Close

Belum Divaksin, Pelajar SMP di Kota Padang Dilarang PTM di Sekolah, Target Herd Immunity Tercapai 70 Persen

KETERANGAN PERS— Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyani Hamid, memberikan keterangan pers terkait realisasi vaksinasi, dan juga penerapan vaksinasi di kalangan pelajar untuk dimulainya Pembelajaran Tatap Muka, Rabu (15/9) di Media Center Balaikota.

AIAPACAH, METRO–Dinas Kesehatan Kota Padang memas­tikan siswa yang belum divaksin, tidak diizinkan mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah. Seluruh pelajar tingkat SMP wajib divaksin agar bisa mengikuti pemba­lajaran langsung di sekolah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani Hamid, semua pelajar wajib vaksin. “Kita sudah berkoordinasi dengan dinas pendidikan untuk menuntaskan vaksinasi di kalangan pelajar,” sebut Feri Mulyani di Media Center Balaikota Padang, Rabu (15/9).

Ia menjelaskan, saat ini realisasi vaksinasi baru di angka 33 persen dari total penduduk Kota Padang. Jumlahnya adalah sebanyak 235.000 dosis. Sementara target terben­tuknya kekebalan kelom­pok adalah 70 persen. De­ngan vaksinasi massal pada pelajar, vaksinasi bisa dimaksimalkan.

“Vaksinasi bagi pelajar juga dimaksudkan agar mereka terhindar dari pe­nu­laran covid 19. Se­hingga bisa aman kembali ke se­kolah,” sebutnya.

Pemko Padang menar­get­kan sekitar 40 ribu pelaj­ar­ akan menerima vaksin untuk menciptakan herd immunity di kalangan pela­jar. Hingga awal September ini, Dinas Kesehatan Kota Padang mencatat su­dah 27.211 pelajar telah me­nerima vaksinasi Covid-19.

“Pelaksanaan vaksin akan terus direalisasikan kepada pelajar yang ada supaya penularan virus dapat di minimalisir dan mata rantai penularan ter­putus,” ulasnya.

Pelaksanaan vaksin di sekolah-sekolah tersebut dibantu oleh pihak Pus­kes­mas dan diawasi oleh ma­jelis gurunya. “Kita meng­imbau kepada peserta di­dik yang belum vaksin su­paya ikut. Agar penularan virus dapat dicegah dan mata rantai penyebaran terputus,” sebutnya.

Sedangkan kepada wa­li murid diminta untuk mem­berikan edukasi pada anak soal vaksin. Orang tua diharapkan memberi izin kepada anak untuk ikuti divaksin di sekolahnya ma­sing-masing.

Selanjutnya, apabila para pelajar telah selesai divaksin, Feri berharap semua pelajar dan juga guru serta tenaga pengajar lainnya di sekolah untuk tidak lengah. Protokol kese­se­hatan harus tetap di­uta­ma­kan dalam setiap akti­vitas. “Kami berharap pe­lak­sanaan vaksinasi untuk pelajar berjalan lancar. Kami berusaha agar stok vaksin ini lancar dan tidak telat. Selain itu, kami me­minta warga tetap menjaga protokol kesehatan,” im­bau­nya.

Saat ini diakui Feri Mul­yani, kasus penularan Co­vid-19 mulai menurun. Na­mun protokol kesehatan ti­dak boleh abai. Ia juga me­minta semua warga agar mau mengikuti vaksin. Wa­lau­pun dengan penya­kit penyerta atau komorbid.

“Tidak ada alasan untuk tidak vaksin. Asal kondisi pada saat disuntik terken­dali, semua boleh divak­sin,” tandas dia.

Bagi masyarakat yang takut  dengan efek samping usai vaksin, bisa melakukan vaksinasi di RSUP M Djamil Padang. Jadi ketika ada reaksi bisa langsung di­tanga­ni medis. Dengan vak­sin, akan mengurangi risiko dirawat di rumah sakit pada saat tertular Covid-19.

