Menu

Belasan Tahun jadi Buronan, Tersangka Korupsi Lahan Gambir di Limapuluh Kota Ditangkap

  Dibaca : 1110 kali
Belasan Tahun jadi Buronan, Tersangka Korupsi Lahan Gambir di Limapuluh Kota Ditangkap
Usai ditangkap, Tim Kejari Payakumbuh menggiring tersangka korupsi lahan gambir, Akhyar (57) yang sudah menjadi buronan sejak tahun 2009 silam.

PAYAKUMBUH, METRO–Buron sejak tahun 2009 silam, tersangka kasus  dugaan korupsi perluasan lahan gambir sekitar 250 hektare di Kecamatan Kapur IX yang menimbulkan kerugian negara miliaran rupiah akhirnya ditangkap Tim Kejaksaan Negeri Payakumbuh.

Penangkapan terhadap tersangka bernama Akhiyar (57) yang merupakan Ketua Kelompok Tani Tuah Sakato di kediamannya di Nagari Lubuak Alai Kecamatan Pangkalan Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (11/5) sekitar pukul 17.00 WIB.

Tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Payakumbuh yang langsung dipimpin Kasi Pidsus, Satria Lerino didampingi Kasi Intel, Robby Prasetya

Tidak mudah bagi tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Payakumbuh yang langsung dipimpin Kasi Pidsus, Satria Lerino didampingi Kasi Intel, Robby Prasetya untuk menangkap tersangka Akhiyar.

“Benar, Tim Pidsus Kejari Payakumbuh berhasil melakukan penangkapan terhadap DPO berinisial Akhiyar. Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan di Seksi Pidsus,” sebut Kajari Payakumbuh, Suwarsono, Minggu (16/5).

Menurut Suwarsono, Akhiyar yang berperan sebagai Ketua Kelompok Tani Tuah Sakato itu telah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung melakukan penahanan terhadap pria yang berpindah-pindah tempat tinggal saat buron tersebut.

“Akhiyar ditahan di Lapas Kelas II B Payakumbuh usai menjalani pemeriksaan yang didampingi penasehat hukum. Tidak saja menjalani pemeriksaan, Akhiyar juga mengikuti rapid test yang dilakukan petugas kesehatan di Aula Kantor Kejaksaan setempat.  Tersangka ditahan selama 20 hari ke depan jelang diajukan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang,” ungkap Suwarsono.

Sementara Kasi Intel Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Robby Prasetya, Smenyebutkan bahwa penangkapan DPO yang telah lari sejak tahun 2009 ini mendapat dukungan dari Kajaksaan Agung RI. “Upaya penangkapan terhadap DPO yang diduga merugikan keuangan negara (APBN) mencapai Milyaran rupiah tersebut didukung penuh Kejaksaan Agung,” sebutnya.

Sedangkan Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Satria Lerino, mengatakan bahwa penangkapan terhadap Akhyar merupakan DPO terakhir dalam kasus itu. Ia terus berharap dukungan dan pengawasan dari berbagai pihak untuk mendukung Kejaksaan dalam upaya memberantas Tindak Pidana Korupsi.

“Masyarakat dan semua pihak kami harap terus memberikan dukungan dan informasi dalama upaya kami untuk memberantas Korupsi. Kita akan terus lakukan penindakan, kita tidak akan berhenti sampai disini,” sebutnya.

Satria Lerino juga menyebutkan dalam kasus tersebut sebelumnya dua orang tersangka telah menjalani persidangan dan masa hukuman. Yakni dua orang mantan PNS/ASN di Kabupaten Limapuluh Kota.

“Selama belasan tahun, Akhiyar bersembunyi di perumahan Mutiara, Sebelum masuk Kota Pekanbaru, tepatnya di Kabupaten Kampar, Riau. Pada 5 Mei 2021, buronan ini pulang ke kampung halaman di Lubuk Alai. Saat pulang kampung inilah, keberadaan Akhiyar tercium dan langsung dilakukan pengintaian.,” pungkasnya. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional