sar­kan aturan yang ada sudah dilalui klien saya. Sudah didatangi pejabat berwe­nang untuk mengurus hal ini, namun selalu dioper oper sehingga tak ada keje­lasan selama 2 tahun ini. Apakah memang seperti ini ad­ministrasinya,” tutur­nya dengan nada sedih.

Ia berharap, Dinas Ko­minfo Padang bisa membe­rikan realisasi pembagian gaji berdasarkan aturan yang berlaku. “Klien saya ini termasuk orang yang jeli membaca aturan, jadi sangat mengerti dengan persoalan seperti ini. Ke depan hendaknya dinas yang ada di Pemko Padang juga tidak mempersulit kasus serupa seperti klien saya,” pintanya.

Terpisah, Pj Sekda Kota Padang Ar­fian mem­be­narkan ada laporan ter­sebut. Ia telah menyurati un­tuk me­nyele­saikan per­mohonan Ibu MA mantan istri AS.

“Itu karena bendahara Dinas Kominfo Padang yang tidak mencairkan hak dia. Sementara dari Bagian Bukum Pemko Padang me­nyatakan sudah harus di­cairkan,” kata Arfian, Senin (15/11).

Arfian menegaskan, persoalan ini harus clear dalam Minggu ini. “Pokok­nya dalam Minggu ini per­soalan hak dari mantan istri salah seorang ASN yang berdinas di Kominfo Pa­dang ini sudah harus dise­lesaikan,” tandasnya. (hen)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top