Menu

Berakibat Buruk Terhadap Hasil Panen, Nagari Minangkabau Harapkan Perbaikan Irigasi

  Dibaca : 203 kali
Berakibat Buruk Terhadap Hasil Panen, Nagari Minangkabau Harapkan Perbaikan Irigasi
PANEN PADI— Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mempraktekan panen padi menggunakan mesin berteknologi tinggi di Nagari Minangkabau, Kecamatan Sungayang, Tanahdatar, Rabu (8/9). Kegiatan ini juga dihadiri Kapolda Sumbar, Irjen Toni Harmanto.

TANAHDATAR, METRO
Wali Nagari Minangkabau, Imhar mengharapkan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno bisa memberikan bantuan khusus untuk memperbaiki saluran irigasi di Nagari Minangkabau. Hal ini disampaikannya saat program dengan mekanisme pertanian bersama Gubernur Sumbar di Nagari Minang Kabau, Rabu (8/9).

Imhar mengungkapkan, sebagian besar saluran irigasi di Nagari Minangkabau tidak lagi berfungsi dengan baik alias sudah banyak yang rusak. Kondisi ini tentu akan berakibat buruk terhadap hasil produksi panen di Nagari Minangkabau.

“Bila saluran irigasi berada dalam kondisi baik dengan sendirinya hasil produksi bisa meningkat, yang bermuara pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” tukasnya.

Harapan Imhar tidaklah berlebihan, mengingat harapan Gubernur Sumbar hasil produksi padi Sumbar bisa mencapai 8 hingga 9 ton per hektar. Untuk itu, masyarakat Nagari Minangkabau sangat berharap Gubernur Sumbar dapat mengucurkan bantuan perbaikan irigasi di Nagari Minangkabau secepatnya.

Disamping itu, Imhar bersama Dinas Pertanian Tanahdatar berharap Gubernur Sumbar dapat menambah kuota pupuk bersubsidi. Hal ini demi terwujudnya swasembada dan ketahanan di Sumatera Barat. “Kuota pupuk bersubdi di Nagari Minangkabau tidaklah mencukupi, kami mohon bapak Gubernur dapat mencukupi pupuk bersubsidi,” harap Imhar.

Sementara itu, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menyatakan akan segera menindaklanjuti permintaan wali nagari Minangkabau dengan harapan tercapainya target produksi padi hingga 9 ton per hektare. “Teknisnya nanti saya perintahkan Dinas Pertanian Provinsi Sumbar,” kata Irwan.

Irwan menyampaikan kegembiraannya pada masyarakat Nagari Minangkabau khususnya dan Sumbar umumnya, ditengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini masyarakat masih terus berkarya dan bekerja untuk mencapai swasembada pangan di Sumbar.

Ia menjelaskan, Sumbar termasuk salah satu dari 17 provinsi penyuplai beras terbesar di Indonesia. Sumbar kata Gubernur adalah daerah agraris dan bukan daerah industri, sehingga Covid-19 tidaklah berpengaruh besar terhadap perekonomian masyarakat, terbukti dengan hasil pertanian yang cukup mumpuni.

“Saat ini kita saksikan hasil produksi padi cukup berlimpah, dengan sendirinya tingkat perekonomian masyarakat tetap bertahan dengan baik,” tandas Irwan.

Disamping itu, Kapolda Sumbar Irjen Toni Harmanto memberikan jaminan keamanan terhadap penyebaran pupuk bersubsidi. Ia juga memastikan pupuk bersubsidi di Sumatera Barat bisa digunakan oleh masyarakat petani.

Kapolda memerintahkan jajarannya untuk selalu mengawasi jalannya pupuk bersubdi hingga tiba ke tangan mayarakat petani, sehingga terwujudnya ketahanan pangan yang diinginkan oleh pemerintah. “Saya akan tindak bila ada terjadi penyimpangan pupuk bersubsidi,” tegasnya. (ant)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional