Menu

Berdampak Positif bagi Perekonomian dan PAD, Pemprov Sumbar Siapkan Singkarak jadi Geopark Nasional

  Dibaca : 53 kali
Berdampak Positif bagi Perekonomian dan PAD, Pemprov Sumbar Siapkan Singkarak jadi Geopark Nasional
RAKOR—Wagub Sumbar, Audy Joinaldy saat Rapat Koordinasi Mengusulkan Danau Singkarak sebagai Geopark di Kabupaten Solok, Kamis malam (24/6).

SOLOK, METRO–Kawasan Danau Sing­karak yang terbentang di Kabupaten Solok dan Ta­nah Datar dipersiapkan menjadi Geopark Nasional. Tujuannya, untuk melin­dungi warisan geologi, ke­anakaragaman hayati se­r­ta mendukung pere­kono­mian masyarakat melalui sektor pariwisata.

“Danau Singkarak me­ru­pakan sentral patahan Sumatera, berpotensi un­tuk dijadikan Geopark. Kita memproyeksikannya men­jadi inti dari Geopark Ra­nah Minang,” kata Wakil Gubernur (Wagub) Sum­bar, Audy Joinaldy saat Rapat Koordinasi Mengu­sulkan Danau Singkarak sebagai Geopark di Ka­bupaten Solok, Kamis m­a­lam (24/6).

Audy mengatakan, target terakhir dari pengu­sulan itu adalah menjadi Geopark Dunia yang diakui oleh UNESCO. Karena de­ngan demikian akan ada branding terhadap Geo­park Singkarak di level internasional. Sehingga, akan banyak pengunjung yang datang dari man­canegara.

Namun karena untuk mencapai hal itu butuh proses yang panjang, ma­ka akan dilakukan secara bertahap. “Yang penting sekarang kita sudah mela­kukan langkah awal. Ke depan secara bertahap kita lanjutkan,” ujar Audy.

Audy mengatakan, ber­dasarkan data yang dida­patkan beberapa kawasan yang ditetapkan menjadi Geopark oleh UNESCO mem­berikan dampak positif bagi perekonomian masya­rakat setempat. Kenaikan jum­lah pengunjung dan pen­dapatan asli daerah (PAD) bisa mencapai 500 persen dalam enam hingga se­puluh tahun.

Beberapa Goepark se­perti Yuntaishan di China bisa menjadi rujukan. Pada tahun 1999, kota ini dikenal miskin dan tercemar. Na­mun, pada 2011 terjadi transformasi Yunthaisan menjadi Geopark, yang kini mampu meningkatkan pen­dapatan hingga 50 kali lipat. Demikian juga halnya dengan Geopark Gunung Sewu yang jumlah kun­jungan wisatawan naik 500 persen, dalam enam tahun serta PAD naik 800 persen.

Ia mengatakan, saat ini di Sumbar sudah ada tiga Geopark Nasional yaitu Geopark Sianok Maninjau, Sawahlunto dan Geopark Sijunjung. Juga ada empat calon Geopark Nasional yang segera diusulkan. Yaitu, Singkarak, Harau, Talamau dan Solok Selatan. Selain itu juga ada kawasan yang berpotensi menjadi Geopark yaitu Dharmas­raya dan Pasaman.

Kekayaan potensi geo­logis di Sumbar itu karena berada di jalur pertemuan lempeng Eurasia dan Hin­dia-Australia serta dilewati oleh jalur patahan besar Sumatera, yang menye­babkan terbentuknya kera­gaman formasi batuan dan bentang alam.

Bentang alam yang ada di Sumbar merupakan po­tensi warisan geologi yang memiliki keunikan tidak ditemukan di belahan du­nia lain.

Keunikan geologi Sum­bar adalah patahan geologi yang menjadi poros/sumbu fenomena bentang alam berupa gunung api, danau tektonik, danau vulkanik dan lembah patahan yang memanjang dari Kabupa­ten Solok Selatan sampai Kabupaten Pasaman.

“Data yang kita punya, Sumbar punya 870.000 jenis tanaman, 200 jenis ma­malia 465 tanaman obat dan 21 jenis endemik,” katanya.

Bupati Solok, Epyadi Asda mengatakan, pihak­nya mendukung penuh u­pa­ya menjadikan Sing­ka­rak menjadi Geopark Na­sional yang diharapkan menjadi salah satu tujuan wisata utama di Sumbar.

Ia menilai dengan jum­lah kunjungan wisatawan yang meningkat akan mem­berikan dampak positif pa­da perekonomian masya­rakat setempat.

Sementara itu Sekre­taris Deputi Bidang Koor­dinasi Pariwisata dan Eko­nomi Kreatif Kemenko Mar­ves, Rustam Effendi mengatakan, untuk mewu­judkan Geopark Singkarak dibutuhkan sinergi semua pihak (pemerintah, per­guruan tinggi, lembaga peneliti, swasta, penggiat wisata, masyarakat).

Saat ini di Indonesia ada enam Geopark Dunia (U­NESCO). Di antaranya Gu­nung Batur Bali, Gunung Sewu Yogyakarta, Ciletuh Pelabuhan Ratu Jawa Ba­rat, Gunung Rinjani Lom­bok, Kaldera Toba dan Be­litung.

Selain itu ada 15 geo­park nasional yang tiga di antaranya di Sumbar. “Ka­rena yang Singkarak ini baru merintis  maka jalur­nya diusulkan untuk geo­park nasional dulu. Usulan dilakukan oleh pengelola Geopark sesuai reko­men­dasi Gubernur. Setelah itu dibutuhkan rekomendasi Komite Nasional Geopark Indonesia,” katanya. Ia menyatakan pihaknya siap mendukung untuk mewu­judkan upaya Singkarak menjadi Geopark Na­sio­nal.(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional