Menu

Bentuk Herd Immunity di Lingkungan Sekolah, 27.211 Pelajar Kota Padang Sudah Divaksin

  Dibaca : 76 kali
Bentuk Herd Immunity di Lingkungan Sekolah, 27.211 Pelajar Kota Padang Sudah Divaksin
Feri Mulyani Hamid.

AIA PACAH, METRO–Meski Kota Padang belum menerapkan Pembelajaran Ta­tap Muka (PTM), namun ka­langan pelajar di Kota Padang Solo berusia 12-17 tahun sudah menjadi sasaran vaksinasi Co­vid-19. Pemko menargetkan se­kitar 40 ribu pelajar akan me­nerima vaksin untuk men­cip­takan herd immunity di ka­langan pelajar.

Hingga kemarin, Dinas Ke­se­hatan Kota Padang men­catat sudah 27.211 pelajar telah mene­rima vaksinasi Covid-19. Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyani Hamid menyam­paikan pelaksanaan vaksin akan terus direalisasikan kepada pelajar yang ada su­paya penu­laran virus dapat di minimalisir dan mata rantai penularan ter­putus.

“Vaksinasi di kalangan pe­lajar akan terus dikebut dengan target sasaran 40 ribu orang pelajar,” ujar Feri Mulyani Ha­mid, Senin (13/9).

Antusiasme dari para pela­jar SMP di Kota Padang tampak, setelah dibukanya vaksinasi tersebut dari 6 September lalu. Sedangkan untuk lokasi vak­sinasi para pelajar SMP sendiri dipusatkan di sekolah masing-masing.

Pelaksanaan vaksin di sekolah-sekolah tersebut dibantu oleh pihak Puskes­mas dan diawasi oleh ma­jelis gurunya. “Kita meng­imbau kepada peserta di­dik yang belum vaksin su­paya ikut. Agar penularan virus dapat dicegah dan mata rantai penyebaran terputus,” sebutnya.

Sedangkan kepada wa­li murid diminta untuk mem­berikan edukasi pada anak soal vaksin. Orang tua diharapkan memberi izin kepada anak untuk ikuti divaksin di sekolahnya ma­sing-masing.

Selanjutnya, apabila para pelajar telah selesai divaksin, Feri berharap semua pelajar dan juga guru serta tenaga pengajar lainnya di sekolah untuk tidak lengah. Protokol ke­sesehatan harus tetap di­utamakan dalam setiap akti­vitas. Yakni, memakai mas­ker, jaga jarak dan cuci tangan.

“Kami berharap pelak­sanaan vaksinasi untuk pelajar berjalan lancar. Kami berusaha agar stok vaksin ini lancar dan tidak telat. Selain itu, kami me­minta warga tetap menjaga protokol kesehatan agar pertumbuhan ekonomi bi­sa digerakkan secepat mu­ngkin,” imbaunya.

Sementara, Kabid Dik­das Dinas Pendidikan Kota Padang, Syafrizal Syair mendorong para pelajar untuk ikut vaksin bagi yang belum. Kepada pihak seko­lah, diminta awasi pelak­sanaan vaksin yang se­dang berlangsung.

“Jika ada persoalan, segera koordinasi dengan Dinkes. Supaya cepat di­tang­­gapi dan masalah ter­sebut tak berlarut-larut,” kata Syafrizal.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Padang, Azwar Siry mengapresiasi ca­paian angka vaksin itu dan meminta Dinkes terus rea­lisasikannya. Supaya target tercapai dan kasus terus menurun.

Lalu, kepada wali murid semua mari ikutkan anak­nya dalam vaksinasi agar imun tubuhnya kuat dan virus dapat dicegah penye­barannya. “Ayo Vaksin dan jangan takut,” ujar kader Demokrat ini.

Untuk diketahui, Ke­men­terian Kesehatan (Ke­men­kes) resmi membuka vaksinasi covid-19 untuk golongan usia 12 sampai 17 tahun. Perlua­san vaksinasi ini dibuat dengan memper­tim­bang­kan kasus anak yang ter­papar virus Covid-19 se­makin merebak.

Vaksinasi untuk usia 12-17 tahun diatur dalam Surat Edaran HK.02.02/I/1727/2021 tentang Vaksinasi Tahap 3 Bagi Masyarakat Rentan Serta Masyarakat Umum Lainnya dan Pelak­sanaan Vaksinasi Covid-19 Bagi Anak Usia 12-17 Tahun yang diteken Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kemen­kes Maxi Rein Rondonuwu pada 30 Juni 2021.

Vaksin Sinovac meru­pakan vaksin yang digu­nakan dalam percepatan vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 12-17 tahun. Per­cepatan vaksinasi Covid-19 diatur dalam Surat Edaran Ke­menkes nomor HK.­02.02/I/1727/2021 tentang Vaksinasi Tahap 3 bagi Masyarakat Rentan, Mas­yarakat Umum Lainnya, dan Anak Usia 12-17 tahun.

Vaksin Sinovac men­dapat persetujuan untuk digunakan pada kelompok usia besar atau sama de­ngan 12 tahun oleh Badan Pengawas Obat dan Maka­nan (BPOM) tertanggal 27 Juni 2021, seperti dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, Senin (23/8) lalu.

Peningkatan kasus ter­kon­firmasi Covid-19 pada usia anak-anak, perse­tu­juan penggunaan vaksin Sino­vac, dan rekomendasi Ko­mite Penasihat Ahli Imu­ni­sasi Nasional atau Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) menjadi per­tim­bangan dikeluarkannya Surat Edaran percepatan vaksinasi Covid -19 ter­masuk bagi anak usia 12-17 tahun tersebut.

Dalam SE tersebut dise­butkan pelaksanaan vak­sinasi anak dapat dilakukan di fasilitas pelayanan kese­hatan atau di sekolah/ma­drasah/pesantren ber­koor­­dinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kanwil/Kantor Kemenag setempat untuk mempermudah pen­dataan dan monitoring pelaksanaan.

Diantara sayarat bagi pelajar yang ingin divaksin adalah, peserta vaksinasi harus membawa kartu ke­luarga atau dokumen lain yang mencantumkan NIK anak. Kemudian,  lolos me­kanisme skrining, pelak­sa­naan dan observasi sama seperti vaksinasi pada usia >18 tahun

Selanjutnya, menda­pat­kan izin dari orang tua. Pencatatan dalam aplikasi PCare vaksinasi dima­suk­kan dalam kelompok re­maja. Dan, membawa pre-skrining yang sudah dice­tak.

Para pelajar 12-17 tahun  ini nantinya melakukan vaksinasi menggunakan vaksin Sinovac dengan dosis 0,5 ml sebanyak dua kali pemberian dengan jarak atau interval minimal 28 hari. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional