Menu

Berhari-hari Tak Pulang, Petani Karet Ditemukan Tewas Membusuk di Kebun

  Dibaca : 135 kali
Berhari-hari Tak Pulang, Petani Karet Ditemukan Tewas Membusuk di Kebun
EVAKUASI— Polisi bersama warga mengevakuasi jasad petani berinisial S (68) yang ditemukan membusuk di kebun karet.

PASBAR, METRO
Berhari-hari tak pulang ke rumah, seorang petani berusia lanjut ditemukan tewas dengan kondisi membusuk di areal kebun karet miliknya di Jorong Sarasah Betung, Kecamatan Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Selasa (25/8) sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat ditemukan, korban berinisial S (68) tubuhnya sudah tidak utuh lagi dan digerogoti ulat belatung serta bagian tubuhnya sudah terpisah-pisah. Bahkan, sudah mengeluarkan bau busuk yang sangat menyegat. Kontan saja, penemuan mayat itu membuat warga setempat geger.

Kapolsek Lembah Melintang, AKP Aditya Lidarman mengatakan, mayat S ditemukan pertama kali oleh anak kandungnya berinisial A (25) bersama rekannya B (27). Dari keterangan yang berhasil dikumpulkan Polsek Lembah Melintang, S yang warga Jorong Bukit Harapan, Nagari Sungai Aur, diperkirakan telah meninggal sekitar empat hari sebelum ditemukan.

“Tubuh korban sudah ada yang hancur membusuk bahkan terpisah dari anggota tubuh yang lain. Kita mendapatkan informasi penemuan mayat itu pada hari Selasa (25/8) malam sekitar pukul 20.30 WIB. Setelah itu, kita langsung ke lokasi melakukan olah TKP dan evakuasi,” kata AKP Aditya Lidarman, Rabu (26/8).

Dijelaskan AKP Aditya, kuat dugaan, dari hasil identifikasi dan olah TKP, diperkirakan korban meninggal dunia sudah sekitar empat hari. Selain itu, kuat kemungkinan korban meninggal karena sakit, namun tidak dapat bantuan sehingga korban meninggal dunia.

“Berdasarkan dari keterangan pihak keluarga, kejadian berawal pada hari Rabu (19/8), sekitar pukul 09.00 WIB. Korban waktu itu berangkat dari rumahnya menuju kebun miliknya yang terletak di Jorong Serasah Betung, dengan niat menginap di sana,”ungkap AKP Aditya.

Dijelaskan AKP Aditya, biasanya korban pulang ke rumahnya sekali seminggu setiap hari Selasa adalah hari pasar di Sungai Aur. Korban pulang untuk membeli perbekalan. Namun, Selasa, (25/8) korban tidak juga pulang ke rumahnya.

“Anak korban jadi curiga dan berangkat menuju ke kebun, namun setiba di kebun, korban tidak ada. Setelah itu, anak korban mengajak temannya untuk mencari korban. Akhirnya sekitar pukul 17.00 WIB, anak korban menemukan korban S di kebun karet dalam keadaan meninggal dunia, terlihat badan korban sudah membusuk,” jelas AKP Aditya.

AKP Aditya menuturkan, korban selanjutnya dievakuasi ke rumah pada hari Rabu, (26/8) pukul 01.25 WIB, lantaran lokasi kebun korban dengan rumahnya cukup jauh. Selanjutnya keluarga korban menerima kalau kejadian tersebut merupakan musibah dan bersedia membuat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi.

“Keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi lantaran meyakini korban meninggal dengan wajar. Setelah diserahkan kepada pihak keluarga, jasad korban kemudian dikebumikan,” terang Aditya. (end)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional