Menu

Belasan Ribu Dukungan Calon Perseorangan tak Penuhi Syarat

  Dibaca : 319 kali
Belasan Ribu Dukungan Calon Perseorangan tak Penuhi Syarat
RAPAT—Ketua KPU Limapuluhkota bersama Komisioner KPU ekspos hasil rapat pleno rekapitulasi balon perseorangan di kantor KPU.

LIMAPULUH KOTA, METRO
Belasan ribu dukungan bakal calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Limapuluh Kota dari jalur perseorangan dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Maka otomatis belum dapat mendaftarkan diri menjadi Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati dari jalur perseorangan pada 4-6 September 2020 mendatang.

Meski begitu, masih ada tahapan perbaikan dari tanggal 25-27 Juli 2020 ini untuk masing-masing bakal pasangan calon perseorangan menyerahkan dukungan ke-KPU Kabupaten Limapuluh Kota. Dan penyerahan dukungan perbaikan dengan syarat harus Dua kali lipat dari jumlah kekurangan sesuai syarat minimal pencalonan dari jalur perseorangan untuk kabupaten Limapuluh Kota, 22.539.

Ketua KPU Kabupaten Limapuluh Kota, Drs.Masnijon didampingi Komisioner KPU Devisi Hukum dan Pengawasan, Amfreizer, S.Ag, Devisi Perencanaan, Data dan Informasi, Eka Ledyana, S.IP, Devisi Teknis Penyelenggaraan, Rina Fitri, S.Pt dan Devisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih, Arwantri, S.Ag, dihadiri Sekretaris KPU Drs.H Irfan Fhaturi, kepada wartawan dalam eksposnya menyampaikan beberapa kategori yang ditemukan ketika melakukan verifikasi faktual sehingga banyak dukungan yang TMS.

“Ada beberapa kategori yang kita temukan sehingga dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat, pertama karena data tidak cocok, ada dengan Status Pekerjaan seperti TNI/Polri, PNS Dan perangkat desa, dan juga status ganda, dan terkait pernyataan dukungan, kemudian TMS yang tidak ditemui sampai akhir verfak, dimana petugas mendatangi alamat pendukung tapi tidak menemukan pendukung dan kami berkoordinasi dengan LO untuk menghadirkan pendukung. Bahkan kami tunggu sampai jam 12 malam pada berakhirnya verfak hari terakhir tanggal 11 Juli 2020,” sebut Rina Fitri, sebagai Devisi Teknis Penyelenggaraan, Selasa (21/7) kepada wartawan di Kantor KPU Kabupaten Limapuluh Kota Jalan Negara Sumbar-Riau, Tanjung Pati, Kecamatan Harau.

Disampaikannya, dari tiga pasangan calon perseorangan yang dilakukan verifikasi faktual, Satu Pasangan Calon untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, Fakhrizal-Genius Umar dan Dua Paslon untuk Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Limapuluh Kota, yaitu pasangan Maskar-Masril dan pasangan Ferizal Ridwan-Nurkhalis. Dimana hasil memenuhi syarat untuk paslon Gubernur dan Wakil Gubernur 9.619 dukungan dan Tidak Memenuhi Syarat 8.765.

Dikatakan Rina, untuk rekap hasil dukungan Ferizal Ridawan-Nurkhalis yang dinyatakan memenuhi syarat sebanyak 16.400 jumlah dukungan dan 12.873 dukungan dinyatakan tidak memenuhi syarat. Hanya 56 persen yang dinyatakan memenuhi syarat dari jumlah dukungan yang diserahkan sebanyak 29.273. Sedangkan untuk pasangan Maskar-Masril, jumlah dukungan yang dinyatakan memenuhi syarat mencapai 15.381 dan 10.030 dukungan dinyatakan tidak memenuhi syarat. Hanya 61 persen dari jumlah dukungan yang diserahkan sebanyak 25.411.

“Untuk Pak Ferizal Ridwan-Nurkhalis kekurangannya 6.139 dikali Dua berarti harus menyerahkan dukungan pada jadwal perbaikan pada 25-27 September 2020 ini sebanyak 12.278 dukungan lagi. Kemudian untuk paslon Maskar-Masril masih kekurangan dukungan sebanyak 7.158 dikali Dua, sehingga berjumlah 14.316 dukungan lagi. Bagi pasangan yang tidak menyerahkan dukungan perbaikan sesuai jadwal, maka tidak dapat mendaftarkan diri menjadi pasangan calon bupati dan wakil bupati pada waktu pendaftaran berlangsung dari calon perseorangan,” sebut Rina Fitri menjawab pertanyaan wartawan.

Setelah penyerahan dukungan perbaikan pada jadwal yang sudah ditentukan, dikatakan Rina, KPU akan melakukan verifikasi administrasi seperti tahapan pada penyerahan syarat dukungan pertama, termasuk untuk dilakukan verifikasi faktual secara door to door kerumah-rumah masing-masing pendukung. “Kalau lengkap Dua kali jumlah kekurangan bisa masuk ketahap verfak. Jika tidak maka tidak bisa masuk ketahapan selanjutnya. Dan kita sesuai Pasal 44 PKPU 6 berlaku sama dengan perlakuan awal, kembali door to door untuk verfaknya,” ulasnya diamini Ketua KPU Masnijon.

Menjawab wartawan, sesuai pasal 34 PKPU No 3 tahun 2017 tentang tata cara pencalonan pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah, dimana pada pasal 34 yang mengatur pencalonan perseorangan yang sudah dinyakan gagal maju melalui jalur perseorangan karena berkasnya tidak memenuhi syarat, tidak bisa lagi maju melalui jalur partai politik. Disampaikan Rina, aturan pasal 34 pada PKPU No 3 tahun 2017 ini sudah dicabut oleh KPU RI dan otomatis bakal pasangan calon perseorangan yang gagal memenuhi syarat masih berkesempatan maju melalui jalur partai politik. “Karena sudah dicabut pasal 34 itu, maka otomatis boleh kembali maju melalui partai politik,” tuturnya. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional