Menu

BEM se-Sumbar Demo Tolak RUU Omnibus Law, Mahasiwa Memaksa Masuk Gedung Putih

  Dibaca : 278 kali
BEM se-Sumbar Demo Tolak RUU Omnibus Law, Mahasiwa Memaksa Masuk Gedung Putih
UNJUK RASA—Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM se-Sumbar melakukan unjuk rasa di DPRD Sumbar menolak RUU Omnibus Law.

PADANG, METRO
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sumbar melakukan aksi unjuk rasa di Simpang Tugu Adipura depan gedung DPRD Provinsi Sumbar, Rabu (4/3) sekitar pukul 14.00 WIB. Aksi tersebut sebagai bentuk penolakan diterbitkannya Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law.

Aksi unjuk rasa itupun sempat menimbulkan kemacetan. Di Tugu Adipura tersebut, selain massa menggotong spanduk berbagai tulisan menolak RUU Omnibus Law, para mahasiswa juga meneriaki “Hidup Mahasiswa, Hidup Wanita Indonesia” dan berorasi menolak omnibus Law yang menurut mereka sangat merugikan masyarakat Indonesia.

Setelah lebih kurang satu jam berorasi di Tugu Adipura, selanjutnya mahasiswa merapat ke gerbang masuk gedung DPRD dan ingin segera bertemu Ketua DPRD. Namun karena Ketua DPRD sedang tidak di tempat, salah satu anggota DPRD menemui massa.

Salah seorang anggota DPRD dari Komisi I, Bakri Bakar hadir di tengah-tengah massa dan menyampaikan permohonan maaf karena Ketua DPRD sedang tidak berada di Padang dan sedang berada di luar Sumbar.

“Kami budak-budak ananda sekalian untuk menyampaikan aspirasi ananda. Kami akan dengar aspirasi tersebut,” ujar Bakri Bakar, namun hal tersebut tidak di indahkan oleh massa dan terus meneriaki untuk menghadirkan Ketua DPRD Sumbar.

Selain itu untuk meredam agar aksi berjalan kondusif, Bakri Akbar juga menyatakan akan menampung semua aspirasi mahasiswa untuk di sampaikan ke pusat.

“Terkait aspirasi dari adik-adik mahasiswa ini, kami berjanji akan menyampaikan ke pusat. Karena yang berwenang terkait tuntutan ini adalah DPR RI,” katanya.

Namun karena merasa pimpinan dewan berada di dalam gedung, para peserta aksi menginginkan dan memaksa untuk masuk ke gedung DPRD Sumbar.
Tetapi, pihak Kepolisian yang mengawal aksi melarang mahasiswa masuk secara keseluruhan dan diminta hanya beberapa perwakilan saja.

Permintaan dari Kepolisian dan beberapa anggota dewan yang hadir agar menghadirkan perwakilannya di tolak oleh massa dan menginginkan tetap masuk ke dalam secara keseluruhan tanpa adanya perwakilan.

Hal ini di antisipasi oleh pihak kepolisian dengan menjaga ketat pagar masuk gedung DPRD. Namun pada akhirnya sekitar pukul 17.00 WIB, massa membubarkan diri dengan meninggalkan spanduk-spanduk yang mereka bawa dan di pasang di pagar-pagar halaman depan gedung DPRD.

Bakri Bakar saat di wawancara oleh para wartawan menyebutkan, tuntutan mereka adalah meminta para wakil rakyat menolak agar RUU omnibus law tidak di sahkan. Namun pihaknya hanya bisa menyalurkan aspirasi mereka kepada pemerintah pusat secara tertulis, dilengkapi rekaman.

“Untuk menyalurkan aspirasi mereka, kami siap untuk itu dan siap pasang badan selama persyaratannya ada. Sementara berkas tuntutan dari adik-adik mahasiswa hingga saat ini belum ada,” sebut Bakri.
Sementara itu, hingga berakhirnya aksi tidak ada satupun mahasiswa yang mau untuk di wawancari oleh wartawan. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Iklan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional