Menu

Beralih ke Sistem Tanam Biji, Keltan Serona Panen Perdana Bawang Merah

  Dibaca : 134 kali
Beralih ke Sistem Tanam Biji, Keltan Serona Panen Perdana Bawang Merah
BERJALAN BAIK— Keltan Serona, Nari Labih melakukan panen perdana bawang merah, Selasa (20/10). Hasil panen perdana dari pengembangan bawang merah sistem tanam dari biji di Keltan Serona berjalan cukup baik.

TANAHDATAR, METRO
Beralih ke sistem tanam biji, Kelompok Tani (Keltan) Serona Nagari Labuh panen perdana bawang merah. Produktif cukup tinggi dan harga jual yang relatif stabil membuat budidaya dan pengembangan bawang merah menjadi potensi di bidang pertanian yang patut terus dikembangkan.

Sebab hal ini dapat membantu peningkatan taraf perekonomian masyarakat petani terutama dalam kondisi pandemi yang terjadi saat ini. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Yulfiardi didampingi Kabid Holtikultura dihadapan penyuluh pertanian se-Kecamatan Lima Kaum dan anggota keltan yang ada di Nagari Labuh Kecamatan Lima Kaum saat panen perdana bawang merah di Keltan Serona Nagari Labuh, Selasa (20/10).

Yulfiardi menjelaskan, bahwa hasil panen perdana dari pengembangan bawang merah sistem tanam dari biji di Keltan Serona berjalan cukup baik. Hal ini dikarenakan turut ditunjang dengan kesesuaian iklim yang cocok.

“Produktivitas dan hasil panen cukup baik, yakni 11 sampai 12 ton per hektare. Saat ini kita masih memakai bibit SS Sakato dari Lembah Gumanti Kabupaten Solok. Insya Allah pada 2021 varietas dari Tanahdatar yaitu Bawang Merah Sungai Jambu akan menjadi varietas nasional dan akan kita kembangkan di daerah kita,” katanya.

Sementara itu, Kabid Holtikultura Dinas Pertanian, Sri Mulyani menyampaikan, pelaksanaan panen perdana yang dilaksanakan merupakan kegiatan pengembangan kawasan bawang merah kegiatan Satker 4 Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar.

“Di Keltan Serona yang dikomandoi Mario ini, kita mengembangkan penyediaan benih dengan sistem biji berupa sistem demplot hasil kerjasama PT Panah Merah dan PT Petrokimia Gresik,” ujarnya.

Sri Mulyani menambahkan, sistem tanam biji menjadi solusi dari mahalnya benih bawang merah dari umbi. Kebutuhan benih bawang dari umbi untuk 1 Ha mencapai 1.000 kg dengan harga dikisaran Rp30 ribu sampai Rp35 ribu per kilogram.

“Sedangkan menggunakan biji hanya mencapai 5 kg benih/biji untuk luas yang sama, namun memang butuh waktu panen lebih lama 30 hari karena harus lakukan proses penyemaian benih sampai benih siap dipindahkan ke lapangan. Namun keunggulannya lainnya lebih tahan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman (OTP) terutama di musim hujan,” tukas Sri. (ant)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional