Close

Belum Sempat Difungsikan, Bangunan Lapangan Bola Pantai Hancur

ROBOH— Bangunan tribun lapangan bola pantai yang dibangun pada akhir 2019 lalu sudah roboh, sebelum difungsikan.

PARIAMAN, METRO
Dari pantauan POSMETRO dilokasi, terlihat plang pengerjaan bertuliskan, nama kegiatan Pembangunan Lapangan Bola Pantai, volume 30×39 meter, Biaya Rp 111.098.262, lokasi Dusun Karan, Sumber Dana Dana Desa (DD), Tahun Anggaran 2019.

Di lokasi juga terlihat seperti tribun penonton tiga tingkat. Namun beton tribun di sebelah utara rusak dan hancur mengeluarkan serpihan pasir.

Sementara itu Kepala Desa Taluak, Ismet saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Kamis (4/6) mengaku, pembangunan lapangan bola pantai senilai Rp 111 juta itu dikerjakan pada tahun 2019 periode tahun pertama kepemimpinananya.

“Pengerjaan lapangan bola pantai itu dilaksanakan pada tahun lalu diakhir anggaran Dana Desa 2019. Namun setelah selesai dikerjakan, kawat pagarnya diterjang badai berbarengan pula dengan robohnya pohon pinus menimpa beton tribun di sebelah utara itu,” ujarnya.

Namun saat ditanyakan, kapan peristiwa badai yang merusak lapangan bola pantai tersebut terjadi kades tersebut menjawab tidak ingat lagi. “ Kejadiannya saya tidak ingat lagi,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, lapangan itu belum sempat difungsikan karena keburu rusak diterjang badai. Sedangkan ketika ditanya penyebab sisa material beton tribun yang rusak mengeluarkan pasir, Ismet menjawab, sedang pemeriksaan di Inspektorat.

“Kegiatan pembangunannya sudah diperiksa oleh BPKP dan saat ini juga dalam proses pemeriksaan di inspektorat Kota Pariaman,” tuturnya.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, memang tidak terlihat lagi pagar kawat yang mengelilingi lapangan, hanya terlihat bangunan yang sudah roboh, dan pecahanan semen yang mengeluarkan pasir.

Sementara itu, Kapala DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa) Efendi Jamal menyebutkan, bahwa pembangunan yang menggunakan anggaran dana desa sepenuhnya adalah tanggung jawab kepala desa.

“Dalam hal ini, DPMD sifatnya hanya sebagai pembina, jika terjadi penyalahgunaan ADD Alokasi Dana Desa (ADD) oleh aparat pemerintahan Desa,” terang Efendi Jamal. Ia menambahkan, kewenangan dan fungsi pengawasan serta pemeriksaan terletak di Inspektorat Kota Pariaman. (z)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top