“Vaksinasi itu mengu­rangi risiko dirawat. Kalau­pun kena Covid-19 nanti, tidak akan parah dampak­nya pada tubuh,” ujarnya.

Bukan Syarat PTM

Berbeda dengan Dinas Kesehatan Kota Padang, sebelumnya Menteri Pen­didikan Kebudayaan dan Riset Teknologi Nadiem Makarim, menyatakan vak­sinasi bukan syarat wa­jib bagi sekolah di daerah berkategori Pemberlakuan Pem­batasan Kegiatan Ma­s­yarakat (PPKM) Level 1, 2, dan 3 untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Pemerintah Pusat me­nga­tur (PPKM) 1 sampai 3, bo­leh tatap muka terbatas dan tidak ada kewajiban harus vaksinasi dulu. “Jadi PPKM level 1-3 semuanya boleh tatap muka,” kata Nadiem, beberapa waktu lalu.

Nadiem melanjutkan PTM menjadi wajib bagi satuan pendidikan yang guru dan tenaga pendidik­nya telah divaksinasi se­cara lengkap.

Pemerintah Pusat, kata Nadiem, juga tidak menga­tur berapa hari atau jam dalam sepekan untuk suatu se­­kolah melaksanakan PTM. Kendati, batasan mak­­­si­mal siswa per kelas te­tap di­atur. Yakni, per kelas paling banyak untuk satu kali pertemuan adalah 18 orang dan 5 orang untuk Pen­didikan Anak Usia Dini (PAUD).

Nadiem menyebut fo­kus pihaknya dalam men­do­rong PTM terbatas ada­lah demi mengurangi risiko dampak sosial dan psi­kologis negatif akibat pem­bela­jaran jarak jauh (PJJ).

Nadiem mengakui se­ko­lah tak bisa tergesa-gesa untuk melakukan PTM terbatas. Menurut Nadiem sekolah mesti mem­per­siapkan diri untuk meme­nuhi daftar periksa seba­gaimana yang tercantum dalam SKB 4 Menteri ten­tang Pembelajaran di Tengah Pandemi Covid-19.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut PTM se­cara terbatas bisa dilaku­kan jika guru dan siswa sudah menerima vaksin Covid-19 di daerah PPKM level 3 dan 2. Sementara, untuk daerah PPKM level 4, ia meminta belajar-menga­jar dilakukan secara daring.

PTM Dikembalikan ke Wali Murid

Sementara itu, Ke­men­terian Kesehatan (Ke­men­kes) menegaskan tidak ada syarat melakukan vak­sinasi bagi anak untuk mem­buka pembelajaran ta­tap muka (PTM) terbatas.

Karena PTM terbatas mengacu pada surat ke­pu­tusan bersama 4 menteri, yakni No 4 Tahun 2021. Untuk itu keputusan atau izin pembelajaran tatap muka masing-masing anak dikembalikan kepada ma­sing-masing orangtua atau wali.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Pemerintah, Siti Nadia Tarmizi pada webi­nar publik yang diseleng­garakan Kantor Sekretariat Presiden (KSP), menga­ta­kan pembelajaran tatap muka tidak terkait dengan vaksinasi anak.

“Untuk anak-anak me­mang tidak ada syarat su­dah mendapatkan vaksi­nasi. Karena kita tahu vak­sinasi yang bisa diberikan itu baru sampai usia 12 tahun ke atas. Jadi oto­matis anak SD itu belum bisa mendapatkan vaksi­nasi,” kata Siti Nadia, Rabu (8/9) lalu.

Dalam SKB 4 menteri tersebut, terdapat aturan jika guru dan tenaga ke­pen­didikan harus mela­kukan vaksinasi. Semen­tara, untuk peserta didik, vaksinasi bukan syarat untuk pembelajaran tatap muka. (tin/ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top