Menu

Benny Utama Teken Kerjasama, Ubah Stigma Pasaman Daerah Pinggiran

  Dibaca : 38 kali
Benny Utama Teken Kerjasama, Ubah Stigma Pasaman Daerah Pinggiran
TEKEN— Bupati Pasaman Benny Utama saat menandatangani program kerjasama dengan Pemkab Limapuluhkota.

PASAMAN, METRO–Program mewujudkan impian masyarakat Kabu­paten Pasaman, satu per­satu dimulai pelaksa­naa­nya di awal jabatan Bupati Benny Utama.  Kendati pembangunan fisiknya ba­ru dimulai melalui APBD 2022. Namun, sejumlah tahapan dan proses ke arah perwujudan program pembangunan sudah dija­lankan.

“Kita ingin mengubah stigma Pasaman sebagai daerah pinggir, dengan membuka banyak akses langsung ke sejumlah dae­rah luar Pasaman,” kata Bupati Pasaman Benny Utama.

Hal tersebut disampai­kan Bupati Pasaman Benny Utama usai penan­data­nganan naskah kesepa­katan bersama antara Pe­merintah Kabupaten Pasa­man dengan Pemkab Lima­puluh Kota, tentang kerj­a­sama antar daerah, di aula Kantor Bupati, daerah Sa­rilamak.

Naskah kesepakatan yang ditandatangani Bupati Limapuluh Kota Safarudin Dt. Bandaro Rajo dan Bu­pati Benny Utama, mem­pertegas komitmen ke dua daerah untuk secara ber­sama-sama memulai pro­gres pembangunan jalan penghubung dari Tanjung Bungo, Nagari Ganggo Hi­lia, Kecamatan Bonjol ke Nagari Gunuang Omeh, Suliki.

Bupati Benny Utama menjelaskan, kerjasama ini merupakan bentuk ke­sung­­guhan Pemkab Pasa­man dan Pemkab Limapuluh Kota.

“Sebenarnya jalan peng­hubung antar dua kabu­paten adalah kewenangan provinsi, dan Alham­du­lillah, teman-teman kami anggota komisi IV DPRD Sumbar, hadir saat ini,” kata Benny.

Dijelaskan Bupati Ben­ny, jalan penghubung ini memberi dampak ekonomi bagi kedua daerah, disam­ping historis masa perjua­ngan PDRI, sekaligus juga meningkatan silaturahmi hubungan yang sudah de­kat selama ini akan jadi lebih dekat.

“Setelah penanda­ta­ngan ini, akan ada tindak lanjut nyata kelapangan, survey kondisi, dan me­nen­tukan titik mana paling bagus. Dan di Pasaman sudah masuk dalam RP­JMD 2021-2026 dan Pem­prov juga sudah menja­dikan program strategis,” jelas Benny Utama.

Dijelaskan secara eko­nomi, pasar terbesar pro­duk andalan Pasaman, se­perti jagung dan ikan, di distribusikan ke Payakum­buh, Limapuluh Kota dan Riau.

“Butuh biaya besar, karena harus melawati Kabupaten Agam dan Bu­kit Tinggi. Diharapkan de­ngan selesainya nanti, biaya distribusi dan jarak akan terpangkas, dan be­rimbas provit lebih bagi masya­rakat Pasaman,” jelasnya.

Dalam pidato di aula Kantor Bupati Limapuluh Kota, Bupati Pasaman me­ngu­capkan terimakasih atas terealisasinya naskah kerjasama antar daerah, dan meminta Pemkab Li­ma­puluh Kota bisa saling bersinergi memulai taha­pannya, mengingat waktu tersedia hingga akhir 2021 tidaklah banyak.

“Hitungan sementara, panjang jalan 15 kilometer, dengan lebar 16 meter. Namun tim survey akan turun terlebih dahulu mela­kukan hitungan teknis dan mematok rute yang akan dibangun. Prinsipnya kita mencari rute terpendek, elevasi yang landai dan minim tikungan,” terang­nya lagi.

Dalam hal ini, Dinas Kehutanan Provinsi Sum­bar dilibatkan mengenai status kawasan. “Kita su­dah hubungi Pak Yozar­wardi selaku Kadishut Sum­bar, sekaitan ren­ca­na pembangunan jalan ini,” ujar Benny Utama. (mir)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional